Selamat berkarya  dengan sungguh-sungguh 'jangan lupa untuk dan sering Menengok berita berita dunia hobi dan satwa dari www.Majalahburungpas.com, dari android kamu sejak sekarang.
Kembali Ke Index Berita

BI, Waspadai Transaksi Ilegal “ BPR Rawan Pencucian Uang

Rabu, 7 Maret 2012 | 11:46 WIB
Dibaca: 3180
BI, Waspadai Transaksi  Ilegal “ BPR Rawan Pencucian Uang

Jakarta-majalahburungpas.com, Deputi gubernur bank indonesia  (BI) Halim alamsyah menguraikan, Bank Perkreditan Rakyat BPR sangat  rawan sebagai tempat pencucian uang serta tempat pendanaan aksi  terorisme. Alasannya BPR memiliki produk yang sederhana juga nilai transaksinya relatif kecil di samping jangkauannya yang terbatas.

Resiko tindak pidana pencucian uang  dan pendanaan terorisme tidak hanya melekat pada bank umum, namun hal ini juga bisa sangat rawan bagi BPR, kata Halim alamsyah dalam acara pembukaan Work shop penerapan program  anti pencucian uang  dan pencegahan pidana terorisme di jakarta 6 Maret 2012.

Halim pun mencurigai, kemungkinan adanya pelaku tindak kejahatan keuangan yang memanfaatkan BPR  untuk melakukan aksi mereka ada, Walaupun pula sampai saat ini BI belum menemukan adanya transaksi ilegal  yang terkait  dengan dua topiq tersebut.

Halim menambahkan, Selama ini bukannya tidak ada  namun saat ini belum menemukan “jelas Halim, Seraya menguraikan yang lain bahwa berdasarkan laporan Financial action task Force  pada tanggal 12 Februari  2012 yang lalu, indonesia masih di masukan dalam daftar negara yang di nilai masih memiliki kelemahan dalam melakukan pnerpan APU-PPT, bahkan Indonesia juga juga sudah 10 tahun masuk daftar noncoper  ative Countries and terrories ( NCT TS) yang di sodorkan ATF. 

Selain itu kata Halim, Indonesia juga telah berupaya secara serius dalam menanggulangi  tindak pencucian uang (money  lundering)   dan pencegahan pendanaan terorisme di Indonesia, bahkan juga telah mendirikan Pusat pelaporan Transaksi Keuangan PPATK pada tahun 2003 “ujar Halim.

Saat ini dalam rangka melakukan penguatan langkah hukum dengan cara mengesahkan Undang undang Tindak pidana pencucian  uang (tppu) maka BI menerbitkan peraturan BI tentang penerapan prinsip mengenal nasabah untuk di bank umum di tahun 2001 dan BPR di terpakan sejak 2003 yang lalu.

Terpisah, secara gamblang/jelas Bapak wakil ketua PPATK Agus santoso juga mengatakan Pencucian uang dan pendanaan lewat BPR  sangat menggiurkan, karena tingkat know  your costomer masih sangat  rendah.

Bahkan kondisi riil BPR yang memiliki kantor tidak besar dengan modal kecil , serta SDM  yang tidak terlalu paham dengan  Tehnologi Inormasi,  akan menjadi sasaran empuk bagi para pengincar  yang  terkait PPATK  tersebut, oleh sebab itu hal ini menjadi sangat rawan sebagai tempat pencucian uang “tandas Agus.  

Mulai sekarang di harapkan para pelaku BPR dan karyawannya, hendaknya perlu mengenali nasabahnya , selain perlu juga  mengawasi  semua  transaksi  yang di jalankan para nasabah, nah salah satu contohnya bila menemukan transaksi dengan rekening  tidak aktif, tetapi selalu bertambah dan bertambah menerima  tranSfer dari berbagai wilayah, yang selanjutnya dana langsung di ambil, maka itu perlu di waspadai oleh BPR.  Di kutib dari harian KR, “team redaksi"


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch 47 tumpeng semarakan kirab budaya dlingo bantul in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   12674066 Page View
    Visitors   681548 Pengunjung
    Visitor Online   9 Pengunjung Online