Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Candi Mendut Magelang Jateng

Jumat, 21 Desember 2012 | 08:49 WIB
Dibaca: 1767
Candi Mendut Magelang Jateng
CANDI MENDUT MAGELANG JATENG

Wisata purbakala sajian majalahburungpas.com, Candi mendut masuk di profinsi Jawa tengah tepatnya Magelang, candi kuno ini merupakan bagunan cagar budaya yang wajib di lestarikan.

Keberadaan candi mendut ada di pinggir jalan utama menuju candi borobudur. Biasanya sebelum memasuki candi borobudur, candi inilah yang menyonsong wisatawan sebagai candi yang mudah di hampiri.

Keberadaan candi juga amat menarik, sebab arealnya juga ada taman dan rumput yang hijau, serta pohon besar yang rindang  sehingga menambah betah wisatawan bila melihat candi tersebut. 

Candi mendut Magelang jateng ini merupakan candi Budha yang dibangun sekitar tahun 824 Masehi Raja Indera dari wangsa Syailendra   Cakyamuni yang  tampak sedang duduk bersila dengan posisi tangan memutar roda dharma.

Arsitektur dari candi mendut berbentuk persegi empat kemudian terdapat pintu masuk di atas tangganya. Selain itu  atap candi juga persegi empat serta bertingkat-tingkat, beberapa stupa di atasnya.

Candi ini juga ada tiga bagian patung yang melambangkan beberapa hal  seperti, Awalokiteswara sebagai Bodhi Satwa membantu umat manusia

Patung Awalokiteswara merupakan patung amitabha yang berada di atas mahkota candi, Vajrapani.Dia sedang memegang bunga teratai merah yang diletakkan di atas telapak tangan.

 Patung Maitreya sebagai penyelamat manusia di masa depan

Keberadaa Candi ini sering dipergunakan untuk merayakan upacara Waisak setiap bulan Mei pada malam bulan purnama, sedang  kunjungan para peziarah baik untuk ibadat maupun sekedar menjadi wisatawan dalam dan luar negri terjadi tiap bulan tersebut.

Menurut pihak terkait yang mengiventarisir keberadaan candi  ternyata usianya lebih tua dari pada Candi Borobudur, dengan pahatan serta arsitektur persegi empat kemudian mempunyai pintu masuk di atas tangganya.

Atapnya juga persegi empat dan bertingkat-tingkat, juga ada stupa dari batu di atasnya.


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch 20 Tahun Tak Ada Lomba Perkutut 2017 Klaten Bersinar Kembali in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   15589794 Page View
    Visitors   806843 Pengunjung
    Visitor Online   10 Pengunjung Online