Selamat berkarya  dengan sungguh-sungguh 'jangan lupa untuk dan sering Menengok berita berita dunia hobi dan satwa dari www.Majalahburungpas.com, dari android kamu sejak sekarang.
Kembali Ke Index Berita

Sekolah Dilarang Menahan Ijazah yang Nunggak SPPnya

Rabu, 28 November 2012 | 20:39 WIB
Dibaca: 2331
Sekolah Dilarang Menahan Ijazah  yang Nunggak SPPnya
PUTUT WRYAWAN

 Warta kampus-Masih adanya beberapa sekolah yang menahan ijazah siswanya yang telah dinyatakan lulus mengundang keprihatinan terhadap  pihak lain maupun orang tua atau wali murid.

Keprihatinan juga datang dari anggota dewan, salah satunya adalah wakil ketua komisi D DPRD Propinsi DIY, Putut Wiryawan. Putut mengutarakan keprihatinannya tersebut saat menjadi pembicara dalam workshop pembahasan/penyusunan Raperda inisiatif DRPD DIY tentang Pendanaan Pendidikan,kemarin di hotel Garuda.

Mantan wartawan Bernas ini berharap kedepan jangan lagi ada penahanan ijazah. Karena ijazah ini sangat dibutuhkan si anak guna meneruskan k e jenjang perguruan tinggi ataupun mencari kerja. Oleh karena itu sebaiknya pihak sekolah jangan sampai menahan ijazah apapun alasannya.

Lebih jauh ia mengatakan pada dasarnya sekolah juga tidak diperbolehkan meminta punggutan ke siswa. Namun bagi sekolah swasta memang hal ini bisa dimaklumi karena sekolah-sekolah swasta hingga saat ini masih mengandalkan pemasukan dari siswanya.

 Selain itu sekolah juga dilarang mencari keuntungan terlebih sekolah mengkomerlisasikan demi keuntungan semata. Karena sekolah pada dasarnya juga merupakan tanggung jawab pemerintah terutama pemrintah kota/kabupaten.

Menanggapi pelarangan penahanan ijazah, salah satu kepala sekolah swasta di kota Yogyakarta mengatakan pihaknya memang masih melakukan penahanan ijazah siswa yang dinyatakan masih menunggak kewajibannya terhadap sekolah, seperti belum melunasi SPP ataupun ketentuan sekolah lainnya.

“Saya terpaksa menahan ijazah siswa yang menunggak, saya tahu sebenarnya dia mampu akan tetapi anak tersebut tidak atau belum menlunasi kewajibannya padahal anak tersebut mampu membayar Rp 14 juta guna masuk ke salah satu PT Swasta yang bergengsi sehingga ijazah belum kami berikan” ungkap kepala sekolah yang  enggan menyebutkan namanya tersebut.

Sementara itu Asekda II Bantul Mardi mengatakan khusus kabupaten Bantul hingga saat ini tidak ada lagi sekolah, baik negeri maupun swasta yang berani melakukan penahanan ijazah. Mardi menjamin hal ini karena pihaknya telah melakukan supervisi ke sekolah-sekolah di Bantul sehingga tidak dijumpai lagi ekolah yang menahan ijazah. anjar

 


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Suara murai batu isian lantang berkicau in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   11984924 Page View
    Visitors   656763 Pengunjung
    Visitor Online   14 Pengunjung Online