majalahburungpas.com portal hobi dan umum update ragam warta, hobi burung, satwa, wisata, umum dan video, klik via hp kamu mulai sekarang juga, twitter @majalahburungpas, Jangan ketinggalan hari gini belum tahu majalahburungpas.com Apa kata Dunia ???
Kembali Ke Index Berita

4 Harapan perlu di teladani dari Nabi ibrahim

Jumat, 26 Oktober 2012 | 07:52 WIB
Dibaca: 552
4 Harapan perlu di teladani dari Nabi ibrahim
Umat muslim di sekitar Bon Bin khusuk mengikuti Sholat Iedul Adha dan

Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allhu Akbar Walillahilkham, demikian kumandang takbir dalam rangka hari raya iedul qurban 10 Dzul Hijjah  yang setiap tahun di lakukan oleh segenap umat muslim di seluruh dunia.

Umat Islam di seluruh dunia hari ini Juma't 26 Oktober 2012 atau 10 Dzul Hijjah merayakan dan melakukan Sholat Iedul adha di berbagai masjid, Surau, lapangan dan musholla.

Majalahburungpas.com mencatat salah satu tempat yang di pakai untuk menunaikan ibadah Sholat idzul adha ada di lapangan parkir kebon binatang gembiro loka Jogja, dalam ceramahnya imam dan Khothib yakni, Ahmad Hasanudin Umar S.Th,J, memaparkan ada 4 perkara yang perlu di teladani dari Nabi ibrahim, 

Pertama : Harapan Atas Dirinya

QS. Ibrahim {14}: 35.

Dari ayat ini kita menyimpulkan bahwa Nabi Ibrahim As. amat berharap agar dirinya terhindar dari kemusrikan. Doa ini menampakkan bahwa Ibrahim As, selain menginginkan negeri yang aman , juga beliau menginginkan agar dirinya dijauhkan dari kesyirikan, dengan demikian apa yang diinginkan oleh khalilullah Ibrahim As adalah suatu kenikmatan.

Menurut Sayyid Quthb dalam tafsirnya : doa ini menunjukkan adanya kenikmatan lain dari  nikmat – nikmat Allah. Yakni nikmat dikeluarkannya hati dari berbagai kegelapan dan kejahiliyahan syirik kepada cahaya beriman , bertauhid kepada Allah swt. Karena itu iman atau tauhid merupakan nikmat terbesar yang Allah swt berikan kepada kita semua sehingga iman merupakan sesuatu yang amat prinsip dalam Islam. Allah swt berfirman menceritakan doa nabi Ibrahim as :

QS. Asy-Syu’ara’ {26}: 83-87.

Dari doa Nabi Ibrahim di atas jelas sekali betapa pentingnya menjadi shalih sehingga orang sekaliber Nabi Ibrahim masih saja berdoa agar dimasukkan ke dalam kelompok orang yang shalih. Manakala keshalihan sudah dimiliki, cerita orang tentang diri kita bila kita tidak ada adalah kebaikan. Karena itu harus kita koreksi diri kita, seandainya kita diwafatkan besok oleh Allah swt kira – kira apa yang orang ceritakan tentang kita.

Hal penting lainnya dari harapan Nabi Ibrahim as adalah agar amal – amalnya diterima oleh Allah swt, termasuk orang yang tunduk dan taubatnya diterima oleh Allah swt. Hal ini terdapat dalam doanya :

Qs. Al-Baqarah {2}: 127 – 129 .

Kedua : adalah Harapan Atas Keluarga.

Ada Suatu peristiwa yang direkam dalam Al-Qur’an menggambarkan bagaimana Ibrahim as, yang menginkan agar orang tua beriman dan taat kepada Allah swt. Karenanya beliau pun meluruskan orang tuanya sebagaimana firman Allah swt : QS. An’am {6}: 74.

Selain istrinya yang sudah shalihhah, beliau juga ingin anak – anaknya menjadi anak shalih, taat kepada Allah swt dan orang tuanya dengan karakter akhlak yang mulia, ini merupakan sesuatu yang amat mendasar bagi setiap anak . Karenanya beliau berdoa : QS. Shafat {37}: 100-102.

Di dalam ayat lain disebutkan bahwa dengan keshalihan diharapkan membuat sang anak selalu mendirikan shalat, hati orang pun suka kepadanya dan pandai bersyukur atas kenikmatan yang diperoleh, hal ini disebutkan dalam doa Nabi Ibrahim as : QS. Ibrahim {14}: 37.

