Selamat berkarya  dengan sungguh-sungguh 'jangan lupa untuk dan sering Menengok berita berita dunia hobi dan satwa dari www.Majalahburungpas.com, dari android kamu sejak sekarang.
Kembali Ke Index Berita

Masuk Desa Bejiharjo Gunungkidul "Kena Upeti Berdalih Restribusi ? Mirif Masuk Tol

Kamis, 8 Oktober 2015 | 08:20 WIB
Dibaca: 1560
Masuk Desa Bejiharjo Gunungkidul "Kena Upeti  Berdalih Restribusi ? Mirif Masuk Tol
dok foto KH "penjaga pos portal menuju desa bejiharjo ke kawasan goa pindul

Gunungkidul-Media online Majalah Burung Pas.com, Warta daerah, Gunungkidul kian terkenal dengan obyek-obyek wisata yang di munculkan sehingga public selalu penasaran dan berujung mengunjunginya. Meski telah ada perkembangan kemajuan pariwisatanya tetapi ada saja persoalan baru yang di hadapi para pemangku kebijakan.

Seperti halnya Desa Bejiharjo jika kawan dan sobat  melewati portal jurusan goa pindul dan Goa Sriti Karangmojo, maka akan di kenai tarif  bagi semua jenis kendaraan baik roda 2 roda 4 atau kendaraan sejenis bus.

Anda yang tidak berwisata serta tidak mau uring- uringan maka di perlukan mengambil atau mencari jalur lain jika menuju Bejiharjo atau Karangmojo, pasalnya jika memasuki arah jalan ke Bejiharjo – menuju Goa Pindul maka anda akan dikenakan Upeti Dengan Dalih Retibusi.

Penarikan dengan alasan memasuki kawasan obyek wisata Gua Pindul tersebut tentunya cukup mengganggu bagi para pengendara umum, terpantau dengan jelas petugas jaga portal akan bekerja menarik retribusi kendaraan milik siapa saja yang melewati  jalan kearah goa pindul tersebut.

Hasil liputan group majalah burung (media pas tv news ) serta rekan koran sinar pagi baru (SPB) Jakarta Rabu 07/10, ternyata setiap kendaraan pribadi yang akan memasuki wilayah tersebut memang benar dihadang, serta diminta wajib membayar restribusi sebelum mereka melanjutkan perjalanan.

Yang menjadi bahan pemikiran, kenapa semua kendaraan yang melewati jalur tersebut harus di kenai upeti, padahal tidak semua kendaraan masuk di portal itu akan masuk obyek wisata goa pindul

Beberapa pengendara ketika di jumpai awak media juga termasuk wartawan 2 media tersebut yang kebetulan juga hanya akan lewat atau menuju ketempat  lain melewati kawasan tersebut, tetap saja di mintai restribusi.

Seperti  keluhan salah satu pengguna jalan rombongan yang akan tilik keluarga di kawasan Bejiharjo  mengaku Yn, bahwa rombongan cukup kesal bahkan mengeluh, sebab rombongan tak akan beriwisata ke pindul, tetapi anehnya pengguna jalan yang melewati tetap ditarik, "ini sama saja dengan masuk Desa bayar upeti apa malah hal ini menjadi legalisasinya, Kemudian jika setiap masuk Desa bayar "apa jadinya negara ini "lontar dia terlihat tersungut-sungut.

Ternyata Bejiharjo Gunungkidul sudah punya jalan Tol dimana setiap kendaraan lewat akan kena tarif dengan bayar seperti layaknya memasuki jalan tol, “Saya hanya kebetulan melewati tidak akan wisata, tetapi tetap saja kami kena tarikan, Dia menambahkan, Jika jalan Tol beneran itukan bayarnya saja lebih murah” keluhnya.

Selanjutnya team awak media mencoba melalui portal yang ditunjukan oleh sumber, ternyata benar,  mobil awak media Koran SPB juga dihentikan, dan berlanjut  penjaga menanyakan dari mana ? mau kemana, Salah satu personil media lantas menunjukan kartu persnya, saya mau lewat  saja  dan kami dari media nasional.

Penjelasan tim awak media masih di tanya petugas jaga, apakah anda mau masuk Gua Pindul atau tidak, setelah dijawab tidak dan hanya melewati, awak media kaget "Ehh ternyata team SPB masih juga dikenakan retribusi Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah), sambil menyodorkan tiket yang di pegangnya.

Setelah itu awak media memberikan uang, maka awak mediapun baru di bukakan pintu portalnya, dan barulah team dapat melanjutkan perjalanan Ke Karangmojo yang memang tidak untuk wisata.

Yang patut di cermati adanya keganjilan, sebab jika hal itu benar aturan yang dikeluarkan oleh Pemda, tentunya ini sangat menggelitik, pasalnya Pemerintah Daerah, dalam hal ini Pemkab Gunungkidul, Nyata-nyata membiarkan penguasaan obyek wisata secara kurang professional, terbukti pengguna jalan umum menjadi kambing perah dengan dipungut upeti dengan dalih retribusi memasuki kawasan wisata goa pindul.

Melihat kondisi dan kenyataan meski pindul menjadi lahan pariwisata, Tetapi sebenarnya keberadaannya  belumlah jelas, hal ini masih terkait masalah perizinan, dan pengelolaan sarana air untuk wisata dan segala rentetannya yang hingga kini belum terang.

Adanya penarikan restribusi kepada setiap pengguna jalan yang mirip jalan TOL tersebut  justru akan menambah timbulnya masalah baru bagi kebijakan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Masyarakat umum pengguna jalan seharusnya mendapat kenyamanan jika mengakses jalan yang ada, bukan malah mendapat sodoran membayar seperti lewat jalan TOL .

Kebijakan atau penarikan restribusi kepada masyarakat umum pengguna jalan tersebut hendaknya bisa menjadi bahan untuk di tindak lanjuti, bahkan sangat penting di tinjau ulang terkait kebijakan serta peraturan yang di buat, atau di cari solusi "agar jangan sampai pengguna jalan yang tidak berwisata ke pindul justru jadi santapan empuk, berdalih masuk kawasan wisata.

Tentu bagi yang akan wisata ke kawasan pindul ndak ada masalah dengan penarikan tiket, tetapi bagaimana dengan warga umum yang kena tarikan restribusi ? apa ndak ada regulasi ?

Jika di hitung sudah berapa juta atau berapa ribu orang dalam sehari ? maka ini jika di kalikan Rp. 10.000 perorang/perkendaraan maka jumlah dalam setiap harinya tentu sangatlah besar, pada hal sebagian mereka yang lewat tidak mungkin masuk goa pindul semuanya “Apa masuk Desa harus bayar upeti ? Dari Karangmojo media pas tv news.com, “melaporkan eklusif, ringan dan terpercaya.(tim red)


Berita Terkait


1 Komentar


tri_aja_gunung_kidul
Kamis, 8 Oktober 2015 | 12:54 WIB
Wah kykny ada oknum yg bermain... Ke pantai di gunung kidul aja murah kok..ini ke goa aja kok mahal... Emang itu jalan mbahmu po.... kiro2 nak Ngarso Dalem kl lewat po yo kon bayar
Balas

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Prospek beternak perkutut londho in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   12313860 Page View
    Visitors   669982 Pengunjung
    Visitor Online   15 Pengunjung Online