Selamat berkarya  dengan sungguh-sungguh 'jangan lupa untuk dan sering Menengok berita berita dunia hobi dan satwa dari www.Majalahburungpas.com, dari android kamu sejak sekarang.
Kembali Ke Index Berita

Tiga pokok untuk meningkatkan kualitas fitrah dan kesucian keislaman pasca ramadan

Selasa, 27 Juni 2017 | 08:45 WIB
Dibaca: 2076
Tiga pokok untuk meningkatkan kualitas fitrah dan kesucian keislaman pasca ramadan
khotin ieu itri 1438 H/2017 jec

Jogja media hobi majalahburungpas.com warta sosial keagamaan khotib iedul fitri minggu 25 juni 2017 di hallaman JEC mensucikan hubungan kepada Alloh SWT dengan cara bertaubat nasuha (tobat yang sebenar-benrnya) agar dosa kita di ampuni sehingga hubungan kita engan Alloh SWT kembali suci dan kita di masukan kedalam surga ”

Seperti firman Alloh , tahrim ayat 8, Yang artinya ‘Hai orang orang yang beriman bertobatlah kepada Alloh dengan tobat yng semurni- murninya ,mudah –mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahan  dan memasukan kamu ke alam surga yang mengalir dibawahnya surga surga.  

Sementara itu dalam Quran Thoha  surat ke 20 ayat 82, di jelaskan, Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat , beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar,

Khotib  Anhar Anshori menguraikan, Alloh sangat senang kepada hamba hambanya yang bertaubat nasuha , namun Dosen Fakultas Muhammad UAD Yogya tersebut, merinci syarat tobat nasuha yang perlu di pertahankan ada lima,

Pertama yang berbuat salah harus menyadari perbuatannnya dan tidak mengulangi lagi

kedua harus menyesal semua dosa yang telah di lakukan

ketiga harus senantiasa memohon ampunan kepada Alloh SWT

keempat harus bertekat  kuat untuk tidak mengulangi kembali dosa –dosa yang pernah di lakukan, kemudian juga tidak berniat untuk membuat dosa baru

kelima harus istiqomah dalam bertaqwa kepada Alloh dengan menjalankan semua perintah-perintahnya seta menjauhi larangan-larangannya

Demikian khotib menjelasakan 5 syarat untuk tobat nasuha yang perlu dan harus di lakukan kepada umat muslim di seluruh dunia.

Kemudian kembali kepada rangkaian meningkatkan kualitas fitrah dan kesucian keislaman tahapan yang kedua ”

adalah  mensucikan hunungan dengan sesma manusia , diman artinya kita sesma manusia akan kembali suci tanpa dosa apabila sesama manusia iklas saling meminta maaf atas kesalahan antar satu dengan yang lainnya, Seperti m penjelasan  Imron yt 134, alladhiina yungfikuuna fisayaro iwadhodhoroo wal kadzimina ghoidho, walafiinan aninnnas, walllhu yukhibul muhsiniin.

Yang artinya, dan orang orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang .Alloh menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Nah para pemirsa, berkaitan dengan hal –hal tersebut di atas maka hendakanya kita perlu ingat,

pertama kesalahan kita kepada orang lain, agar kita terdoronbg untuk meminta maaf pada orang ‘dan semestinya kita menyadari telah berbuat salah.

kedua hendaknya pula kita selalu mengingat kebaikan rang lain yang telah di perbuat kepada kita, dengan demikian kita tidak sombong dan terdorong untuk berterimakasih kepadanya.

oleh sebab itu papar Anhar DI JEC Jogja tersebut, sesama manusia hendakanya kita melupakan, kesalahn orang lain kepada kita , sehingga kita tumbuh rasa benci dan antipati, yangtelah menyalahi kita, selanjutnya kita juga perlu melupakan kebaikan kita kepada orang lain, shingga pula kita tidak merasa sombong, sehingga pahala kebaikan tersebut yang pernah kita tanamkan tidak musnah atau terhapus.

Dengan menjalankan prinsif dasar kebenarkan dan rendah diri, iklas maka kita akan betul - betul suci sehingga hubungan kepada Allohu dan manusia akan melahirkan istiqomah dan suasana ukuwah islamiayah yang damai, hormat menghormati serta saling menyangi dan tolong menolong  baik moril, maupun materiil.

Meningkatkan kualitas fitrah dan kesucian keislaman tahapan yang ketiga adalah”

Mempertahakan dan meningkatkan secara terus menerus dengan tujuan utama ibadah puasa kita yang telah kita lakukan adalah tak yang sebenarnya dan bukan tak dalam arti semu atau pura pura , atau ketaqwaan temporer, tetapi taqwa yang bersifat universal yang melekat dalam aspek kehidupan kita, dengan demikian seperti dalam hadist Timizdi’  yang artinya bertaqwalah kepada Alloh dimanapun kamu berada.

Di hari raya iedul fitri mari kita fungsikan hidup kita sesuai dengan petunjuk-petunjuk Alqurandan sunah nabi Muhammad SAW , dalan dalat mengamalkan selepas lebaran dan di awali dengan pasca ramadan, dengan menjlakan kebaikan 11 bulan yang kan datang,

Demikian isi penting khotbah iedul Fitri 1438 H dari halman parkir Jogja Expo center minggu 25 juni 2017, tim liputan media pastvnews.com group majalahburungpas.com’   

Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Tips mengetahui jantan betina perkutut dengan media batu akik in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   12110104 Page View
    Visitors   662984 Pengunjung
    Visitor Online   13 Pengunjung Online