Hal yang amat penting mengapa Nabi Ibrahim as amat mendambakan memiliki anak bukan semata – mata agar punya anak, tapi bagaimana anak yang shalih itu mau dan mampu melanjutkan estafet perjuangan menegakkan agama Allah swt.

 

Ketiga : Harapan terhadap Masyarakat

Harapan yang ketiga ini digambarkan dalam Al Qur’an, diantaranya dalam QS. Al-Anbiya ayat 57-60, Nabi Ibrahim as, agar masyarakatnya beriman dan taat kepada Allah swt, bahkan tidak hanya pada masanya tapi juga generasi berikutnya. Dalam rangka itu sejak muda Nabi Ibrahim telah membuka cakrawala berpikir agar tidak ada kemusyrikan dalam kehidupan masyarakat, Allah swt berfirman : QS. Al Anbiya {21}: 57-60.

Karena itu dalam doanya Nabi Ibrahim meminta agar Allah swt mengutus lagi Nabi yang menyampaikan dan mengajarkan ayat – ayat Allah swt, hal ini disebutkan dalam firman-Nya : QS. Al Baqarah {2}: 129.

Dalam konteks kehidupan kita sekarang, masyarakat amat membutuhkan dakwah yang mencerahkan dan memotivasi kehidupan yang lebih baik.

Ke Empat : Harapan Atas Negara dan Bangsa.

Berdasarkan QS. Al Baqarah ayat 126 Nabi Ibrahim as, ingin agar negaranya dimana dia tinggal berada dalam keadaan aman dan memperoleh rizki yang cukup dari Allah swt, bahkan Allah swt memberikan kepada semua penduduk meskipun mereka tidak beriman, beliau berdoa : QS Al Baqarah {2}: 126.

Sayyid Quthb dalam kitab fi Dzilalil Qur’an menyatakan : “Nikmat keamanan adalah kenikmatan yang sangat dibutuhkan oleh setiap manusia, ia memiliki daya tekan yang besar dan sangat berhubungan dengan semangat hidup pada dirinya.”

Apa yang diharapkan oleh Nabi Ibrahim as ini bila kita ukur dalam konteks Negara kita Indonesia ternyata masih jauh dari harapan, hal ini karena keamanan menjadi sesuatu yang sangat mahal. Sementara kesulitan mendapatkan rizki atau makan masih begitu banyak terjadi.

Namun kesulitan demi kesulitan masyarakat pada suatu Negara dan bangsa ternyata bukan karena Allah tidak menyediakan atau tidak memberikan rizki, tapi karena ketidakadilan dan korupsi yang merajalela. Di sinilah letak pentingnya bagi kita untuk istiqamah atau mempertahankan nilai -nilai kebenaran.

Meskipun banyak orang yang korupsi, kita tetap tidak akan terlibat, karena jalur hidup kita adalah jalur yang halal. Setiap orang bertanggungjawab untuk mewujudkan kehidupan Negara dan bangsa yang baik, namun para pemimpin dan pejabat harus lebih bertanggung jawab lagi.

Karena itu kita amat menyayangkan bila banyak orang mau jadi pejabat tapi tidak mampu mempertanggungjawabkannya, jangankan di hadapan Allah swt, di hadapan masyarakat saja sudah tidak mampu, inilah pemimpin yang amat menyesali jabatan kepemimpinannya. RAsulullah saw bersabda yang artinya :

Abu Dzar RA berkata : Saya bertanya Ya RAsulullah mengapa engkau tidak memberiku jabatan ? MAka RAsulullah menepukkan tangannya pada pundakku lalu beliau bersabda : HAi Abu Dzar, sungguh kamu ini lemah, sedangkan jabatan adalah amanah, dan jabatan itu akan menjadi kehinaan serta penyesalan pada hari kiamat, kecuali bagi orang yang memperolehnya dengan benar dan melaksanakan kewajibannya dalam jabatannya ( HR. Muslim ). Demkian isi dan inti Khotib Ahmad Hasanudin tersebut. (team redaksi Yogyakarta)


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Burung kecll Blacktroad kicauannya merdu in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   4931552 Page View
    Visitors   351617 Pengunjung
    Visitor Online   8 Pengunjung Online