Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Burung Trotokan Yang Selau di Sayang Warga ' Hutan Kian Mungkret

Selasa, 8 Desember 2015 | 07:00 WIB
Dibaca: 1342
Burung Trotokan Yang Selau di Sayang Warga ' Hutan Kian Mungkret
BURUNG BERKICAU TROTOKAN KIAN MENIPIS

Media hobi majalahburungpas.com, seiring kegemaran warga dalam memElihara hewan piaraan terus berkembang berimbas terhadap jenis jenis burung lokal yang di pelihara  di rumah, ternyata di hutan makin menipis dan berdampak alam makin sepi.

Seperti halnya di hutan hutan dan desa desa yang di telisik oleh tim media majalahburungpas.com di 3 titik yakni Gunungkidul, Bantul dan hutan kaliurang ternyata cukup mengejutkan.

Di daerah ini seperti burung jenis Trotokan atau Trucukan kian menipis, hal ini karena penjaringan burung marak.

Kini makin menipisnya stok alam para penjaring pindah pindah di luar DIY, bahkan sampai wilayah yang lain di luar Jogja.

Dalam bisnis hobi memang cukup menggiurkan sebab bisnis ini tak ada standar harga, artinya semakin minat dan bagus yAng di incar  penghobi dan pembeli berapaun kocek akan di rogoh nah inilah yang membuat dunia hobi tak pernah sepi untuk di terjuni.

Burung asli Indonesia ini banyak di gemari dan di sayang warga karena kicauannya yang ciamik bandul bandul serta memiliki daya jual yang cukup lumayan.

Seekor bakal trucukan harga pasaran sudah tembus Rp.25.000-30.000 kemudian Harga burung akan meroket bila kicauannya lebih komplit selain di masukan dalam kontes berkicau.' run/ym


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Tips mengetahui jantan betina perkutut dengan media batu akik in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   17262328 Page View
    Visitors   889885 Pengunjung
    Visitor Online   6 Pengunjung Online