Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Sistem Penilaian Latber Bitingan 10 Biting Satu Kali Bunyi

Kamis, 9 Mei 2013 | 07:57 WIB
Dibaca: 2422
Sistem Penilaian Latber Bitingan 10 Biting Satu Kali Bunyi
SUASANA LATBER BITINGAN SURABAYA

Surabaya-majalahburungpas.com, kali ini masih menarik untuk membahas terkait lomba burung berkicau yang menggunakan Biting pasalnya, Untuk sebagian orang, bila mendengar tentang latber Bitingan, mungkin akan bertanya-tanya seperti apa latber Bitingan tersebut. Memang untuk di Surabaya, baru Komunitas Pleci Surabaya (KPS) yang mendirikan latber dengan sistem yang lain daripada umumnya.

Disebut Bitingan, karena dalam sistem penjurian. Para juri yang merupakan peserta itu sendiri, menggunakan Biting (sapu lidi) sebagai alat penghitung bunyi sang burung yang dilatberkan. Tapi jangan dikira mereka bisa menilai gaconya sendiri. Justru peserta lain yang memberikan penilaian di setiap sesinya.

Setiap kali latber, dibuka lima kelas penyisihan dan satu sesi untuk final. Untuk jumlah gantangan terbatas, hanya sepuluh peserta saja di kelas A sampai E. Masing-masing kelas, juara hanya diambil tiga besar. Dari keseluruhan juara 1-3 di lima kelas tersebut, dipertemukan di partai final. Dan akhirnya dikerucutkan menjadi juara lima besar.

Bagaimana sistem penilaiannya? Berbeda dari latber atau lomba pada umumnya. Beberapa juri memantau puluhan burung yang dikonteskan. Tidak demikian di latber Bitingan. Jumlah juri juga sesuai dengan jumlah burung yang digantangkan. “Satu burung satu juri, kalau sepuluh ya sepuluh juri juga. Ini biar lebih jeli pantauannya,” Ucap Alwi Bendol.

Tugas juri Bitingan disini adalah memantau Pleci bunyi, dalam artian buka paruh. “Panjang atau pendek asalkan buka paruh, terhitung satu kali bunyi,” lanjut pak BD sapaan akrab Alwi Bendol. Apabila sang gaco sudah berbunyi sepeluh kali, juri wajib memberi aba-aba korlap agar memberi bendera favorit warna merah pada nomer gantangan sang burung.

Berapa lama waktu penilaian? Setiap sesi membutuhkan 10  menit waktu penilaian. Selama itu juga gaco peserta akan berlomba-lomba berbunyi sebanyak mungkin. Sebagai penentuan, diakhir sesi, korlap akan menghampiri juri yang mendapat bendera favorit warna merah. Selanjutnya menghitung jumlah bendera merah tersebut untuk diambil tiga besar. “Juara satu hingga tiga layak mengikuti final. Bagi yang nggak masuk tiga besar bisa ikut sesi penyisihan selanjutnya,” kata Wawan KPS yang saat itu sebagai korlap.

Di partai final, sistem penilaian sama juga dilakukan. Bedanya hanya dijumlah peserta. Lima kelas penyisihan dengan sepuluh peserta, di final menjadi 15 peserta dari pengumpulan juara tiga besar kelas A hingga E. Lama waktu pun tetap, untuk juara di partai final berjumlah lima juara.

Dari segi hadiah, latber Bitingan tak ingin membuat peserta kecewa. Umumnya, sang juara pertama yang lebih banyak mendapat hadiah. Di Bitingan tak ada perbedaan yang mencolok. Juara 1-4 mendapat hadiah pembinaan, sedangkan juara lima tak perlu berkecil hati.

Pasalnya doorprise seekor burung Pleci diberikan bagi juaranya. “Dari sinilah rasa guyub antar peserta mampu terjalin dengan baik,” terang pak BD yang diamini Plecimania lainnya saat ngobrol santai bersama wartawan majalahburungpas.com usai latber Bitingan di belakang Gedung Serbaguna Kalibokor Surabaya. (tef)


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Owner Argomulyo Bf mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1438 H in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   17142204 Page View
    Visitors   883799 Pengunjung
    Visitor Online   8 Pengunjung Online