MEDIA ONLINE MAJALAHBURUNGPAS.COM, MENGUCAPKAN MARHABAN YA RAMADHAN 1438 H/2017, SIAPKAN DIRI UNTUK MENUNAIKAN IBADAH SUCI
Kembali Ke Index Berita

Penyakit Menular di Indonesia Masih Tinggi ??

Jumat, 26 Oktober 2012 | 13:50 WIB
Dibaca: 2394
Penyakit Menular di Indonesia Masih Tinggi  ??
DOK.FOTO (ILUSTRASI SEMINAR KESEHATAN)

Info umum warta kesehatan muatan majalahburungpas.com, Dewasa ini penyakit menular terus menerus menjadi faktor utama penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia. Hampir 3000 setiap harinya orang meninggal dunia karena TBC. Selain itu, berdasarkan laporan WHO, 2007, lebih dari setengah juta kasus baru terjadi setiap tahun. Sedang di Indonesia penyakit malaria merupakan penyakit menular hingga menjadikan kasus ini pada Kejadian Luar Biasa dalam setiap tahunnya.

Dan meski penyait kusta telah dieliminasi pada tingkat nasional namun Indonesia menduduki peringkat tiga duinia. Dalam jumlah kematian akibat flu burung Indonesia telah menyusul Vietnam sebagai jumlah kematian terbanyak dengan tingkat kematian mendekati 75% pada tahun 2006.

Hal tersebut diungkapkan Ferdhi Asih Dwiastuti panitya Seminar pada The Conference on Commmunible Disease Elimintion and Eradacation Health Strategy di hote Sahpir baru-baru ini.

Lebih jauh Ferdhi beban penyakit menular di Indonesia semakin besar yang memungkinkan meluasnya tersebut sampai pada level epidemi dan pandemi. Oleh karenanya upaya pemberantasan merupakan tantangan dan prioritas dalam menanggulangi masalah kesehatan di negara ini.

Dan upaya ini akan berhasil manakala Indonesia mau belajar dengan China yang telah terbukti menghilangkan penyakit menular. Oleh karena itu juga  Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan seminar dengan mengundang Prof Hongxia Zhou MD PhD dari Guangxi Medcal University.

Ferdhi berharap dengan pemaparan Prof Hongxia nantinya Indonesia, terutama peserta seminar dapat mendapatkan dan mengadopsi ilmunya guna melakukan edukasi sehingga nantinya penyakit menular di Indonesia dapat diatasi seperti China.

Dipilihnya China, sambung Ferdhi, karena memiliki karakteristik yang sama dengan Indonesia secara demografi serta wilayah. Sehingga diharapkan pula nantinya dalam seminar ini dapat menjadi media komuniaksi antara kaum akademisi, praktisi, peneliti, mahasiswa serta pihak-pihak terkait unutk bersama-sama masyarakat mencari strategi upoaya eliminasi dan pemberantasan penyakit menular di Indionesia.

Sementara itu dr Damar Tri Boewono mengatakan Indonesia meruapakan negara kepulauan terdiri dari berbagai wilayah ekosistem sehingga penmgaruhnya terhadap distribusi geogarfis dan kehidupan vektor maupun binatang reseervoir penyakit bersifat sangat lokal spesifik.

Di mana kondisi tersebut bisa jadi kendala dalam upaya pengendalian peyakit tular vektor dan reservoir. Vektor sendiri merupakan serangga dan arachnida yang dapat menularkan patogen kepada manuasia dan binatang.

"Upaya pengendalian vektor dan reservoir penyakit di Indonesia ebenarnya dilakukan dengan metode aplikasi tetapi angka kesakitan dan kematian di berbagai daerah menunjukkan peningkatan. Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti menurunnya kegiatan surveilans serta upaya pengendalian kurang efektif karena tidak di dukung data" tuturnya.  “anjar


Berita Terkait


Tidak Ada Komentar


Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Fox bird farm perkutut Kebumen Jateng in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   11658341 Page View
    Visitors   643009 Pengunjung
    Visitor Online   16 Pengunjung Online