Di hari raya yang penuh kedamaian ini keluarga besar media majalahburungpas.com, baik staf dan wartawan mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1438 H/2017,
Kembali Ke Index Berita

Kasus Pohon Bibis Desa Wisata Semoyo Pak Kades Semoyo Patuk Tersandung ?

Jumat, 18 Maret 2016 | 08:30 WIB
Dibaca: 9673
Kasus Pohon Bibis Desa Wisata Semoyo Pak Kades Semoyo Patuk Tersandung ?
POHON YANG DI PANGKAS SUMBER AIR DI BAWAHNYA MULAI MENYUSUT

Gunungkidul-media online majalahburungpas.com, desa wisata jurug  taman sari menjadi embrio desa wisata yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah terkait.

Namun apa yang terjadi  salah satu kawasan yang di lestarikan sebagai penyangga dan sumber air yang di lindungi di tebang dan di gunduli hingga suasana di lokasi pusat air sumber ngrahu tidak sejuk lagi.

Bp ilan salah satu warga dan pengurus desa wisata jts sangat menyayangkan penggundulan pohon bibis yang menjadi pusat air di wonosari semoyo tersebut.

Sedang siwal salah satu tokoh yang sering vokal kontroversi malah mengaku dirinya tidak ikut, padahal semula desa desusnya ikut dalam aksi rapat..

Sedang Prasojo organiasi pemuda di jonggrang mendapat getah menjadi bagian dari aksi pengkasan liar yang membuah gaduh desa wisata semoyo.

Ketika di kroscek awak media ketua prasojo tidak berada di lokasi tetapi di tanggapi bapaknya bahwa prasojo tidak terlibat.

Lain hal dengan Sutarji, aksi nekat bukan menjadi tanggung jawab pokdarwis sebab jelas pokdarwis melakukan pelestarian sesuai SK yang di dapat dari dinas kabupaten Gunungkidul, jadi itu ilegal dan meresahkan pokdarwis, untuk itu kami sangat kecewa 'kata sutarji 16/3/2016.

Sementara itu Dukuh wonosari Imam Mujono tidak pernah mendapat informasi atau di ajak musyawarah sehingga sangat kecewa kepada para pelaku penebangan kawasan konservasi dan desa wisata, sebab lokasi titik utama sumber air bersih.

Mugiyono pendiri desa wisata juga sangat kecewa sehingga dirinya beberapa hari yang lalu memiliih tidak lewat di lokasi sebagai aksi protesnya.

 

Suprih anggota RT 03 jonggrang, ketika kepergok awak media 16/3/2016 mengatakan saya sebelumnya justru melarang, oleh sebab itu saya dan irut  memasang hurup jawa berbunyi  kala.

 

 Niat itu di kandung maksud agar demit yang tunggu marah selain demit demit di datangkan atau di tambah agar pohon tidak kuat di pangkas.

 

 Namun anehnya ada yang berpendapat malah demit/penunggu pohon di singkirkan hal itu agar mudah di tebang, siapa yang benar ? tentu ini saling lempar .   

Info yang membuat panas warga itu justru kepala desa semoyo Sihono tahu tetapi malah tidak melarang, sebab aksi di dalam pangkasan ada salah satu saudaranya yakni yang di sebut sebut inisial Mentik.

'Sihono mengatakan, Pemangkasan untuk bonsai raksasa, tetapi saya tidak tahu kalau akan berkepanjangan seperti ini.

Lebih lanjut kades yang baru di lantik beberapa bulan ini mengatakan, saya tidak mau ikut terlalu dalam jika di situ ada RW dan RT maka, itu sudah menjadi urusan Dia,    ketika di desak kades yang ikut terlibat ini seolah mengelak dan sudah mendapat restu RT 03 Supar dan RW Indro.Yaa sudah terlanjur mau apa lagi 'pungkas Kades semoyo rabu 16 /3/2016.

Dengan adanya pemangkasan tidak peduli lingkungan itu, jelas wajah semoyo yang baru membangun citranya sebagai kawasan yang memiliki konservasinya hutan akan meredup.

Apalagi dalam waktu dekat ini Desa Semoyo akan ikut lomba hutan dan lomba desa, maka di pastikan mendapat nilai minus, dan menjadi catatan buruk.

Bahkan menjadi hal yang sangat  memprihatinkan dan memiliki citra buruk bagi pemerintahan desa yang baru saja ada kades baru, sayangnya  kades baru malah tersandung pohon bibis dalam kawasan desa wisata  ' 'tim red


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Peragaan & Aksi Pramuka Menjelang Upacara HUT RI di Lapangan Munthok Dilingo in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   11957738 Page View
    Visitors   655228 Pengunjung
    Visitor Online   14 Pengunjung Online