Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Optimalkan Pariwisata LSP Sosialisasikan Sertifikasi Agar SDM Meningkat

Rabu, 11 Mei 2016 | 18:01 WIB
Dibaca: 6468
Optimalkan Pariwisata LSP Sosialisasikan Sertifikasi Agar SDM Meningkat
LSP GELAR ACARA UNTUK TINGKATKAN SDM KEPARIWISATAAN.

Media warta digital majalahburungpas.com info lintas wisata, Jogja sebagai daerah tujuan wisata, kemudian Yogyakarta juga memiliki sumber daya manusia di bidang pariwisata cukup tinggi.

bahkan kian hari potensinya makin berkembang dengan baik adanya hal ini perlu di tangkap positif agar bidang wisata makin optimal sehingga berimbas bagi mereka yang ada atau bergerak di perhotelan dan lainnya.

Saat ini ada sekitar  lima juta orang yang terlibat dalam bisnis pariwisata. Akan tetapi dari lima juta orang tersebut baru sekitar 9.500 orang yang menyandang sertifikat kompetensi.

Hal di atas diungkapkan Direktur Eksekutif Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata DIY Hairullah Ghazali disela-sela pemberian penghargaan kepada sejumlah hotel yang dinilai telah siap menuju Jogja Kompenten.

Di mana sebagian besar karyawan  hotel-hotel tersebut telah mendapatkan sertifikasi. Selain penghargaan tersebut diberikan kepada beberapa hotel. Penghargaan juga diberikan kepada lembaga atau institusi pendidikan yang bergerak di bidang pariwisata.

Hairullah Ghazali menambahkan keberadaan atau kekuatan dunia pariwisata sebanyak 70 persen ditopang oleh sumber daya manusia (SDM). Sayangnya SDM kita yang bersertifikasi setara tingkat ASEAN saat hanya ada 20 orang saja. Sehingga dalam era MEA ini kemampuan atau mereka harus ditingkatkan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia  PHRI) DIY, istidjab IM Danunegoro mengatakan minimnya pihak hotel mengilkutkan karyawan hotel mengikuti sertifikasi karena salah satunya disebabkan biaya yang tinggi.

Untuk mengikuti sertifikasi, setiap karyawan dikenai biaya antara Rp 500.000- Rp 600.000,-. Sehingga saat ini baru ada sekitar 3.000 karyawan atau hanya 10 persennya yang telah bersetifikasi. Dan, jumlah terbanyak tentu masih di hotel-hotell berbintang.

”Untuk hotel non bintang atau yang dimiliki persorangan, pihak pemilik hotel seakan keberetan jika karyawannya memiliki sertifikat kompetensi karena boleh jadi nantinya akan dibajak hotel lain” ujar mantan Direktur GQ Hotel ini.

Biaya sertifikasi yang tinggi, sebutnya, sebenarnya bisa disiasati dengan mengikutkan karyawan pada program sertifikasi yang diadakan oleh pemerintah secara gratis oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Jika tidak salah target mereka sebanyak 50.000 pekerja dan untuk karyawan perhotelan diberi kouta sebanyak  13.000 orang. anjar


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Inilah Peforma Ayam Kalkun berjengger panjang in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   16169635 Page View
    Visitors   833332 Pengunjung
    Visitor Online   10 Pengunjung Online