Dian Rifia Purworejo, Hawa sejuk produksi perkutut bisa capai 80 %
Minggu, 8 Januari 2012 | 16:56 WIB
Purworejo-majalahburungpas.com elektronik, Peternak yang ini mungkin belum go public di blantikan perkutut sperti kung mania yang lain Mas Dian rifia merupakan bagian penggemar perkutut di daerahnya selain di Indonesia. Dia tingggal di Jl. Patuk Gambreng, Bandung, Jateng.
Saat di kunjungi media ini Dian Rifia sedang sibuk membenahi kandang ternak perkututnya. Terpantau dari 40 kandang yang di ternaknya memang belum setenar pelomba perkutut yang lain namun yang menarik, meskipun berada di daerah sepi lomba dan latber perkutut, Dia awalnya sering menjadi pelomba, bahkan pernah meraih prestasi di papan juara tiga di Kebumen dan tahun 2005 dengan jawara bernama anglung mutiara juga masuk di rengking 5 Bupati cup Purworejo.
Ketika membeberkan hasil ternak perkututnya yang berada di pedesaan, Saya optimis perkutut akan selalu hadir di depan penggemarnya bahkan saat ini makin berkembang, alasan yang lain publikasi tentang perkutut dan segala rentetannya seperti media ini juga sangat berpengaruh terhadap eksistensinya dan bukan hanya itu saja, lewat tayangan majalahburungpas.com dengan siaran livenya mampu mendobrak penggemar di daerah-daerah sehingga perkutut makin di kenal ” Ujar Dian sambil ngobrol ngalor ngidul menyampaikan tentang pengalamannya dalam usaha perkutut selama ini. Kedepan saya akan lebih focus mengurus perkutut sebagi ajang untuk mencari kawan selain juga jalan dan membuka peluang income keluarga.
Soal breeding perkutut, tentu saya telah memiliki tips hasil breeding dan cara yang optimal dalam menetaskan telur perkutut, disamping juga di dukung daerah saya yang berhawa sejuk, ini yang akan berakibat hasil ternak bisa produksi sekitar 80 persen, Nah ini salah satu semangat saya sebagai peternak di daerah”kata Dian Rifia yang menamai usaha breeding perkututnya bernama Wisnu murti Bird Farm. "team red"
Berita Terkait
Tidak Ada Komentar
Tinggalkan Komentar
| Jual Beli |
Wisata baru Air terjun Ngeboran Muning bakal menjadi favorit di GunungkidulSabtu, 19 Mei 2012 | 06:28 WIB |
Batu payung di Kemuning, menyerupai ikan hiu dan candi, jadi jujugan wisatawanMinggu, 20 Mei 2012 | 06:29 WIB |
Burung hantu kawan manusiaSabtu, 19 Mei 2012 | 12:50 WIB |
| PAS Images |







