Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Wisata Ritual di Goa selarong Peninggalan Pangeran Diponegoro

Senin, 26 Desember 2011 | 21:12 WIB
Dibaca: 4061
Wisata Ritual di Goa selarong Peninggalan Pangeran Diponegoro
GUA KAKUNG TEMPAT MENGATUR SETRATEGI PERANG GERILNYA DIPONEGORO

MAJALAH BURUNG  PAS.COM, Liburan sekolah ada baiknya bisa mengunjungi Goa Selarong di bantul Yogyakarta.Goa ini selain memiliki nilai histories juga dikenal menyimpan kekuatan mistis. Sehingga goa yang pada zaman penjajahan Belanda, 1825-1830, ini dipakai sebagai tempat persembunyian Pangeran Diponegoro, sekarang ini sering digunakan sebagai tempat laku prihatin oleh masyarakat.

      Goa Selarong memiliki luas sekitar 6 meter persegi. Goa yang terletak di kelurahan Guwosari Pajangan Bantul ini terbagi menjadi dua bagian, yakni goa Kakung dan goa Putri Tetapi untuk mecapai goa bersejarah ini setiap pengungjung harus menaiki anak tangga sebanyak 100 undakan.

 Meski melelahkan tetapi Anda jangan khawatir kecapekan sebab suasananya yang tenang serta hawanya yang sejuk akan mengobati rasa capek Anda dengan sendirinya. Bahkan Anda akan serasa terhipnotis dalam aura mistis Goa Selarong, terutama saat berada di depan goa kakung.

      Sebagai obyek wisata alam yang bernilai sejarah dan juga petilasan, Goa Selarong memang menarik untuk dikunjungi. Tidak terkecuali bagi orang-orang yang ingin melakukan tirakat atau ngalap berkah. Di mana diantara mereka yang datang kebanyakan meminta kelancaran rejeki serta ketenangan hidup. Mereka percaya dengan melakukan beberapa langkah ritual di sekitar peninggalan Pangeran Diponegoro hajat yang di inginkan akan tercapai dan apa ini benar ? Wallohu alam.

      Karena diyakini memiliki tuah, pada hari pasaran tertentu, jumlah pengunjung yang datang dengan tujuan melakukan tirakatpun tampak ramai dibandingkan hari biasa. Mereka yang datang pun tak hanya berasal dari Bantul atau Yogyakarta akan tetapi ada juga dari luar kota. Seperti Solo, Klaten, Cilacap, Semarang bahkan dari Jakarta.

      Menurut keterangan juri kunci Goa Selarong,ketika di wawancarai team redaksi majalah burung pas.com bagian wisata, Mbah Sarimin, mengatakan sebelum gempa 2006 silam, menjelang tengah malam banyak pengunjung yang datang dengan tujuan berharap tuah di goa tempat persembuyian Pangeran Diponegoro ini.  “Saya pernah diminta mengantarkan satu rombongan, yang terdiri dari  tujuh orang, mereka katanya orang Jakarta” ujar pria berusia 76 tahun ini.

      Sementara itu salah satu tokoh masyarakat Guwosari yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan setiap pengunjung yang berniat tirakat diwajibkan memenuhi lima tata cara, yaitu Pisowan, Pasrean, Pasucen,P serta wahyu khantil. Dan setelah si pengunjung mengucapkan salam sebanyak tiga kali kemudian baru matur kepada eyang tentang tujuan dan hajat yang diinginkan.

      Lebih detail tokoh masyarakat ini mengungkapkan, setiap pengunjung atau siapa saja yang hendak lelaku prihatin di tempat ini diharapkan sebelumnya telah menata hati dan niatnya bersih. Selain itu pengunjung harus berlaku sopan, tidak asal ngomong dan seenaknya sendiri. Karena bila hal ini dilanggar akan berakibat fatal. Bagi orang yang tidak kuat, bagi orang tersebut dan kemungkinan akan sakit bahkan bisa menjadi gila kat orang tersebut yang tidak mau di sebut namanya itu .

