Media elektronik www.majalahburungpas.com, update ragam warta hobi dan lainnya, klik via  android kamu sejak sekarang pasti mendapat informasi penting didalamnya, silahkan simak  Warta di tiap updatenya  ( Terimakasih)
Kembali Ke Index Berita

Koko Beraksen Batik, Tampil trandy di Saat Santai dan Lebaran

Jumat, 26 Agustus 2011 | 11:20 WIB
Dibaca: 1800
Koko Beraksen Batik, Tampil  trandy di Saat Santai dan Lebaran
Hapsari Budi

Busana Muslim, sajian majalah burung pas.com, berlebaran memang tak ada kewajiban memakai pakaian baru, tetapi berpakaian yang pantas, rapi, bersih dan sopan adalah rangkain umat muslim dalam merayakan hari raya Iedul Fitri  Jelang lebaran seperti ini baju yang bernuansa Islami, tak hanya di pakai untuk pergi ke masjid, namun dalam perkembangannya, baju muslim serta koko bisa dipakai untuk acara santai.  Di Indonesia baju koko lebih dikenal dengan baju taqwa, dan ini awal peredarannya dilakukan oleh pedagang muslim Tionghoa ke Indonesia.

Baju muslim memiliki ciri khas, di mana apabila dicermati, Kata koko memang asal bahasa China. Karena itu dalam perkembangannya baju koko unsur desain Tionghoa, juga menjadi salah satu hal yang dapat kita lihat semisal dari bentuk krah Shanghainya. Dalam perkembangan lain, baju koko lebih identik sebagai pakaian muslim dan kini makin popular dan hampir setiap muslim memakainya untuk perlengkapan ibadah.

      “Sekarang model busana taqwa atau koko telah beragam, dan seiring dengan perkembangan dunia fhasion yang makin di gemari. Beragam mode di buat para perancang hal ini agar lebih diterima banyak kalangan, desain baju koko diberi sentuhan yang lebih trendy, semisal dengan bordir yang minimalis, serta bentuknya yang horizontal, vertikal maupun diagonal membuat pencari baju lebih tertarik.

Salah satu produk baitul Muslim Assidiq, asal Jogja baju koko ini, “saya kombinasikan dengan corak batik” tutur Sodikin, owner Baitul Muslim Assidiq tersebut. Lebih lanjut ia mengatakan, baju koko saat ini tak melulu hadir dengan pakemnya yang berlengan panjang. Namun,desain dan  juga tampilan lengan pendek juga di produksi. Kelebihan lengan pendek bagi pemakai akan membuat baju taqwa terkesan lebih kasual, modis, simpel dan terasa lebih enak saat santai, beribadah maupun ketika bekerja. Dan meski lengan pendek tetapi tidak meninggalkan kesan ketaqwaan seseorang.

      Masih menurut mahasiswa S 2 UII ini, untuk yang suka penampilan dinamis dan berjiwa muda, selain bisa memilih koko motif garis berbordir atau print  geometris, koko berkombenkan batik sangat cocok dan nampak modis dipakai segala usia. Apalagi sesuai dengan perkembangan fesyen saat ini dan pasti akan bisa tampil beda di hari lebaran nanti.

      Selain tampil dengan corak batik, bahan pembuat baju koko produk Assidiq juga disesuaikan dengan kebutuhan dan keiniginan konsumen. Namun sebagian besar bahannya terbuat dari kain katun murni serta polyester ( katun bercampur plastik, di mana bahan ini memiliki keunggulan pada warna yang ngak akan luntur). Sementara warna yang ditawarkan warna dasar putih dengan motif batik tampak depan.

      Sodikin yang didampingi supervisor senior Assidiq, Hapsari Budi Panggastuti, menjelaskan para pria muslim saat ini dalam mengekspresikan diri dengan baju koko tak hanya untuk aktivitas yang berhubungan dengan ibadah. Namun mereka akan selalu berpenampilan dalam setiap kesempatan dan segala suasana dengan memakai baju koko.

      “Assidiq hadir untuk melengkapi dan memenuhi kebutuhan kaum muslim serta turut mewarnai khasanah busana muslim. Mulai dari anak-anak, dewasa hinga para orang tua” papar pengusaha muda ini.

      Jelang lebaran meningkat 4 kali lipat.

      Meski tergolong pendatang baru, kehadiran Baitul Muslim Assidiq menjadi tempat tujuan keluarga muslim di kota Yogyakarta. Selain kolekinya lengkap, harga yang ditawarkan sangat terjangkau segmen pasar kelas menengah. Misalkan koko motif batik untuk anak ditawarkan dengan harga antara Rp 30.000,- s/d Rp 100.000,-. Sedangkan koko dewasa dan orang tua berkisar Rp 60.000,- hingga Rp 200.000,- tergantung dari jenis bahannya. Sementara baju taqwa motif bordir produksi Tasikmalaya, Bandung, Jakarta dan Surabaya harganya sangat variatif.

      Sodikin juga mengungkapkan meski usaha yang digelutinya sempat vakum, antara 2002-2005, namun angka penjualan busana muslimnya selalu mengalami peningkatan hingga 4 kali lipat menjelang hari Raya Idzul Fitri. Hal ini karena setiap hari raya umat Islam selalu berpenampilan yang mencerminkan dirinya seorang muslim.

      Selain baju koko, sambungnya, produk baju muslim pria yang selalu dicari adalah baju gamis. Namun karena baju gamis mencerminkan kultur orang timur tengah, baju gamis kurang diminati pria muslim muda. Meski demikian produk ini,gamis, tetap menjadi bagian kaum muslim di saat lebaran nanti. Anjar/fid


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Lomba perkutut Pengda Cup Solo kelas dewasa senior 16/11/2014 in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   16178786 Page View
    Visitors   834005 Pengunjung
    Visitor Online   12 Pengunjung Online