Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Mega Proyek pasir besi Kulonprogo, tanah pasca tambang makin subur, petani di untungkan

Kamis, 26 Mei 2011 | 12:09 WIB
Dibaca: 2145
Mega Proyek pasir besi Kulonprogo, tanah pasca tambang makin subur, petani di untungkan
tanian jmi

Wates, Majalah Burung Pas.com, Kabupaten Kulonprogo, bakal menjadi daerah yang makmur. Beberapa bukti yang di lihat adalah pembangunan sector ekonomi dan sarana lainnya telah makin baik.

Salah satu program yang kini sedang di sosialisasikan untuk memajukan daerah ini, adalah pembanguanan dermaga ikan yang telah sebagian di bangun di bibir pantai, yang masuk di Karang wuni.

Pembanguan untuk meningkatkan ekonomi bagi warga, untuk jangka panjang adalah di bangunnya pilot proyek, yang sementara ini masih dalam proses amdal.

Pilot proyek yang akan mengolah sebagian potendsi pesisir pantainya itu adalah mega proyek dan industri pengolahan bijih pasir besi. Bijih pasir besi kedepan akan di saring dan di ambil untuk bahan pokok pembuatan baja. Bupati Kulonprogo Santoso Dipo, ketika menyampaikan kepada media ini, Kelak Kulon progo akan menjadi daerah terkaya di Diy. 

Sebab memiliki pabrik baja yang terbesar di asia, dengan pembangunan ini shoow pasti ekonomi rakyat bisa meningkat, bahkan bisa turun temurun lebih makmur “Kata Bupati saat di temui majalah burung pas di kantor dinasnya beberapa waktu yang lalu.

 MEGA PROYEK PASIR BESI

Di sebelah barat pantai Trisik merupakan lahan yang telah di bangun untuk mengawali mega proyek pasir besi. Di tempat ini pula juga telah di bagun sarana dan prasarana, yang di namakan PUSDIKLAT pertambangan PT.Jogja Magaza Mining,sebagai pilot projeknya.

Sedang pembangunan mini engine pengolah pasir besi sebelum pabrik beroprasi di tempat ini merupakan sebagai diklat calon tenaga kerjany, selain juga tempat arena sosialisasi pengolahan bijih pasir besi.

Tentu saja untuk maju dan berkembang tidak serta merta mendapat tanggapan lunak dari warga sekitar, akan tetapi juga ada yang menentang pembangunan ini, apalagi informasi yang di peroleh warga sangat minim, meskipun tak kurang–kurangnya perusahaan  dan pemda mensosialisasikan pembangunannya, sehingga tak sedikit dari  mereka tidak setuju adanya pengolahan pasir besi ini, karena akan mengganggu lahan pertaniannya. Melihat kenyataan ini pihak perusahaan dan pemerintah kabupaten Kulonprogo, bahu membahu lebih intensif menjelaskan mega proyek tersebut.

REHABILITASI TANAH GALIAN UNTUK PERTANIAN

Salah satu program yang di sampaikan Managenet PT. JMI. Yang membidangi Rehabilitasi tanah pasca tambang Bp. Mulyono, menyampaikan, kami menangani tanah, pasca tambang agar lahan dapat di pakai sebagai lahan pertanian kembali.

Penelitian, yang telah kami dapat melalui praktek budi daya tanaman, ternyata hasilnya tetap bagus, bahkan tanah lebih subur, tanaman juga dapat tumbuh dengan cepat serta layak.

 Hasil yang dapat kami peroleh tanaman Tomat, Lombok, Brambang, dan lainnya saat memakai tanah pasca tambang tetap subur.

TANAH SUBUR, COCOK SEBAGAI  LAHAN PERTANIAN PASCA TAMBANG

Tanah/pasir yang di pakai untuk lahan pertanian kembali ini, menjadi lebih padat, serta butiran tanah menjadi lebih lembut, nah dengan melihat yang demikian ini, tanah pasca pengolahan tambang tak ada masalah sebagai lahan pertanian kembali.

Tamanan lebih subur karena tanah yang lembut tadi mampu menahan air, sehingga akar tanaman menjadi kuat sehingga pohon akan tegap tidak mudah roboh. Sedangkan  hasil tanaman subur, Karena tanah mampu menyimpan resapan air yang lebih lama, sehingga  akar tanaman akan tetap, kuat serta mampu  tumbuh dan berkembang, Karen air tidak langsung amblas,  Dan anda tahu sendiri kan OOOM ? ini perlakukan sama, bibit yang sama, luas lahan yang sama, pupuk sama, perawatan juga sama hasilnya bedakan ? “ Tutur Mulyono sambil menujukan hasil pertaniannya di komplek PT.JMI tersebut,

TANAH ASLI PRA TAMBANG

Tanah yang sebelum di tambang memang sudah terbiasa sebagai lahan pertanian, akan tetapi, hasilnya berbeda. Tanah asli butiran tanahnya lebih besar, sehingga tidak mampu secara lama atau lemah saat menahan air.

Selain itu akar tanaman juga kurang kuat di banding yang sudah di olah, dengan demikian, wajar bila pohonnya kurang kuat pula. Dengan hasil dan temuan ini, kedepan warga pesisir pantai akan tetap memiliki area lahan pertanian, tetapi justru malah lebih subur.

Kekawatiran para petani penggarap lahannya, pasca tambang agak tersendat manakala kurang penjelasan, atau tidak mau menerima, keterngan, dan yang lebih tragis, mereka di susupi doktrin oleh orang yang tak sepaham kemajuan, yang menyampaikan tambang pasir besi merusak lahan pertanian. Dan perlu di ketahui penambangan, kelak tidak akan sedalam pertambangan  lapindo Sidoarjo, akan tetapi hanya berkedalaman sekitar 6 meteran, oleh sebab itu ini perlu di pahami “tutup Mulyono. (Team fid


Berita Terkait


1 Komentar


Multi Utama Bisnis Solusi
Kamis, 26 Mei 2011 | 11:18 WIB
Kami ada ide metoda pengolahan lahan pasir yang kami yakin dapat dukungan dari petani pesisir. Email : cbp_mubs@yahoo.co.id
Balas

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Charlie Bird farm mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1438 H in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   17457528 Page View
    Visitors   899121 Pengunjung
    Visitor Online   4 Pengunjung Online