Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Anugrah Adiwarta sampurna Gelar Lokakarya di Lima Kota, Bekerjasama dg Dewan Pers

Minggu, 8 Januari 2012 | 17:25 WIB
Dibaca: 1177
Anugrah Adiwarta sampurna Gelar Lokakarya di Lima Kota, Bekerjasama dg  Dewan Pers
malam pembagian anugrah

Pontianak, Majalahburungpas.com, bertepatan tanggal 12 Mei 2011 yang lalu Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) bekerjasama dengan Dewan Pers menggelar acara spekta kuler,  “bertajuk Lokakarya Kode Etik Jurnalistik untuk Jurnalisme Investigasi” di Pontianak, kota pertama dari rangkaian 5 kota di Indonesia, dengan menghadirkan narasumber-narasumber kompeten, Seno Gumira Ajidarma, penulis dan juga juri AAS 2011, serta Dandhy Dwi Laksono, jurnalis senior. Lokakarya ini merupakan kegiatan lokakarya kali kedua yang diselenggarakan oleh AAS setelah sebelumnya tahun lalu, AAS menggelar loka karya serupa.

“Miskinnya tulisan investigasi karya wartawan tanah air merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi dunia pers kita. Karena justru melalui tulisan investigasi berkualitaslah media dapat benar-benar menjalankan perannya sebagai pemantau kekuasaan dan penyedia informasi mendalam bagi masyarakat,” demikian ujar Seno Gumira Ajidarma.

“Menurut saya tepat sekali jika AAS turut berperan aktif mendorong tumbuhnya tulisan-tulisan investigasi, baik melalui penyelenggaraan rangkaian workshop ini maupun melalui penghargaan khusus terhadap tulisan investigasi,” lanjutnya.

Jurnalisme investigasi adalah sebuah karya jurnalistik yang bertujuan untuk memberi informasi  mendalam kepada publik melalui rincian fakta dan analisa terhadap suatu fenomena atau kejadian. Tulisan itu dibuat berdasarkan upaya investigasi mendalam dengan melibatkan berbagai sumber informasi yang tak jarang membahayakan nyawa jurnalis yang bersangkutan.

Jurnalisme investigasi sempat mengalami masa kejayaan di tanah air. Namun, seiring dengan berkembangnya jaman, karya jurnalisme investigasi semakin berkurang, antara lain karena kurang lengkapnya data dalam pembuatan karya jurnalistik investigasi tersebut maupun kemungkinan adanya tindakan represif terhadap media yang menulis karya bersifat investigasi.

“Melihat pentingnya karya jurnalistik investigasi bagi publik, tahun ini AAS kembali menggelar lokakarya yang bertujuan meningkatkan pengetahuan para jurnalis untuk mampu membuat karya jurnalistik investigasi berkualitas,” ujar Niken Rachmad, salah satu juri AAS yang hadir pada lokakarya mewakili PT HM Sampoerna Tbk. “Tahun ini kami bekerjasama dengan Dewan Pers karena kami melihat Dewan Pers merupakan lembaga yang memiliki visi dan misi yang sama dengan AAS dalam mendorong kualitas jurnalistik di tanah air. Kami berharap bahwa lokakarya ini dapat memberikan pembelajaran yang positif bagi para wartawan di daerah untuk mampu bersaing secara profesional dan berkualitas dengan wartawan lainnya.”

Bentuk lain dari komitmen AAS dalam mendorong tumbuhnya karya jurnalisme investigasi berkualitas adalah dengan memberikan penghargaan tertinggi di ajang tahunan ini. “Mulai AAS 2010, kami memberikan penghargaan tertinggi kepada Kategori Investigatif untuk karya Cetak dan Online dibanding kategori lainnya. Selain itu, kami juga membuka kesempatan kepada jurnalis untuk mengirimkan karya investigasi mereka tanpa ada batasan bidang seperti di Kategori Kemanusiaan dan Foto Berita,” tambah Niken yang memiliki latar belakang sebagai jurnalis.

Secara terpisah, Ketua Komisi Hubungan AntarLembaga, Dewan Pers, Bekti Nugroho menyatakan, munculnya jurnalisme investigasi yang berkualitas menjadi bukti bahwa pers mampu menjalankan fungsi kontrol sosial dengan baik. Karena itu, Dewan Pers mendukung upaya-upaya yang dilakukan berbagai pihak untuk meningkatkan profesionalisme wartawan dalam melakukan liputan investigasi.

“Saat ini, Dewan Pers memberi perhatian yang cukup besar terhadap persoalan profesionalisme wartawan dengan melakukan banyak pelatihan untuk wartawan. Penataan wartawan atas Kode Etik Jurnalistik menjadi salah satu fokus kami,” ungkap Bekti.

Workshop di Pontianak ini merupakan bagian dari rangkaian Lokakarya Kode Etik Jurnalistik untuk Jurnalisme Investigasi diperuntukkan bagi jurnalis media cetak, online, dan juga elektronik yang diselenggarakan di lima kota, yaitu: Pontianak, Surabaya, Makasar, Palembang, dan Ambon.

Mengenai Anugerah Adiwarta Sampoerna

Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) merupakan sebuah ajang penghargaan dan kompetisi bergengsi bagi para jurnalis Indonesia. Ajang ini diadakan oleh PT HM Sampoerna Tbk. untuk mengapresiasi karya-karya jurnalistik, yang diharapkan dapat memotivasi para jurnalis untuk terus meningkatkan kualitas karya mereka. Ajang Anugerah Adiwarta Sampoernamerupakan program tahunan PT HM Sampoerna Tbk. yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2006. Untuk penyelenggaraan tahun ini, setiap peserta wajib mengirimkan karya yang sudah dipublikasikan di media selama periode 1 November 2010 hingga 1 Oktober 2011.

patma

 


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Suara murai batu isian lantang berkicau in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   16078272 Page View
    Visitors   827255 Pengunjung
    Visitor Online   17 Pengunjung Online