Selamat berkarya  dengan sungguh-sungguh 'jangan lupa untuk dan sering Menengok berita berita dunia hobi dan satwa dari www.Majalahburungpas.com, dari android kamu sejak sekarang.
Kembali Ke Index Berita

Upacara adat "Suran" sebagai pelestarian tradisi pengembangan nilai budaya

Kamis, 1 Desember 2011 | 07:20 WIB
Dibaca: 8036
         Upacara adat "Suran" sebagai pelestarian tradisi pengembangan nilai budaya
Dok Foto (Ilustrasi salah satu upacara adat labuhan)

Ngayogyokarto-Majalahburungpas.com berita budaya,Upacara adat merupakan  prosesi kegiatan yang di lakukan oleh kelompok masyarakat sebagai wujud Syukur kepada Yang Maha Kuasa atas rahmat dan karunianya. 

Upacara yang banyak di lakukan tersebut sudah berlangsung turun temurun,dan dalam perkembangannya kemudian menjadi salah satu potensi wisata yang di minati wisatawan. Prosesi ini juga dilaksanakan secara kolektif atau bersama-sama sebagai bagian dari ungkapan rasa syukur kepadaNya atas segala hal yang telah diperolehnya.

Upacara itu biasanya berhubungan erat dengan tanah atau pertanian. Berbagai nama upacara yang dapat diketahui untuk menyebut upacara tradisonal itu, antara lain: merdi desa, merti desa, bersih desa, sidekah bumi, ningkah bumi, sampar banyu, tingkep pari, wiwit, kemplongan, haum, glok-glokan (Pusaka Jawi, 1927), maupun sedekah laut dan merti bumi. Selain itu, ada lagi upacara serupa yang diberi nama sesuai dengan bulan pelaksanaannya, misalnya Rejeban, Madilakiran bahkan sampai upacara rasulan.

Penyelenggaraan upacara adat tersebut pada umumnya bertujuan untuk menghormati, mensyukuri pemberian Tuhan, mohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa  melalui arwah leluhur atau nenek moyang atau kepada kekuatan-kekuatan Illahi yang lain. Sebagai landasan pokok yaitu hubungan otoritas Tuhan  atau leluhur dan implementasinya terhadap para pemujanya.

Berkaitan dengan hal ini, manusia  harus pasrah karena manusia menyadari akan keterbatasan kemampuan akalnya untuk menyelesaikan sesuatu masalah. Terutama kaitannya dengan hal-hal yang bersifat religius. Karena itulah manusia percaya bahwa keterlibatan para leluhur  menjadikan masalah yang ada akan teratasi.

Uraian singkat di muka kiranya memberikan gambaran bahwa betapa pentingnya pelaksanaan upacara tradisional demi melestarikan kekayaan budaya bangsa. Dalam upacara tradisional memuat berbagai nilai luhur yang berkaitan hubungan manusia dengan manusia (kemasyarakatan), manusia dengan alam raya, maupun manusia dengan Tuhan.

Nilai-nilai luhur itu termanifestasikan dalam berbagai bentuk, baik kegiatan yang dilakukan, maupun makna perlengkapan upacaranya.

Nilai-nilai luhur itu tidak mungkin dapat ditangkap dan dimengerti apabila tidak mampu menghayati terhadap eksistensi upacara tradisional itu sendiri. Oleh sebab itu, kiranya perlu dukungan yang optimal dari berbagai pihak (tidak hanya dari masyarakat pendukungnya saja) agar upacara tradisional dapat dilestarikan sekaligus jika perlu dikembangkan sesuai dengan sikap hidup dan pandangan budaya Jawa. 

    Di kalangan masyarakat Jawa masih mengenal bulan –bulan yang sakral dan  sering  diadakan  sebagai momentum untuk pelaksanaan upacara adapt. Salah satunya adalah  tradisi yang dilakukan pada bulan Suro  atau tradisi Suran. Salah satu upaya untuk menghidupkan  momentum di bulan tersebut, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan menyelenggarakan  kegiatan budaya di bulan Suro tersebut.

Tujuan :

Sebagai sarana untuk menggali dan menyelamatkan  potensi budaya yang ada di masyarakat   sehingga dapat  sebagai sarana pelestarian nilai-nilai budaya  kepada  masyarakat, khususnya generasi muda;

Menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap seni budaya tradisi  warisan  budaya yang  harus dilestarikan;

Upaya memasyaratkan pengetahuan dan pemahaman yang benar kepada   masyarakat  sehingga akan lebih mendekatkan kecintaan kepada budaya  Jawa. Bentuk Kegiatan:

Sarasehan / workshop  tentang  Keris ( wesi aji ) yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2011  di  Bangsal Wiyoto Projo Kepatihan DIY,  Pukul 08.30 WIB s/d. 11.00 WIB dengan menghadirkan nara sumber dari unsur  praktisi, budayawan ( filosof )  serta  unsur  agama.

Sedang  Jamasan Keris  (wesi aji) , akan dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2011  di  Bangsal Wiyoto Projo Kepatihan DIY,  Pukul 11.00 WIB s/d. selesai ; Pergelaran Wayang  Kulit, akan dilaksanakan  pada  tanggal 3  Desember 2011, pukul 20.00 WIB s/d. selesai  di Bangsal Kepatihan Danurejan Yogyakarta. Penyelenggara kegiatan ini adalah Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan Provinsi DIY.  ’Patma

BERIKUT PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN UPACARA ADAT YOGYAKRTA TAHUN 2011

(Sarasehan Adat Suran, Jamasan Pusaka dan Pergelaran Wayang Kulit)

Hari / Tanggal  : Sabtu / 3 Desember 2011 

 

NO

WAKTU

KEGIATAN

TEMPAT

KETERANGAN

 

Tgl 1 November 2011           Pkl 9.00 WIB s.d. selesai

Jumpa Pers

Disbud Provinsi DIY

Kadisbud & Jajaran

 

Pkl 8.00 WIB s.d. 9.00 WIB

Registrasi /Pendaftaran Peserta Sarasehan dan Jamasan Pusaka

Bangsal Wiyoto Projo

Panitia

 

Pkl 9.00 WIB s.d. 9.15 WIB

Laporan Penyelenggaraan Kegiatan

Bangsal Wiyoto Projo

Kasi Adat & Tradisi

 

Pkl 9.15 WIB s.d. 9.30 WIB

Coffee Break

Bangsal Wiyoto Projo

Panitia

 

Pkl 9.30 WIB s.d. 12.00 WIB

Sarasehan Adat Suran

Bangsal Wiyoto Projo

Narasumber

 

Pkl 12.00 WIB s.d. 13.00 WIB

Makan Siang

Bangsal Wiyoto Projo

Panitia

 

Pkl 13.00 WIB s.d. 15.00 WIB

Jamasan Pusaka

Bangsal Wiyoto Projo

Penjamas

 

Pkl 19.00 WIB s.d. 20.00 WIB

Registrasi Tamu Undangan Pergelaran Wayang Kulit

Bangsal Kepatihan

Panitia & Protokol

 

Pkl 20.00 WIB s.d. 20.15 WIB

Laporan Penyelenggaraan

Bangsal Kepatihan

Ka. Disbud Provinsi DIY

 

Pkl 20.15 WIB s.d.20.30 WIB

Sambutan Gubernur DIY

Bangsal Kepatihan

Gubernur DIY

 

Pkl 20.30 WIB s.d. selesai

Pergelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk

Bangsal Kepatihan

Panitia

 


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Suara murai batu isian lantang berkicau in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   12807664 Page View
    Visitors   685689 Pengunjung
    Visitor Online   15 Pengunjung Online