Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Mahasiswi Ugm temukan vaksin dari buah Mahkota Dewa

Kamis, 19 Mei 2011 | 13:37 WIB
Dibaca: 1388
Mahasiswi Ugm temukan vaksin dari buah Mahkota Dewa

Majalah burung pas.com, warta kampus perguruan tinggi. Daerah Gunungkidul yang dulu di kenal sebagai penghasil gaplek kini tak lagi demikan.

Masyarakatnya dari tahun ke tahun sdmnya selalu naik dan jenjang pendidikannyapun juga sudah tinggi. Meningkatnya generasi tentu Sdmnya juga   pantut untuk di acungi jempol, sebab salah satu warga Gunungkidul tersebut  berprestasi sebagai penemu vaksin Flu burung yang selalu menghebohkan dunia peternakan.

Ia adalah mahasiswi bernama Artina Prastiwi  usianya yang masih muda yaitu 22 tahun berasal dari kecamatan Nglipar Gunungkidul namanya makin di kenal di kalngan umum.

Dalam otak atik dan melalui nalarnya yang gemilang, mahasiswi dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini mampu mengangkat pamor buah Mahkota dewa menjadi vaksin yang sangat di butuhkan untuk mengatasi flu burung. Dalam penelitian dan penemuannya vaksin, yang baru saja di temukannya tersebut mampu penghambat virus ‘Avian Influenza’ (H5N1). Vaksin yang ditemukan tersebut merupakan ekstrak dari buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) diman tumbuhan ini telah banyak dan tumbuh  di berbagai wilayah di DIY. Sudah tidak menjadi rahasia umum lagi, selama ini vaksin flu burung yang beredar dan di fungsikan untuk vaksin merupakan hasil dari bahan kimia.

Hasil dari oplosan zat kimia ini, juga bernilai mahal,  selain dampak yang di timbulkan terhadap unggas menjadi jelek. Dengan di temukannya bahan vaksin dari buah mahkota dewa ini, tentu ini menggembirakan semua pihak, sebab  temuan vaksin yang berbahan herbal (alami) dari ekstrak buah Mahkota Dewa yang ternyata mengandung senyawa bernama saponin,  yang berfungsi untuk menghambat perkembangan virus flu burung.

 Kedepan vaksin bisa lebih murah dan mudah sebab bahan ada di daerah daerah. “Dalam Racikan serta dosis yang tepat bagi senyawa ini juga mampu menghambat perkembangan virus Avian Influenza (AI) hingga sekitar 87 %, hal ini sudah di uji melalui beberapa kali penelitian, yang memang menghasilkan seperti dalam penelitian itu. Dengan kesimpulan yang amat dalam di sertai hal pendukung lannya,” Saya baru bisa meyakini vaksin dapat di upayakan dengan mudah lewat bahan Mahkota dewa “Ujarnya singkat.

Ia juga menambahkan, Tujuan penggunaan dari vaksinasi tersebut di kandung maksud agar dapat mengurangi kesempatan terjadinya infeksi yang bersamaan antara influenza manusia dan flu burung yang selalu menghebohkan itu.

Sedang infeksi yang timbul mengganda yang selalu bersamaan itu akan melebar pada virus manusia dan virus dari flu burung tersebut untuk saling bertukaran gen atau juga mutasi, Nah hal ini di mungkinkan  akan membentuk sebuah hasil berupa jenis news influenza,kemudian akan mudah menyebar sebagaimana influenza manusia,  tetapi hal ini juga akan mematikan sebagaimana Flu burung, sebab kandungan kadar Saponin yang dibutuhkan untuk memperlambat perkembangan virus itu adalah 10 miugram/mililiter . Sedang vaksin yang digunakan untuk disuntikkan ke unggas sendiri hanya sekitar 0,2 ml. Para ilmuwan yang konsen di dunia perunggasan yang selam ini masih mentok akan hal vaksin yang murah dan bagus sangat sulit terealisasi,namun seiring pesatnya tehnoligi dan pesatnya daya jangkau seseorang dalam meneliti sebuah kasus Flu burung di masa lalu terjawab sudah  penemuan mahasiswi ini ternyata, Ia mapu meraih 2 predikat yaitu sebagai juara 1 di  lomba penelitian serta karya penelitiannya di akui dan terbaik  yang dilakukan masyarakat ilmuwan & tehnologi Indonesia (MIPI) di Bogor, bulan Januari  2011 lalu. Dari hasil dan desas desusnya perolehan penelitian sperti ini tanggal 19 s/d 20 maret 2011 juga akan di paparkan  dalam sebuah seminar internasional, yang boleh di kata Vip sebab digelar Amstecs  Negara Jepang.

“Nah akan kah di lain waktu  muncul ilmuwan yang bisa mengangakat sector usaha yang selain ini  ?? dan berguna bagi nusa dan bangsa ?? jawabnya, mari kita tungggu saja. Sumber skh Kedaulatan rakyat Maret 2011 (Foto Hminews.com)    (nur/fid)

 

 


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Suara burung kenari enak di dengar besutan PKJ Bird farm Jogjakarta in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   17457556 Page View
    Visitors   899121 Pengunjung
    Visitor Online   2 Pengunjung Online