Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Sembahyang Bulan Arwah ( Gui Jie) Bagi Warga Tionghoa.

Sabtu, 2 Mei 2015 | 06:57 WIB
Dibaca: 1048
Sembahyang Bulan Arwah ( Gui Jie) Bagi Warga Tionghoa.
KOHBING/HERIANTO KURNIAWAN TOKO EMAS KRANGGAN JOGJAKARTA

Media online Majalahburungpas.com warta info umum seputar warga tionghoa sosial ibadah, tata cara dalam arangkaian imlek bagi warga Tionghoa di lakukan pada bulan 7 penaggalan imlek, hal ini di sampikan oleh Kohbing/Herianto kurniawan pengusaha dan toko emas kranggan jl. Adisucipto 16 Jogja kepada awak media ini.

Lebih jelas Kohbing menuturkan, Sembahyang ini biasa dilakukan pada bulan 7 penanggalan Imlek. Sembahyang ini memiliki banyak sebutan antara lain Yulanpenhui atau Zhongyuanjie, sedang sebutan Gui Jie, Qiyuebanini terkait Budhisme.

Sedangkan Taoisme menyebutnya sebagai Zhongyuan jie, mayoritas orang Tionghoa menyebutnya Gui Jie atau Qiyueban. Pada umumnya masyarakat hanya beranggapan bahwa bulan 7 adalan bulan hantu atau bulan setan.

Sebenarnya menurut penulis berasal dari berbagai sumber istilah yang tepat adalah bulan arwah dan merupakan salah satu dari hari arwah dalam budaya Tionghoa hari lainnya adalah Qing Ming dan tanggal 1 bulan 10.

Secara umum orang beranggapan bulan tersebut adalah bulan untuk menyembahyangi arwah gentayangan, adanya arwah gentayangan ini juga dipercaya oleh masyarakat Jawa karena di dalam masyarakat pernah kita mendengar orang kesurupan di dalam pertunjukan jaran kepang atau arwah yang masuk ke dalam tubuh anak – anak sekolah ketika berada di sekolahan meskipun akhirnya dapat di sembuhkan oleh Kyai atau Bhiksu untuk masyarakat Tionghoa yang biasa tinggal di Vihara.

Perayaan Zhongyuan jie ini adalah hari penebusan dosa dimana pada umumnya di lakukan upacara penyeberqangan para arwah gentayangan dan salah satu bagian penting upacara ini adalah Baichan atau upacara pertobatab karena pada tanggal 15 itu adalah hari dimana Diguan Qingwadadi melakukan inspeksi atau melakukan peninjauan dan dipercaya mencatat semua perbuatan manusia yang berbuat jahat.

Upacara ini dipercaya umat kalau arwah yang gentayangan bisa maka persembahan yang kita berikan. Pada umumnya upacara ini dilakukan di panggung kesepian yang berguna untuk menyembahyangi para arwah yang tidak mendapatkan penghormatan tau persembahan yang layak menurut tradisi agama Budha dan Toa yang dipeluk masyarakat Tionghoa di jaman dahulu masih dilestarikan sampai sekarang.

Setelah upacara selesai biasanya dilakukan pembakaran perahu yang disebut Fa Chuan atau perahu Dharma/ ajaran untuk para arwah melayari lautan penderitaan dan mencapai pantai kebahagiaan.

Perahu ini disebutkan demikian karena para arwah telah dibacakan Dharma atau ajaran mengenai yang benar dan pentingnya belajar melepaskan emosi atau kekotoran batin yang menutupi diri mereka sehingga tidak bisa memasuki alam kebahagiaan dan terombang ambing di alam kemtian palsu.

Kepercayaan ini sebenarnya juga ada dalam agama Kristen dalam sahadat agama katolik juga dipercaya tempat penantian sebelum manusia yang percaya kepada Yesus dibangkitkan dari orang mati dan masuk surga dan masuk kehidupan yang kekal.

Untuk orang Yunani kepercayaan melewati sungai juga dipercaya karena ini juga mirip kepercayaan Yunani yang sudah lenyap. Waktu itu dipercaya kalau orang sudah meninggal itu akan melewati sungai Styx arti katanya yaitu kebencian dan ketidaksukaan untuk masuk ke alam kematian.

Perayaan bulan 7 itu sebenarnya bisa membangun karakter manusia menjadi lebih baik lagi dengan pertobatan berarti tidak mengulang perbuatan jahat yang merugikan orang lain.

 Kesimpulan yang bisa di petik adalah kalu manusia itu hidupnya singkat jadi kita wajib mengisinya dengan perbuatan yang baik dan juga bisa membuat kebaikan bagi diri kita dan juga orang lain karena semua ajaran agama apapun pasti intinya mohon ampun atas segala dosa untuk bisa masuk dunia yang sering disebut Surga.

 Berbahagialah orang – orang yang percaya akan Tuhan karena Tuhan menjanjikan pebnebusan dosa dan kita semua dapat masuk surga yang abadi, demikian kata Kohbing seperti dalam tulisannya seraya berkata tiga hal di bawah ini.  Tim red.

GAJAH MATI MENINGGALKAN GADING

HARIMAU MATI MENINGGALKAN BELANG

MANUSIA MATI MENINGGALKAN NAMA

 


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Fox bird farm perkutut Kebumen Jateng in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   16056779 Page View
    Visitors   826165 Pengunjung
    Visitor Online   9 Pengunjung Online