Selamat berkarya  dengan sungguh-sungguh 'jangan lupa untuk dan sering Menengok berita berita dunia hobi dan satwa dari www.Majalahburungpas.com, dari android kamu sejak sekarang.
Kembali Ke Index Berita

Prestasi astronomi islam pernah diraih dalam peradaban keemasan.

Jumat, 3 Agustus 2012 | 20:40 WIB
Dibaca: 3343
Prestasi astronomi  islam pernah diraih dalam peradaban keemasan.
DOK.FOTO ILUSTRASI BULAN SABIT AWAL RAMADAN DAN 1 SYAWAL

News sajian majalahburungpas.com, Berikut ini adalah ungkapan dan opini yang terkait Awal bulan ramadan yang di tulis oleh salah satu ahli serta peneliti dari Bakorsurtanal bapak H. Prof Dr Ing H Fahmi Amhar. Muatan ini sebelumnya juga di rilis oleh Koran kedaulatan rakyat.

Setiap tahun di negeri ini hampir selalu terjadi kontroversi tentang awal Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha. Dalam pelaksanaan menetukan awal ramadan ada yang pakai  hisap, dan yang lain pakai rukyat versi luar negeri.

Tetapi ini sering juga bisa dijadikan alasan untuk mendiskusikan astronomi ( ilmu falak ) Islam. Astronomi Islam dianggap “ Teknologi Ramadhan “.

Sebenarnya untuk sekadar mengetahui awal atau akhir Ramadhan dengan metode rukyatul hilal sama sekali belum diperlukan ilmu astronomi. Di masa nabi umat Islam nyaris belum ada yang belajar astronomi.

 Tetapi di lakukan sekedar melihat kapan matahari  terbenam atau kapan bulan sabit pertama muncul, maka hanya diperlukan mata yang sehat, akal jernih, hati yang tulus dn sedikit pengetahuan tentang ciri – ciri obyek langit yang di maksud. Itulah makanya, orang Badui padang pasir pun mampu melakukannya, dan kesaksian mereka langsung diterima Nabi.

 Perkembangan selanjutnya menunjukkan peradaban Islam telah melahirkan ratusan astronom besar, yang menciptakan ratusan teknik pengamatan berikut alat – alatnya. Juga ratusan rumus dan metode perhitungan, ratusan tabel almanak. Dan kepada dunia mewariskan ribuan bintang yang hingga kini masih dinamai dengan nama – nama Arab- bahasa yang pernah sangat dominan dalam dunia astrnomi kita.

Dalam astronomi, karya astronom Mesir atau Yunani kuno Ptolomeus, terutama dalam kitab Almagest, dan karya astronom India kuno yakni Brahmagupta, telah dikaji dan direvisi secara signifikan oleh astronom muslim.

Ibnu al Haytsam yang menemukan ilmu optika, bahwa prinsip kamera dan membuat lensa teleskop menunjukkan fenomena perjalanan planet Venus dan Mars yang tidak mungkin dijelaskan dengan model geosentris. Tokoh – tokoh seperti al-Biruni, al-Batanni, Ibnu Rusyid, al-Bakhi, al-Sijzi, al-Qazwini ddan al-Shirazi telah mendiskusikan model Non-Ptolomeus yang heliocentris dengan orbit eliptris, yang belakangan diadopsi oleh Corpenicus dan Keppler.

Argumentasi Copernicus tentang rotasi bumi sama persis dengan Nasir-ud-Din al Tusi dan Ali-al-Qusyji beberapa abad sebelumnya. Karena mereka beraktifitas di Maragha, maka pendapat ini sempat disebut “ Revolusi Maragha pra-Rennaisance”.  Yang terpenting sebenarnya dari kontribusi umat Islam adalah metodologi.

Astronom muslim menggunakan metode empiris serta analisis matematis untuk menghasilkan rumusan umum yang dapat dipakai untuk prediksi yang sangat akurat.  Dan suatu prediksi astronomi yang dibangun dari data pengamatan yang akurat dan lama, misalnya telah diprediksi  akan ada gerhana matahari, bulan ini hampir tidak mungkin meleset.

Di jaman modern saat ini seluruh pengetahuan astronomi yang dikembangkan dunia Islam ini diteruskan oleh dunia barat. Ketika umat Islam menjadi mundur karena negara Khalifah melemah dan akhirnya hilang.

Bedanya negara Barat terus membangun berbagai observatorium  satelit ( seperti teleskop  hubble). Mereka juga mengeluarkan tabel – tabel astronomis modern seperti Ephemeris, Nautical Almanach, Astronomical Almanach dan sebagainya.

Nah dari data dan perhitungan yang akurat ini mutlak perlu untuk meluncurkan pesawat ruang angkasa, mengoperasikan satelit- termasuk satelit navigasi GPS yang telah memandu jutaan pergerakan kendaraan dan manusia dewasa ini. Andaikata rumus – rumus astronomi modern itu keliru secara fatal, tentu jutaan pengguna GPS akan tersesat dan ini akan menjadi kehebohan raksasa yang super besar.

Anehnya, di abad 21 umat Islam seperti terhempas kembali ke zaman pra Islam. Dimana sebagian praktisi rukyat menafikan tabel astronomi modern ( seperti Ephemeris ) namun di tampik dengan alasan itu dibuat orang kafir.

Sebaliknya rumus – rumus pendekatan ( hisab Taqribi ) dari kitab-kitab tua karangan ulama Islam terdahulu yang dibuat untuk menyederhanakan perhitungan karena belum ada komputer justru terus dipakai, padahal untuk menghitung posisi matahari yang terang benderang saja bisa meleset jauh.

Dari berbagai hisab yang kurang akurat inilah timbul kesan astronomi belum menjadi ilmu pasti ( qath’i ), melainkan baru dzanny, sementara rukyatul hilal dianggap sesuatu yang lebih pasti, atau lebih kuat.

Tanpa disadari mayoritas muslim yang hidup saat ini sebenarnya sudah kurang ‘ mengenal langit ‘ dalam kehidupan sehari – hari, hal ini karena telah tersedia jam, radio atau bahkan GPS.

Mereka tidak lagi seperti di saat suku Badui di padang pasir yang datang ke Rasulluloh kala itu. Ketika muslim saat ini mencoba melihat hilal, ditambah dengan keyakinan pada prediksi hisab taqribi, maka muncullah berbagai klaim hilal yang kontroversial dengan data astronomi modern.

Sebenarnya, jika rukyat yang kontroversial itu didukung foto atau rekaman video, mungkin akan mengoreksi rumus – rumus astronomi yang sudah dianggap valid. Tetapi terlanjur, sebagian praktisi rukyat ini juga menolak menggunakan teleskop atau kamera dengan alasan Nabi tidak menggunakannya, Nah inilah dari seolah olah rukyatul hilal adalah sebuah ibadah yang taufiqi.

Memang rukyatul hilal agar valid secara syar’i tidak memerlukan konfirmasi astronomi. Tetapi bila fenomena ini terus berlanjut, maka seolah olah umat Islam mengingkari sendiri prestasi – prestasi astronomi yang pernah diraih dalam peradaban keemasannya tempo dulu.

Penulis “Prof Dr Ing H Fahmi Amhar (Peneliti Senior Geospacial Information Agency ( Former Bakosurtanal ).

 


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Perkututnya raih prestasi H.Gunawan bekasi di grujuki air hingga basar kuyub in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   12645783 Page View
    Visitors   680696 Pengunjung
    Visitor Online   15 Pengunjung Online