Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Zaman Nabi Muhammad SAW. dalam pemilihan pemimpin tidak ada diel politik pembagian kekuasaan

Senin, 30 Juni 2014 | 21:29 WIB
Dibaca: 1701
Zaman Nabi Muhammad SAW.  dalam pemilihan pemimpin tidak ada diel politik pembagian kekuasaan
IMMAWAN WAHYUDI MEMBERIKAN PENGETAHUAN TENTANG PEMIMPIN

Jogjakarta Media online majalahburungpas.com, bulan puasa merupakan bulan mulia sehingga banyak umat Islam menjelang buka mengikuti pengajian.

Sepettihnaya pada hari Ahad 29 juni 2014 dimasjid Gede kauman Yogyakarta yang melangsungkan pengajian terpntau oleh medaia menjelang buka bersama ini masyarakat di sekitar masjid, khusu mendengrakan pembicaranya.

Tokoh masyarkat sekaligus bupati Gunungkidul, hadir dalam forum itu, Ia mengatakan di zaman modern pandangan tentang kepemimpinan sangat kurang hal ini, terlihat adanya masjid tidak boleh untuk politik, bila sudah demikian  lalu untuk apa, sebab dari dulu masjid tak hanya untuk ibadah saja akan tetapi untuk banyak kegiatan sosial termasuk politik.

Hal ini perlu kita ingat di zaman Nabi SAW,dia kepala negara dalam pemandangan yang modern yakni di madinah  ada piagam madinah, yang kemudian atas kepemimpinan nya mampu mengumpulkan tokoh tokoh muslim dan nasrani dan tidak ada pembagian kekuasaan legistatif, dan yudikatif dan ini sudah terjadi 16 abad yang lalu "Papar Immawan.

Pemilihan pemimpin kata immawan wahyudi di forum pengajian menjelang buka bersama 29 Juni 2014 di masjid Gede kauman lantas juga mengutif  Imam Ghozali  menjabarkan yang penting pemimpin bisa mensejahterakan rakyat atau tidak.

Sinar awal dan panduan kehidupan modern justru datang dari kalangan umat Islam, dan negar negara barat yang mendenggang denggungkan seperti halnaya ilmu kedokteran sosiologi,kimia dan lain lain itu sesungguhnya awalnya adalah warisan dari para memikir pemikir dan filosofi filosofi Islam zaman dahulu.

Demikian sesungguhnya kehidupan yang komplek kemudian umat islam mengalami penurunan kualitas, pergeseran pengelompokan dan terjadi saling berdiri sendiri atau terkotak-kotak, bahkan ada yang mengaku paling ahli sunah, Dan hanya faham kelompok kelompok  selanjutnya ini lebih di utamakan dari pada Islam secara kaffah atau kebersamaah. Jelas Immawan di hadapan jamaah tersebut. tim red.


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Burung kecll Blacktroad kicauannya merdu in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   17281578 Page View
    Visitors   890778 Pengunjung
    Visitor Online   14 Pengunjung Online