Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Mantan Rektor ISI, Bandem: Sri Sultan Tokoh Seni Pertunjukan

Selasa, 27 Desember 2011 | 17:24 WIB
Dibaca: 1605
      Mantan Rektor ISI, Bandem: Sri Sultan Tokoh Seni Pertunjukan
Bp.Bandem tertawa lebar

Warta kampus  perguruan tinggi, sajian majalah burung pas.com, Menanggapi pemberian penghormatan atau penganugerahan Gelar Doctor Honoris Causa (HC), kepada Sri Sultan HB X, mantan rector ISI Yogyakarta periode 1999-2002 dan 2002-2006, Prof DR I Made Bandem turut memberikan apresiasinya terhadap penganugerahan tersebut.

Menurutnya, Sri Sultan HB X memang sangat pantas menerima gelar ini karena kontribusinya terhadap seni, terutama seni pertunjukan sangat tinggi. Beliau adalah tokoh, putra terbaik yang paling pantas mendapatkan gelar kekormatan ini.

Jasa-jasa beliau dalam pemgembangan dunia seni-budaya sudah tidak perlu diragukan lagi. Sebagai seorang raja, di mana keraton Yogyakarta merupakan symbol budaya beliau selalu membuka diri untuk memajukan seni-budaya” ungkap Bandem yang saat ini juga sibuk mengajar di salah satu univesitas di Boston AS.

      Lebih jauh pria asal Bali yang pernah menjabat Rektor ISI hingga dua periode ini menjelaskan pemberian gelar  atau penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa (HC) kepada Sri Sultan HB X sebenarnya sudah lama direncanakan. Apalagi sebelumnya ISI Yogyakarta juga pernah memberi penganugerahan kepada Ki Cokro Warsito, ahli karawitan Yogyakarta, pada 2005, serta Ki Timbul Hadiprayitno, 2010.

      “Ki Timbul saat itu diberi penganugerahan karena beliau berhasil menyelamatkan warisan budaya, yakni wayang dihadapan UNESCO” ujarnya.

      Sementara itu ketika majalahburungpas meminta pendapatnya tentang pidato Sri Sultan, Bandem menyatakan pidato Sri Sultan terkait karakter bangsa sangat pas dengan kondisi saat ini. Pembangunan karakter bangsa harus melalui tiga kunci kecerdasan. Yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional yang didalamnya terdapat unsur seni serta kecerdasan spiritual.

“Kecerdasan spriritual saat ini telah banyak ditinggalkan di Negara-negara barat, padahal dengan kecerdasan spriritual dapat membawa prestasi di dunia internasional” tuturnya.

      Ditanya harapan ke depan, Bandem berharap akan muncul tokoh-tokoh seni yang lain yang mampu berbicara di tingkat internasinal. Tetapi harus tetap sesuai dan mengacu pada letak budaya kearifan local. “ Dan seni, katanya, tidak terbatas pada apa yang dilihat. Bahkan David Beckham pun termasuk seniman, yaitu seniman sepakbola” tutupnya. anjar


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Perkutut putih ada daya kleniknya in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   16048590 Page View
    Visitors   825481 Pengunjung
    Visitor Online   13 Pengunjung Online