Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Zainal Arifin Pers sebagai pendidik publik harus mampu melawan pandangan Pragmatis."

Sabtu, 16 Juli 2011 | 21:48 WIB
Dibaca: 1369
Zainal Arifin Pers sebagai pendidik publik harus mampu melawan pandangan Pragmatis."
Zainal Arifin

Jogja,Majalahburungpas.com, Bagi insan Pers tiap bulan Februari tepatnya tanggal 9 merupakan hari lahirnya Pers Indonesia. Di usianya ke 65 tahun ini  Pers Indonesia,  sudah mengalami kemajuan yang signifikan, meskipun Pers Indonesia di era orde baru mengalami banyak kendala serta mendapat tekanan dari penguasa.

dalam diskusi di  gedung Persatuan Wartawan Indonesia.  Sejak Reformasi di gulirkan kini pers kita sudah tidak seperti di masa orba tersebut. Tumbuh dan berkembangnya pers terutama sehabis reformasi, tentu juga telah memberikan kemajuan terhadap perilaku serta presure terhadap suatu kebijakan dan perkembangan negara Indonesia. Kemajuan terhadap Pers memang banyak di akui mampu memberikan secercah harapan akan keadilan dan kebenaran, terutama dalam penylenggaraan Negara yang kurang bersih,hingga dapat terkontrol.

Peranan pers, “Kata  Direktur Pusat Kajian anti (Pukat) Korupsi UGM  Zainal Arifin Mochtar Sh LLM, dalam malam refleksi Hari Pers Nasional 2011 di gedung PWI cabang Jogja Sabtu 26 februari 2011, beliau menyampaikan, media harus bisa memposisikan serta mampu melawan padangan pemikiran yang prakmatis, agar pengkonsumsi media dapat lebih cerdas, Di lain itu  peranannya sebagai pendidikan publik merupakan harapan kita bersama.

Di suatu Negara ada  tindakan korupsi yang kuat, namun anehnya tindakan tersebut justru sebagian pejabat serta masyarakat, hal yang terjadi itu malah berguna, ada alasan sempit yang lain, dengan tindakan seperti ini mereka juga mengangap itu bagian dari hak miliknya. Tindakan dan penganut seperti ini, bagi Negara Indonesia. Juga telah ada, dan itu sepertinya sudah mengakar, nah pemahaman yang demikian tersebut dapat di bilang  itulah pemikiran prakmatis yang perlu di lawan dan di luruskan, di sini peranan media sangatlah penting untuk mengembangankan kesadaran  “Papar direktur Pukat tersebut.

Dalam refleksi di kantor PWI tersebut juga di ulas, tampilnya media memiliki 2 pokok penting yaitu membawa kabar senang serta muatan yang keras, hal ini agar para pemangku kebijakan tersebut  dapat terperingatkan, terutama para mafia hukum yang sering melenggang. “Nah yang perlu kita pahami, aksi mafia itu bukan hanya dari pejabat saja yang bisa memainkan peranan mafia, akan tetapi, selaku media pun juga bisa, dan itu sangat berbahaya apabila pelaku mafia itu adalah pemilik media itu.

Pemaparan yang lain, juga terekam komplit di mana, dalam penyampaiannya, media juga akan berbahaya  apabila media itu hanya mengejar rating, oplah serta iklan saja, dan tidak menjalankan fungsi kontrolnya. “Yang penting untuk landasan pengetahuan dan pemikiran, media itu juga memiliki kemampuan untuk menggelindingkan suatu berita atau mengalihkan isu –isu mafia besar.

Malam itu di sampaikan secara gamblang, bahwa media  di akui, mampu menghajar dan menekan ketimpangan, terutama yang jelek agar bisa kembali baik, dengan berita beritanya yang demikian ini, justeru itulah yang menjadi daya media untuk di konsumsi, agar dapat lebih menceraskan suatu Bangsa lewat muatannya “papar Zainal di sambut antusias para tamu undangan dan wartawan yang menghairi . (fid) 

 


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch tips memilih induk dan piyik berkualitas in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   16173839 Page View
    Visitors   833549 Pengunjung
    Visitor Online   22 Pengunjung Online