majalahburungpas.com portal hobi dan umum update ragam warta, hobi burung, satwa, wisata, umum dan video, klik via hp kamu mulai sekarang juga, twitter @majalahburungpas, Jangan ketinggalan hari gini belum tahu majalahburungpas.com Apa kata Dunia ???
Kembali Ke Index Berita

Hasil sidang isbat Kemenag RI Hari raya Idul Adha jatuh tanggal 6/11/2011

Sabtu, 29 Oktober 2011 | 15:02 WIB
Dibaca: 1697
Hasil sidang isbat Kemenag RI Hari raya Idul Adha jatuh tanggal 6/11/2011
ILUSTASI SIDANG ISBAT DI KANTOR KEMENAG RI JAKARTA

Jakarta - Majalah burung pas.com hari raya Idul Qurban tahun 2011 ini akan di lakukan serentak secara nasional, berbeda ketika 1 syawal hari raya idul fitri ada yang berbeda-beda.

Terkait idul qurban Kementerian Agama telah menggelar sidang isbat yang menetapkan tanggal 1 Dzulhijjah 1432 Hijriyah pada Jumat, 28 Oktober yang lalu. Keputusan dari hasil sidang isbat tersebut sebagai acuan menentukan hari raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1432H.

Direktur urusan agama islam dan Pembina Syariah Ahmad Jauhari,mengatakan Kamis 27/10/2011, pihaknya bersama sejumlah pakar hisab rukyat yang tergabung dalam Badan Hisab Rukyat (BHR) Kemenag melakukan rukyatul hilal atau pengamatan bulan baru di sejumlah titik.

Pengamatan itu, kata Jauhari, dilangsungkan di beberapa titik yang tersebar di sejumlah wilayah Tanah Air. Di antaranya Observatorium Hilal Lhok Nga, Aceh; Pekan Baru, Riau; Menara Timur Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung; Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung, Jawa Barat; Pos Observasi Bulan (POB) Bukit Bela-belu, Bantul, Yogyakarta; Mataram, Nusa Tenggara Barat; SPD LAPAN, Biak, Papua; Makassar, Sulawesi Selatan; Samarinda, Kalimantan Timur; Nusa Tenggara Barat; Pantai Gebang, Madura; SPD LAPANPameung peuk, Garut, Jawa Barat.

Kepala Seksi Hisab Rukyat Kemenag, Nurkhazin, menambahkan berbeda dengan sidang awal Ramadlan, penetapan awal 1 Dzulhijjah tidak dilaksanakan h-1 dari hari yang diprediksikan oleh perhitungan hisab.

Diperkirakan, sesuai dengan prediksi hisab, 27 Oktober ialah akhir dari Dzulqa`dah dan Jumat (28/10) merupakan awal Dzulhijjah. Hal ini karena penentuan awal bulan Dzulhijjah tidak berkaitan langsung dengan perintah berpuasa, seperti Ramadlan. "Jadi tidak terburu-buru," katanya.

Ia mengemukakan secara emprik, dari perhitungan posisi hilal akhir Dzulqa`dah, posisi bulan cukup tinggi yaitu 04 derajat 25 menit hingga 06 derajat 34 menit. Artinya, potensi perbedaan hari raya Idul Fitri kemungkinan tipis terjadi. Mengingat hilal dengan ketinggian tersebut, kemungkinan besar terdapat peluang terlihat kasat mata. Tetapi, ia menegaskan hasil keputusannya masih menunggu hasil sidang itsbat.

Sementara itu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur  Idul Adha 1432 Hijriah akan jatuh pada tanggal yang bersamaan yakni 6 November 2011. "Berdasarkan perhitungan dengan sistem Hisab Haqiqi dengan markas Tanjungkodok, Lamongan, insya-Allah Hari Raya Idul Adha 1432 Hijriah akan bareng (bersamaan)," kata Sekretaris PWM Jatim H Nadjib Hamid di Surabaya, baru-baru ini.

Senada dengan itu, Wakil KetuaPWNU Jatim H Sholeh Hayat mengatakan Hari Raya Idul Adha 1432H memang ada peluang besar untuk bersamaan antara NU,Muhamadiyah, dan pemerintah.

"Titik temu ijtimak akhir Dzulqa`dah terjadi pada hari Kamis 27 Oktober 2011 sekitar jam 02.56 WIB sampai dengan 04.11 WIB sesuai hitungan Hisab Khulashoh Al Wafiyah atau Hisab Haqiqi, sedangkan ketinggian hilal terjadi sekitar 6`27 sampai 7`23 derajat," tuturnya. Karena 1 Dzulhijjah 1432H jatuh pada 28 Oktober, maka 10 Dzulhijjah 1432 H atau Idul Adha 1432H akan jatuh pada hari Ahad 6 November 2011. "Insya-Allah, kita akan berlebaran Idul Adha bersamaan," kata Sholeh.

Sementara itu, Deputi Bidang Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan, secara astronomi ketinggian hilal di seluruh Indonesia cukup tinggi sekitar enam derajat. "Hilal cukup tinggi, rukyat tidak perlu menggunakan alat.

Namun demikian penentuan tidak bisa hanya berdasarkan observasi ilmiah, tetap harus berdasarkan kesepakatan," katanya. Demikian kutipan dari situs resmi kemenag.go.id * team red pas *

 


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Cucakrowo hutan banyak di buru in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   4971228 Page View
    Visitors   353720 Pengunjung
    Visitor Online   15 Pengunjung Online