      Lima sendang bertuah

      Selain goa kakung sebagai tempat berharap tuah adalah sendang. Di lokasi sekitar goa ini terdapat lima buah sendang. Mengenai asal usul sendang ini mbah Sarimin bercerita bahwa sendang-sendang itu dibuat oleh Pangeran Diponegoro sebelum beliau membangun masjid. Namun Karena satu dan lain hal pembangunan masjid terpaksa batal. Sedang ke lima sendang itu masing-masing bernama sendang manik moyo, sendang umbul moyo, sendang pitu ( sendang tujuh), sendang minyak melati serta sendang komo tetes.

      Dan dari ke lima sendang ini, sendang manik moyo menjadi tujuan utama para pengunujung meski semua tersebut dipercaya memiliki kekuatan yang linuwih. Alasan mereka memilih sendang manik moyo karena sendang ini merupakan tempat di mana Pangeran Diponegoro bersuci, mandi serta berwudlu, selama beliau bersembunyi dari kejaran tentara Belanda.

      Dalam cerita lain, penduduk sekitar mempercayai bahwa air sendang manik moyo memiliki beberapa khasiat. Ada yang menyakini air sendang manik moyo ini dapat mengobati berbagai macam penyakit serta sebagai pembersih agar awet muda. “Tetapi pastinya saya nggak tau mas, karena itu tergantung kepercayaan masing-masing orangnya yang menganggap air sendang memiliki tuah bagi kehidupannya” tutur sang juri kunci.

      Ia menambahkan letak sendang manik moyo yang di bawah bukit kini keberadaannya telah tertimbun tanah ketika terjadi musibah gempa 2006. Sementara ke empat sendang lainnya bernasib nyaris sama, tidak berfungsi lagi. Karena tidak adanya perhatian dari pemerintah, dalam hal ini dukungan pendanaan, ke lima sendang itu akhirnya dibiarkan begitu saja oleh warga sekitar.

      Tak hanya goadan sendang yang dianggap memiliki tuah. Masih di sekitar lokasi goa juga terdapat watu atau batu Gedongan. Meski berentuk batu tetapi tempat itu merupakan bekas tempat makan kuda tunggangan Pangeran Diponegoro. Banyak pengunjung, khususnya pemilik kuda pacuan yang berkunjung dan melakukan ritual di watu Gedongan ini agar kuda pacuannya bisa menjadi juara saat mengikuti lomba.

      “Biasanya mereka berdiam diri selama beberapa hari di samping watu Gedongan untuk mendapatkam wisik atau petunjuk. Setelah mendapat wisik baru mereka akan pulang dengan membawa benda yang didapat saat itu juga. Mereka sangat percaya dengan benda yang diberikan atau ditemukan disekitar watu Gedongan kuda pacunya akan mampu lari kencang” katanya.

      Selain tempat-tempat tersebut di atas, makam Wongso Sedono juga diyakini memberi kekuatan magic.Meski sebenarnya usia Wongso Sedono sendiri lebih tua dari Pangeran Diponegoro akan tetapi ia merupakan abdi setia Pangeran Diponegoro. Letak makam yang tersembunyi di atas Goa Selarong yang berwujud batu biasa pada hari-hari tertentu juga sering dipakai sebagai tempat ngalap berkah.

      Mbah Sarimin mengungkapkan hanya orang-orang tertentu yang berziarah di makam Wongso Sedono. Orang yang melakukan ritual di sini pun banyak yang tidak membawa perlengkapan sesaji. Tetapi mereka ada yang menjalankan ritual hingga tiga hari. 

      “Orang yang berkunjung di makam  Wongso Sedono biasanya ada yang datang dan pulang begitu saja tanpa memberitahu atau lapor ke juri kunci. Sehingga saya sering tidak tahu bila ada yang sedang melakukan ritual. Sebaiknya sebelum melakukan ritual memberitahukan sehingga saya membantu” saran mbah Sarimin sembari menutup perbincangan dengan majalahburungpas.com. anjar


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Burung jalak bali albino harga lebih tinggi in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   16078112 Page View
    Visitors   827255 Pengunjung
    Visitor Online   10 Pengunjung Online