Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Sri Sultan ‘Keris Sebagai Dasar Manunggaling Kawula Gusti

Rabu, 1 Maret 2017 | 14:38 WIB
Dibaca: 4052
Sri Sultan ‘Keris Sebagai Dasar Manunggaling Kawula Gusti
PENYERAHAN BUKU DALAM ACARA PERKERISan nasional bantul 2017

Selain batik, UNESCO telah mengukuhkan Keris sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia. Sehingga Keris menjadi warisan mahakarya dunia non dendawi yang memililki takar teknologi dan estetikayang menjadikan Keris Sebagai budaya milik dunia.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dalam sambutannya di hadapan Paguyuban Pelestrai Keris se-Indonesia, dalam perhelatan Musyawarah Agung Senapati Nusantara di Gedung Pyramid Bantul mengatakan, seperti halnya batik, sudah semestinya masyarakat perkerisan Indonesia harus merasa bangga atas pengakuan ini. Dan hendaknya mendorong pemerintah serta masyarakat pecinta keris untuk senantiasa menjaga kelestarian keris sebagai budaya yang adi luhung.

Raja Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini menambahkan keris erat kaitannya dengan kultur jawa. Karena menyimpan keunggulan teknologi nenek moyang, yang erat akan sejarah, nilai-nilai filosofi serta estetika. Di mana keris dalam wujud awalnya yang paling sederhana wesi wuda, yang sudah ada sejak tahun 700-an Masehi saat Mataram  Kuno.

“Dalam dunia keris di kenal konvesi bapa-tapa, anak-nampa, putu-kelu, buyut-katut, canggah-kesrambah, yang artinya sebagai pesan agar anak cucu eling lan waspada terhadap gebyar dunia sesaat dengan mengedepankan laku prihatin” sambung suami GKR Hemas ini.

Dalam dunia tosan aji, imbuhnya, manusia Jawa merumuskan sebuag doa yang diwujudkan dalam bentuk sebuah keris. Doa tersebut diwujudkan dengan melalui laku tapa, mati-raga, tapa bisu ataupun laku tapa lainnya.

Lebih jauh Sri Sultan memaparkan keris juga sebagai dasar filosofi manunggaling kawula gusti atau wahdatul wujud, di mana hal ini tertera dalam ungkapan curiga manjing warangka, warangka manjing curiga atau menyatunya insane dengan sang Khalik.

Sementara itu Ketua team Formatur Musyawarah gung Senapati Nusantara MM HIdayat mengatakan sejak mendapat pengakuan dunia melalui Piagam UNESCO pada 25 November 2005, sebagai A Masterp[iesces Of The Oral And Intangible Heritage of Humanity, perkembangan tosan aji di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini ditandai dengan maraknya pertumbuhan paguyuban keris hingga pelaku tosan aji nusantara maupun penikmat atau kolektor keris yang menunjukkan peningkatan setiap tahunnya.

Hidayat lalu menguraikan saat ini di Imogiri Bantul ada 221 orang pengrajin perabot keris serta beberapa Mpu. Sedangkan di Surakarta terdapat puluhan Mpu keris serta pengrajin pendok dan warangka. Dan hebatnya lagi, di Sumenep Madura terdapat 648 lebih Mpu, Pande, Pengerajin keris dan ukiran yang tersebar di tiga kecamatan.

“Perkembangan keris juga merambah ke luar pulau Jawa, seperti Bali, Sulawesi, Lombok dan Sumatera, yang mana di daerah tersebut juga memiliki Mpu. Hal ini menjadi kabar baik dan menyenangkan, sehingga keris saat ini bisa menjadi bagian budaya bangsa kita yang harus senantiasa dijaga kelestariannya” sambung Hidayat.

Peluncuran Buku dan Pelantikan Dewan Kesekretariatan Nasional Senapati Nusantara

Musyawarah Agung Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara atau Senapati Nusantara sendiri digelar sebagai tindak lanjut pasca dideklarasikan berdirinya Senapati Nusantara di Bumi Wengker Ponogoro jawa Timur, 4 Oktober 2016 silam.

Adapun agenda utama dari Musyawarah Agung ini adalah pemilihan Dewan Kesekretariatan Nasional Senapati Nusantara masa bakti 2017-2021.

Dalam perhelatan selama tiga hari tersebut, terpilih sebagai Sekretaris Jendral Dewan Kesekretariatan Nasional Senapati Nusantara adalah Ir Hasto Kristinato, Ketua Pelaksana Harian dipercayakan kepada Moch Manshur Hidayat dan Bendara Umum, Sakti Wahyu Trenggono.

Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, selain agenda utama juga dimeriahkan dengan bursa tosan aji, workshop oleh Mpu Sungkowo Harumbrojo dari Imogiri Bantul, lelang tosan aji juga ditampilkan atau dipamerkan ratusan keris kuno, seperti koleksi keris yang berasal dari abad VII, keris di masa Kerajaan Singosari maupun keris di masa Majapahit.

Dan guna menjalin komunikasi serta menjembatani para pencinta keris, dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan buku yang berisikan pesona keris nusantara oleh Sri Sultan HB X.

 


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Perkututnya raih prestasi H.Gunawan bekasi di grujuki air hingga basar kuyub in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   17264265 Page View
    Visitors   889986 Pengunjung
    Visitor Online   6 Pengunjung Online