Di hari raya yang penuh kedamaian ini keluarga besar media majalahburungpas.com, baik staf dan wartawan mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1438 H/2017,
Kembali Ke Index Berita

Apakah bau kemenyan bisa memperlancar proses demokrasi dalam pilkades ?

Selasa, 29 Oktober 2013 | 23:35 WIB
Dibaca: 2611
Apakah bau kemenyan bisa memperlancar proses demokrasi dalam pilkades ?
DOK. FOTO ILUSTRASI "DUKUN IKUT BERMAIN DALAM PILKADES DI DESA BUNDER ?

Gunungkidul-majalahburungpas.com, ini berita unik, sekaligus jangan di tiru pasalnya dalam pilkades desa Bunder Patuk Gunungkidul 27 Oktober 2013 ada sebuah keganjilan yang ada di sekitar TPS dan lokasi pemilihan bahkan luar pagar. Apa yang terjadi, ikuti berita yang di link dari rekan yang satu ini,

Berikut hasil penelusuran  dan pengalaman wartawan PASTVNEWS.COM, yang nongkrong sejak tanggal 26 jam 15.30 hingga jam 19.00 wib yang berlanjut ikut kelilling bersama rombongan  muspika Patuk ke semua  calon Kades.

Waktu itu sore hari mencoba mencari  info seputar pilkades Desa Bunder, dan di tanggapi oleh 1 perangkat desa bapak Judik, bahwa pelaksanaan pilkades tinggal menunggu waktu besuk pagi 27 Oktober 2013, semoga lancar, demikian Doanya, di sela selanya melipat kartu suara beserta panitia.

Setelah melakukan perbincangan, dan mendapat ragam informasi, terdengar  kabar ada orang yang kestrum listrik di selatan balai Desa Bunder, selanjutnya awak media meluncur ke TKP sekitar jam 16,30 namun hanya tinggal bekasnya, sehingga tidak mengetahui korban yang kena listrik tersebut,  yang pada akhirnya ada info korban meninggal, sehingga  pemburu warta kembali di balai Desa.

Suasana  tetap sepi, namun masih ada 4 orang, dan menjelang Maghrib, tinggal  1 orang petugas dan 1 wartawan di dalam yang tidak melakukan aktifitas karena ruangan gelap karena listrik padam, sejak  ada kejadian orang terkena setrum tegangan tinggi, saat membangun rumah.

Listrik padam membuat  semua ruangan gelap, sehingga ketika memasuki sholat maghrib kami harus dalam keadaan kegelapan di musollanya. Karena  saking sepinya, maka hanya mondar mandir, dan setelah penjaga atau petugas lain di panggil yang salah satunya untuk menghidupkan listrik barulah bisa beramai ramai melakukan perbincangan

Saat memasuki maghrib sebenarnya listrik sudah hidup, namun di balai desa Bunder belum menyala, sehingga petugas di kontak, dan hp memanggil, petugaspun datang, kemudian sekitar jam 18. 40, juga di ikuti sejumlah hansip dan lainnya.

Di kala berkeliling, kru media terkejut karena, sekitar tempat pemungutan suara (TPS), dalam dan luar balai desa  ternyata ada bau kemenyan China dan bunga mawar, bau – bau kemenyan ini juga tercium oleh beberapa orang, namun hanya satu orang melontarkan suara, kok ada bau kemenyan yaa ??  akhirnya tetap suasana masih sepi, dan hampir semua juga menyempatkan memeriksa sejumlah ruangan yang tidak ada apa - apa, tapi yang ada hanya bau kemenyan yang menyengat hidung yang menyebar di hampir semua ruangan.

Susana sepi berangsur ramai sebab sejumlah petugas datang, lambat laun  hilanglah bau kemenyan itu. Saat pagi hari dalam suasana antri untuk coblosan, di pintu keluar ada sederet beras kuning   yang kemuningkinan di duga di tebar di depan pintu masuk karena beras nya masih anyar.

Soal ada Dukun atau santet  bergetanyangan dan Ikut bermain dalam pilkades di duga bisa saja terjadi hal ini agar dapat mengecoh atau bermaksud lain dengan lawan lawannya,meski dengan cara yang halus yang tidak  kasat mata, buktinya bau kemenyan tercium dan beras kuning ada di sekitar lokasi.

Yang jelas pasca penghitungan hasil pilkades, calon kades, Ngadiyat  214 suara,  Maryadi 457,Kabul Santosa 669 yang menang tipis 2 suara sedang Paryanto 667 yang kalah tipis 2 suara dengan Kabul santosa.

Dalam pemilihan kades bunder  2013 tepatnya masa istirahat mendadag  listrik mati, sehingga  suasana gaduh yang tak dapat terelakkan, muncul dan di sinyalir ada yang memanfaatkan situasi sehingga berbuntut panjang,dan tegang karena ada yang protes, dengan selisih tipis.

Pertanyaannya, apakah bau kemenyan dan bau-bau yang tidak semestinya dalam pilkades seperti ini bisa memperlancar proses demokrasi ?

Dan apakah rakyat yang membutuhkan pemimpin yang jujur dan kualitas, mempan dengan bisikan halus atau bau kemenyan dan atau sejenisnya ? Nach bagaimana di tempat anda “di sadur dari pastvnews


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Perkutut putih ada daya kleniknya in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   11957823 Page View
    Visitors   655230 Pengunjung
    Visitor Online   17 Pengunjung Online