Gamelan Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat, Bunyinya sama
Kamis, 19 Mei 2011 | 13:32 WIBJogjakarta, Majalahburungpas.com, halaman seni dan budaya, gamelan bagi orang jawa sudah menjadi bagian dari seni yang sudah melekat sejak ratusan tahun.
Alunan gamelan Jawa ini, di yakini oleh orang Jawa memilki Filosofi yang dalam, sebab tatakala kita mendengar dan dapat meresapi bahkan menyatu, maka bisa menentramkan jiwa seseorang
Awal mula gamelan di buat oleh Raja Mataram Sultan Agung, sedang awal yang di buatnya gamelan itu adalah Kyai Gunturmadu, dan Nyai Guntursari. Namun semenjak ada pergolakan dari penjahan Belanda, dan terjadi perjanjian Giyanti di kala itu, kemudian gamelan Guntursari di angkut ke Kraton Surakarta.
Dan gamelan yang bernama Kyai Gunturmadu menjadi milik kraton Ngayogyokarto Hadiningrat, dalam perkembangan, ketika pada masa HB 1 gamelan itu juga di buat sepasang, gamelan Kyai Gunturmadu dan Kyai Nogowilogo,yang hingga kini kedua gamelan itu di tabuh, tatakala mendekati Maulud Nabi Muhammad Saw.
WARISAN SULTAN AGUNG
Pemirsa dapat menikmati alunan suara gamelan tersebut di selatan dan utara masjid Gede Kauman Yogyakarta, Dua Gamelan yang di tabuh tersebut, selalu di bunyikan saat perayaan sekaten. Sedang Sekaten yang merupakan warisan dari Sultan Agung Hanyokrokusumo, telah berjalan sejak lama yaitu 1630 M, berlaku hingga sekarang, tetapi di laksanakan hanya setahun sekali, selain itu sekaten juga di jadikan sebagai Syiar agama Islam semasa para wali untuk menyebar luaskan agama Islam, serta untuk memanggil rakyat dengan perantara gamelan yang di tabuh kala itu.
Ketika majalahburungpas.com, meminta keterangan sejenak, akan gamelan ini, salah satu Abdi dalem, menyebutkan, sekaten sekarang ini di juga bermanfaat sebagai salah satu da’wah dan juga sarana untuk berkumpul, sehingga dapat meningkatan ekonomi, “nah itu semua dapat di kata juga bagian dari Istimewanya Yogyakarta, serta salah satu kearifan local yang di milki “kata Abdi dalem tersebut, yang merupakan satu kesatuan dari 21 orang yang bertugas memukul gamelan.
GAMELAN DUA NAMA BUNYINYA SAMA
Ketika pemirsa datang ke lokasi, akan melihat 2 bangunan tempat untuk menabuh gamelan, yaitu untuk Selatan di kenal Pagongan Kidul dengan gamelan Kyai Guntur Madu dan sebelah utara di sebut Pagongan Lor,untuk menabuh gamelan Nogowilogo. Suara tabuhan gamelan itu akan bisa di dengar sejak jal 08.00 s/d 11.00 Wib serta jam 14 s/d jam 17.00 dan terkhir jam 20 hingga jam 23.wib malam dengan bunyi dan tabuhan yang sama
Para Abdi dalem Kraton Yogyakarta Hadiningrat tersebut, saat majalah burung pas.com amati, hampir yang bertugas banyak di dominasi orang yang sudah tua,meskipun juga ada yang masih muda, akan tetapi relative sedikit.
Untuk menumbuh kembangkan para penikmat gending gending Jawa biar dapat lebih eksis dan generasi muda bisa meresapi gamelan yang memiliki seni indah dan sarat akan makna yang dalam. Muatan ini dikandung maksud agar budaya yang telah ada dapat lebih lestari, selain agar dapat menumbuh kembangkan bagi generasi muda untuk cinta terhadap kebudayaan Indonesia, Mudah-mudahan dengan di aploudnya ini juga bisa dinikmati oleh siapapun dan dari manapun selama 24 jam melalui media online majalahbuurngpas.com.
Sedang Video dapat di lihat di halaman bertanda Video News,di halaman Info umum,namun hanya sekitar 6 menit. (Fid/Sgto)
Berita Terkait
Tidak Ada Komentar
Tinggalkan Komentar
| Jual Beli |
Wisata baru Air terjun Ngeboran Muning bakal menjadi favorit di GunungkidulSabtu, 19 Mei 2012 | 06:28 WIB |
Batu payung di Kemuning, menyerupai ikan hiu dan candi, jadi jujugan wisatawanMinggu, 20 Mei 2012 | 06:29 WIB |
Burung hantu kawan manusiaSabtu, 19 Mei 2012 | 12:50 WIB |
| PAS Images |







