Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Musim Kemarau Ratusan Warga Gunungkidul Mengantri Air

Kamis, 4 Juli 2019 | 19:38 WIB
Dibaca: 5995
Musim Kemarau Ratusan Warga Gunungkidul Mengantri Air
AIR DI KIRIM WARGA SENANG

nungkidul – Majalahburungpas.com info umum warta daerah,  Musim kemarau tahun 2019 telah melanda Kabupaten Gunungkidul di Yogyakarta. Kemarau tahun tersebut datang lebih awal.

Akibatnya beberapa kecamatan kini telah mengalami kekeringan sehingga air menjadi barang langka, Selasa (2/7).

Tim ACT mengirimkan 50 ribu liter air bersih ke dua kecamatan, Girisubo dan Rongkop, yang ada di Gunungkidul. Di dua kecamatan ini, air bersih didistribusikan ke empat desa yang mengalami dampak terparah kekeringan serta masyarakat ekonomi prasejahtera.

Guna memudahkan pengiriman air  maka lembaha kemanusiaan terjun di berbagai tempat seperti ke empat Desa Balong, Melikan, Nglindur, dan Tileng, dengan menggunakan truk tangki yang dapat membawa 5 ribu liter air sekali jalan.

Koordinator Tim Program Kharis Pradana. "Air dipindah ke tandon yang telah disediakan di masing-masing desa, atau warga datang membawa ember untuk diisi air" kata Kharis.

Sebanyak 520 warga penerima bantuan air bersih seperti Sukiyem (85) ikut mengantri menyampaikan ucapan terimakasih bersama rasa syukur karena telah dapat menggunakan air bersih yang diberikan untuk mandi, minum, dan bisa di manfaatkan untuk beberapa waktu ke depan.

Warga di desa tersebut untuk mendapatkan sumber air bersih, warga memang harus ke desa lainnya yang jaraknya cukup jauh meski sumber mata air  yang ada menjadi salah satu titik mata air yang masih mengalir.

Akibatnya tak sedikit masyarakat antre untuk mendapatkan air, termasuk truk-truk tangki yang berjajar mengantri berjam-jam untuk dapat mendapatkan air bersih.

Sementara itu berdasarkan  penjelasan Bagus Suryanto bahwa puncak musim kemarau tahun ini ada di bulan Agustus “oleh sebab itu 500 tangki air bersih untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air di Gunungkidul” ujar Bagus (2/7).

Kemudian dampak kekeringan di Gunungkidul ini  tak hanya berdampak pada masyarakat saja, tapi juga bagi lahan garapan pertanian. Terlihat ribuan hektare lahan padi terancam mengalami puso di awal kemarau, sedang air untuk kebutuhan konsumsi juga sulit didapatkan,” jelas Kharis.

Sejak musim kemarau yang datang lebih awal ini, masyarakat di Girisubo dan Rongkop sudah mengantisipasi sawah yang sebelumnya ditanami padi, kini berganti palawija. Ketersediaan air serta pola kekeringan yang telah biasa masyarakat Gunungkidul alami menjadi alasan mengganti tanaman ini.

Penggantian tanaman dari padi ke palawija ini tak dilakukan semua petani di dua kecamatan tersebut. Sebagian lahan masih ditanami padi, lahan ini menggunakan sistem tadah hujan tetapi ada juga sebagian lahan pertanian yang dibiarkan kosong selama kemarau berlangsung. (dinact)


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch 47 tumpeng semarakan kirab budaya dlingo bantul in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   15721954 Page View
    Visitors   811879 Pengunjung
    Visitor Online   15 Pengunjung Online