Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Pantai Kuwaru, Idola Wisata Baru Nan Sejuk

Jumat, 26 Agustus 2011 | 11:54 WIB
Dibaca: 2782
Pantai Kuwaru, Idola Wisata Baru Nan Sejuk
Pantai yang pinggirnya ada tanaman pohon cemara "foto di ambil dari menara setinggi 40 meteran

News Lintas wisata liputan majalah burung pas.com Tak seperti kebanyakan pantai sepanjang laut selatan yang gersang dengan panas menyengat, pantai Kwaru Bantul menawarkan keindahan tersendiri bagi wisatawan. Pantai sepanjang 1 km ini ditumbuhi pohon cemara. Sehingga suasana pantai menjadi cukup sejuk dan rindang.

      Pantai Kwaru tidak hanya sekadar meyuguhkan deburan ombak. Atau, sekadar berjalan-jalan merasakan kelembutan pasir pantai. Tapi, di pantai Kuwaru pengunjung juga dimanjakan dengan kondisi alam yang sejuk jauh dari kesan panas. Di tempat ini pengunjung juga dapat menghilangkan kepenatan setelah seminggu menjalankan rutinitas kerja. Selain itu di bawah semilir angin pantai yang berhembus di sela-sela dedaunan dapat pula memanjakan si buah hati berlarian tanpa khawatir terluka.

      Menurut ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kwaru, Ponijo, pohon cemara di sepanjang pantai selatan ini awalnya berfungsi untuk menghambat angin pantai ke area pertanian penduduk. Sehingga tanaman, seperti padi dapat tumbuh dengan baik. Seiring perjalanan waktu, cemara udang yang ditanam sejak 1999 oleh tim riset dari UGM ini semakin rindang dan mempercantik kawasan pantai Kwaru.

Apalagi di tahun-tahun berikutnya, Fakultas Kehutanan UGM hingga Dirjen RLPS Departemen Kehutanan juga melakukan penghijauan di sepanjang pesisir pantai. Dengan semakin rindangnya Kwaru semakin banyak pula pengunjung yang datang.

Keindahan pantai Kuwaru memang banyak dirasakan oleh wisatawan. Sehingga banyak kelompok masyarakat, mulai dari kelompok kecil muda mudi hingga kelompok masyarakat yang mengadakan acara di area pantai ini. Sebagaimana kelompok RW 02 Tompeyan Yogyakarta, baru-baru ini, mengadakan suatu acara arisan dan outbond di pantai Kwaru. ”Kami sengaja mengadakan acara di sini. Karena tempatnya enak dan sejuk. Hitung-hitung arisan sambil berwisata mas” kata Bambang Santosa ketua RW 02 Tompeyan.

      Selain menawarkan keindahan serta rindangnya cemara udang, pantai Kwaru juga dilengkapi fasilitas bermain. Sebagian warga ada yang membuat kolam renang anak-anak yang terbuat dari plastik terpal, dengan berbagai ukuran, lengkap dengan air pancuran dan mandi bola. Sehingga anak-anak akan semakin betah bermain di sini. Ada juga motor ATV yang disewakan dengan tariff Rp 25.000,-/15 menit.”Untuk berenang di kolam ‘dadakan’ setiap anak cukup membayar Rp 3.000,- bisa bermain sepuasnya” ujar Ponijo, pengelola sekaligus ketua pokdarwis ini.

      Lebih jauh Ponijo mengungkapkan pantai Kuwaru juga merupakan tempat konserfasi penyu. Telur-telur penyu yang tersebar di bibir pantai dikumpulkan menjadi satu lalu ditetaskan di kolam pasir yang dikelola oleh warga Kuwaru. “Biasanya pada bulan Mei induk penyu bertelur. Setelah menetas maka anak-anak penyu akan kami lepas ke pantai” tuturnya.

      Selain telah dikenal wisatawan lokal, berkat promosi via website yang dikelola kelompok pemuda, Kuwaru banyak dikunjungi wiatawan seperti dari Magelang, Semarang, Klaten atau pun Solo. Bahkan ada juga 4 bus rombongan dari Dinas Pertanian dan Kelautan kabupaten Madiun.

      Masih menurut Ponijo, meski tergolong arena wisata baru, dalam setiap minggunya tidak kurang 30.000 pengunjung datang. Sementara di hari libur panjang, seperti kenaikan kelas, tahun baru dan lebaran jumlah pengunjung akan meningkat hingga lima kali lipat.Namun ia menyayangkan setelah adanya retribusi dari Dinas Pariwista Bantul jumlah pengunjung mulai menurun.

      Akses jalan menuju pantai Kuwaru sendiri terbilang mudah. Untuk sampai di pantai Kuwaru perjalanan bisa ditempuh lewat dua jalur, yakni dari arah Srandakan atau melalui jalan Samas. Jika pengunjung melewati jalan Srandakan, sebelum jembatan belok kiri terus jalan ke selatan. Namun jangan salah pilih, karena jalur ini juga menuju pantai Pandansimo.

KINCIR ANGIN

Sedangkan jika lewat jalan Samas, sesampainya di jembatan Merah Sanden, berbelok ke kanan (ke barat). Untuk menuju arah pantai, setiap pengunjung harus ekstra hati-hati bahkan kadang harus bersabar, saling bergantian. Karena jalan menuju pantai masih sangat sempit.

Di sebelah kanan atau tepatnya barat juga dapat di temui  berjajar kincir angin dan terlihat berjajar. Kincir ini dapar menggerakan turbin angin dan mampu menghasilkan listrik. 

Untuk masuk ke lokasi wisata pantai, setiap pegunjung diwajibkan membayar retribusi sebesar Rp 5000,-/motor. Guna menjaga keamanan pantai Kuwaru hanya dibuka dari jam 06.00-17.00 wib karena belum adanya fasilitas penginapan.

Namun dalam urusan kuliner pengelola pantai Kuwaru telah menyediakan warung-warung mulai dari menu tradisional dan tentunya menu seafood. Anjar/fid/Pur

 


Berita Terkait


1 Komentar


ryant august
Jumat, 24 Agustus 2012 | 17:01 WIB
betul memng sejuk dan indah.karena saya memang pernah ke pantai kuwaru bersama kel.
Balas

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Burung kecll Blacktroad kicauannya merdu in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   16174211 Page View
    Visitors   833600 Pengunjung
    Visitor Online   23 Pengunjung Online