Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Penegasan komitmen K.G.P.A.A. Paku Alam IX dan keluarga besar Kadipaten Pakualaman, Tertuang dibuku warnasari

Rabu, 11 Januari 2012 | 15:20 WIB
Dibaca: 1341
Penegasan komitmen K.G.P.A.A. Paku Alam IX dan keluarga besar Kadipaten Pakualaman, Tertuang dibuku warnasari
Dok. foto KGPAA.Paku alam

Jogjakarta-majalahburungpas.com, News, Terbitan sebuah buku yang menarik merupakan bagian dokumentasi yang kedepan akan sangat bernilai, apalagi isi buku tersebut mampu memberikan sebuah karya dan kenyataan bagi perkembangan sebuah institusi.

Seperti halnya Buku Warnasari Sistem Budaya Kadipaten Pakualaman Yogyakarta yang merupakan buku pertama kali untuk menjelaskan keberadaan Kadipaten Pakualaman berdasarkan beberapa ciri universal kebudayaan.

Menurut salah satu panitia "Sdr, Endah yang di kontak majalahburungpas.com ini, Buku ini mencoba menghampiri Kadipaten Pakualaman dari perspektif pemerintahan, arsitektur, kesenian, kesusastraan, ritual, kearsipan, dan tata boga.

Diharapkan melalui sudut pandang ini, Kadipaten Pakualaman sebagai sebuah entitas kebudayaan dapat dipahami secara lebih utuh.

Di lain itu, penerbitan karya yang tertuang dalam buku ini juga diharapkan dapat menjelaskan bahwa komitmen Kadipaten Pakualaman dalam mengembangkan dan memelihara kebudayaan Jawa tidak pernah surut.

Isi pokok, dalam terbitan buku tersebut,  sebagaimana diteladankan oleh pendiri Kadipaten Pakualaman, K.G.P.A. Paku Alam I dan diterjemahkan dengan cerdas oleh K.G.P.A.A. Paku Alam V dan K.G.P.A.A. Paku Alam VIII yang selalu mengedepankan sikap bijak dan  moderat dalam menghadapi setiap perubahan, maka seluruh kerabat Pakualaman bertekad terus-menerus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk secara bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik.

Oleh karena itu Kadipaten Pakualaman dengan senang hati membuka diri dan ingin bahu-membahu untuk membangun tata kehidupan yang bermartabat dan berwawasan kultural.

Hanya dengan cara ini, kehidupan yang dicita-citakan bersama akan menjadi sebuah kehidupan yang berkualitas karena selalu bersendikan jati diri bangsa yang adiluhung.  

Keteguhan mengukuhkan jati diri bangsa dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk menyikapi derasnya perubahan tatanan dunia yang diakibatkan oleh proses percepatan kemajuan ekonomi, politik, dan kebudayaan serta hubungan lintas ruang yang menjadikan sekat dan batas-batas negara tidak relevan.

Dari pengalaman terlihat  bahwa hanya bangsa yang memiliki jati diri yang kuat dan keunggulan komparatiflah  yang mampu menegosiasikan posisinya. Jati diri dapat diperluat melalui nilai-nilai luhur, sejarah, dan warisan budaya bangsa.

Sementara itu, keunggulan komparatif dapat diperoleh dengan penciptaan jejaring yang baru dan intensifikasi serta akselerasi aktivitas sosial.Berdasarkan hal-hal di atas, penerbitan buku Warnasari merupakan penegasan komitmen K.G.P.A.A. Paku Alam IX dan seluruh keluarga besar Kadipaten Pakualaman untuk terus-menerus terlibat dalam pemerkasaan budaya Jawa sebagai salah satu pilar kebudayaan nasional yang pada gilirannya dapat memberi kontribusi bagi pembangunan karakter bangsa. 

Demikian pra press releasenya, yang di sampaikan kepada media majalahburungpas.com, Rabu 12 januari 2012 via surat elektroniknya,"  fid "


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Tarian gejok lesung memekik di tengah jalan in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   15706892 Page View
    Visitors   811246 Pengunjung
    Visitor Online   17 Pengunjung Online