Media online majalahburungpas.com, ragam warta hobi, wisata dan umum dapat pemirsa baca dan ikuti dengan mudah klik dengan broswer poncel anda.
Kembali Ke Index Berita

Topan "Sawerbreeder", Peternak Ular Sukses dari Kudus siapa menyususul ?

Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:15 WIB
Dibaca: 2565
  Topan "Sawerbreeder", Peternak Ular Sukses dari Kudus  siapa menyususul ?
Topan dengan indukan Purple Albino Super Tyger

Majalahburungpas.com. Top news satwa Seekor ular bisa saja menakutkan, apalagi hewan itu liar dan buas. Meskipun demikian ular juga dapat jinak dan menurut kepada sang empunya. Salah satu penggemar ular adalah Bapak Topan, melontarkan, jangan di sepelekan sebuah hoby, apapun itu bentuknya.

Ketertarikannya pada ular Ia rasakan semenjak kecil, dan telah menyatu di hatinya, oleh sebab itu pria 49 tahun ini, memutuskan untuk mencoba membeli ular import di tahun 2002

Pilihan pertama saat melirik ular adalah Corn Snake, Pilihan ini awalnya sempat di ragukan, terlebih usahanya ini merupkan sebagai rintisan dalam memulai usaha breeding ular. Meskipun sempat  bingung dalam menentukan pilihan Corn  Snake, tetapi karena ular jenis itu memang sesuai untuk levelnya yang masih pemula saat itu, ya akhirnya di jalankan dengan sepenuh hati. 

Tahun 2003, merupakan langkah awal dalam melakoni dan memulai breeding, indukan Corn Snake albino yang awalnya di dapat dari import,  berhasil menetaskan anakan.

Ketika media majalahburungpas.com,menyempatkan bincang-bincang dengannya, keberhasilan itu semakin memantapkan tekadnya untuk lebih serius lagi dalam mengembangkan usaha breeding ularnya, sehingga pada tahun 2006 kembali memberanikan diri untuk membeli indukan ular jenis yang lebih besar, pilihan selanjutnya, dari jenis Boa Constictorlah yang langsung dipesannya dari importir, sampai ke jenis Phyton. Ternyata, pemilihan ular sebagai usaha breeding, bukanlah hanya didasari dari sekedar hobby saja, akan tetapi Ia juga telah pertimbangan matang akan potensinya sebagai lahan bisnis yang menjanjikan di kemudian hari.

Di benak Topan, saat itu sudah ada gambaran bahwa ular menyimpan potensi luar biasa sebagai salah satu jenis hobby, namun dengan tanda kutib, seseorang harus mampu mengemas secara baik. Ritme kehidupan manusia yang berubah dari alon -alon waton kelakon menjadi ritme tinggi, membutuhkan hewan hobby yang sifatnya simpel", ungkap Topan serius.

Ritme kehidupan kehidupan manusia yang serba cepat saat ini, menyebabkan ketiadaan waktu yang banyak hanya untuk urusan yang berkaitan dengan hobby. Untuk itu keberadaan ular sebagai hobbies bisa sebagai jalan keluarnya.

"Setidaknya ada empat hal yang bisa dijadikan alat pembenar dari statement tersebut, keempatnya adalah: irit, mudah dalam perawatan, tidak makan tempat dan tidak berisik" beber Topan. Selain keempat alasan tersebut, masih ada dua hal lagi yang bisa menjadikan ular punya tempat istimewa bagi pemiliknya. Pesona eksotisme ular sungguh luar biasa, baik dari corak motif maupun pola warnanya. Dengan menyilang-nyilangkan akan mungkin timbul corak dn pola warna baru yang membuatnya semakin menarik.

Dengan potensi seperti itu, sudah tentu menjadikan ular punya sisi investasi yang juga tinggi, sesuai dengan potensi pengembangan yang luar biasa itu. Saat ini, Topan punya 8 pasang phyton, 5 pasang Boa dan 2 pasang Corn Snake sebagai indukan. Dengan kualitas indukan yang diatas rata-rata, produknya sudah banyak dikenal para hobbies, terutama di daerah Jawa timur, Jawa Tengah dan DIY. Untuk pemasaran pihaknya lebih mengandalkan lewat situs online, yang saat ini menjadi lahan untuk mempromosikan usaha  sawerbreedernya.

Lebih Percaya Indukan Import

Ada yang menarik ketika mencermati indukan-indukan yang dimiliki Topan, selain karena warna cantiknya juga dari asal-usulnya yang semuanya merupakan hasil impor.

Menurutnya pemilihan indukan yang tepat adalah kunci utama dalam menunjang keberhasilan usaha breeding. "Keunggulan indukan impor adalah selain jinak juga sudah merupakan hasil persilangan, sehingga besar kemungkinan bisa menghasilkan anakan yang unggul", begitu kata bapak dari 3 orang anak ini menjelaskan kepada wartawan majalaburungpas.com, Anggit

Indukan jinak akan memudahkan dalam hal perawatan harian. Selain itu, dengan indukan jinak akan lebih mudah dalam persiapan menjelang perkawinan. Pemakaian indukan jinak juga lebih memudahkan dalam proses perkawinan

Topan juga selalu memberlakukan satu jantan dan satu betina menjadi pasangan tetap dalam setiap periode masa kawin, ini dimaksudkan agar hasilnya lebih maksimal. “Anggit”


Berita Terkait


4 Komentar


Danny budiono
Senin, 13 Februari 2012 | 15:29 WIB
Hebat bro, teruskan....
Balas
budi
Minggu, 29 September 2013 | 06:08 WIB
minta alamat dan no telp yg bisa d hubungi untuk bp Topan,maturnuwun
Balas
adesta
Kamis, 7 November 2013 | 12:31 WIB
Pak bisa minta alamatnya dan nomer tlfnnya.mksh
Balas
Suprapto
Sabtu, 22 Februari 2014 | 11:03 WIB
Lies Reptil Peternak tikus putih red eyes+ mencit di blitar, siap mengirim kebutuhan pakan ular kesayangan anda (tikus putih red eyes + menci), CP Lies 085232815099 dan 085853256528
Balas

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Lomba perkutut marcopolo cup perdana 9/2/2914 meriah in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   4284932 Page View
    Visitors   308863 Pengunjung
    Visitor Online   2 Pengunjung Online