Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Inilah sejarah kata Cina Di Indonesia

Kamis, 3 September 2015 | 20:59 WIB
Dibaca: 1932
Inilah sejarah kata Cina Di Indonesia
TENGAH KOHBING DI APIT 2 DARA PARA PENYANYI

Redaksi-Media hobi Majalahburungpas.com halaman info umum warta warga seputar Tionghoa, Mungkin di antar kita atau relasi bahkan teman di sekeliling anda tidak tahu sejarah bagamian asal mula Cina, nah info ini bisa menjadi referensi untuk tahu dan semoga bermanfaat.

Penyebutan kata Cina sekarang sering disebut Tionghoa karena kata Cina sering diartikan olok – olok oleh orang keturunan Cina.

Menurut riset para ahli sejarah kata Qin telah digunakan sejak awal abad 17. Kekaisaran Qin terkenal karena dibawah kaisar  pertamanya yaitu Qin Shi Huang Ti dalam pemerintah ini ilmu pengetahuan berkembang pesat dan terjadi pembakuan ukuran dan berat serta system penulisan bahasa.

Tembok Cina yang termasuk 7 keajaiban dunia juga dibangun pada saat kekaisaran Qin ini.

Sejak abad 12, pada tahun 1293 ( prasasti Kudadu ), ribuan orang bangsa Mongol yang dikenal dengan pasukan Tar – Tar menyerang Singosari, yang ketika itu Raja Mongolnya bernama Ku Bilai Khan sedang raja Singosari bernama Jayakatwang, sampai sekarangpun orang yang bernama Khan di seluruh dunia kebanyakan beragama Islam.

PAda awal kedatangan para perantau yang disebut Cina baru atau singkek, mereka yang hidup melarat karena memulai kehidupan dari nol/tanpa modal. Pola hidup mereka sangat sederhana, hidup sangat hemat dan terkesan pelit atau kikir, sehingga sampai sekarang masih banyak orang Cina yang biasa dijulukia pelit karena mereka orang Cina tidak mau mengeluarkan uang untuk berboros – boros ria untuk menikmati kesenangan sesaat.

Sehingga orang Cina di Indonesia pun untuk generasi tua tidak terbiasa berhutang untuk memenuhi kehidupan sehari – hari. Sebenarnya kata pribumi sendiri tidak jelas kriterianya, apakah berkulit sawo matang atau berkulit kuning dan bermata lebar atau sipit serta berambut lurus atau keriting seperti orang Indonesia bagian Timur pada umumnya.

Untuk di Indonesia, biasa yang dikatakan Cina adalah dari suku Han, yang bermata sipit dan berkulit kuning, dimana leluhurnya bermukim di sekitar Hongkong atau propinsi sekitar Guang Dong (warga Cantonese dan Hakka), sedang yang disekitar Guang Xi (warga Hokkian), yang bermigrasi ke Indonesia tahun 1900 sampai Indonesia merdeka. Karena saat itu untuk ke Indonesia tidak dibutuhkan surat – surat hanya bayar tiket kapal mau kemana saja ke Asia Tenggara termasuk Indonesia sangat mudah.

Kenyataaanya orang bangsa Cina yang berasal dari sekitar Yunan, sudah dianggap pribumi yang rata – rata beragama Islam dan sudah membaur dengan masyarakat setempat. Ini tidak bisa dipungkiri seperti pepatah hemat pangkal kaya, jadi banyak pejabat orang Indonesia atau pedagang kaya dikuasai oleh orang Indo atau blasteran.

Secara nalar juga bisa dipahami kalau orang berani merantau biasanya orangnya berani dan punya keahlian khusus, orang Cina yang dipekerjakan oleh bangsa Belanda di Indonesia punya keahlian pertukangan, jasa konstruksi.

Contoh kebanyakan orang keturunan Cantonese punya keahlian sebagai tukang kayu dan anak keturunannya di Indonesia punya perusahaan mebel, took besi dan lain – lain.

Tokoh Tionghoa DIY Herianto Kurniawan atau Kohbing yang menulis banyak tentang asal mula Cina di Indonesia menjelaskan  kepada wartawan media ini bahwa orang Indonesia warga keturunan khususnya Tionghoa menganggap.

kalau orang Cina yang lahir dan cari makan di Indonesia menurut Undang – undang No. 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan sudah dianggap warga Negara Indonesia seutuhnya (pribumi ) jadi sekarang tidak ada lagi istilah pribumi maupun non pribumi, yang ada adalah WNI keturunan Tionghoa atau suku Cina ataupun suku lain.

Dengan menghilangkan segala bentuk diskriminasi, maka rakyat Indonesia tidak terkotak kotak sehingga menghindari berbagai konflik maupun kerisauhan yang sebenarnya dan bisa dihindari, sehingga dalam kehidupan berbangsa dapat bersama sama membangun Negara Indonesia yang makmur dan maju. “Fid/ym/sg


Berita Terkait


1 Komentar


Smiley
Rabu, 29 Juni 2016 | 01:39 WIB
Aparneptly this is what the esteemed Willis was talkin' 'bout.
Balas

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Suara murai batu isian lantang berkicau in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   17118736 Page View
    Visitors   882866 Pengunjung
    Visitor Online   14 Pengunjung Online