Tiket lomba perkutut nasional 2012 naik menjadi Rp. 200.000 ?
Senin, 12 Desember 2011 | 09:29 WIB
Majalah burung pas.com mengakhiri kompetisi Liga Perkutut Indonesia yang di gelar di Palembang 4 Desember 2011 lalu pimpinan pusat Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) mengumumkan berbagai keputusan untuk memajukan organisasi dan memajukan dunia perkutut di Indonesia.
Keputusan yang di ambilnya saat Rakornas 12 November 2011 di Surabaya tersebut di prediksi akan mampu membesarkan organisasi selain dapat memajukan peternakan perkutut secara profesional.
Banyak yang menerka - nerka apakah program yang akan di lakukan itu bisa sukses atau malah mendapat hambatan ?
Tentu hasil keputusan tersebut telah di prediksi selain sebagian telah di realisaikan kecuali beberapa Item yang kini belum pernah tergarap. Berbagai keputusan yang telah di telorkan itu jelas sebagai program yang mulai di kembangkan untuk kelangsungan kegiatan P3SI di semua lini.
Nah seperti apa keputusan P3SI Pusat tersebut ? Berikut hasil copy an yang di sampaikan oleh bapak Sekjend H.Markamto kepada majalah burung pas.com ini.
Konkurs, berjumlah 12 kali, konkurs nasional dengan poit 100 dan harga tiket 150.000 konkurs nasional plus yaitu Hut P3SI dan kejurnas dengan point 150 harga tiket Rp. 200.000
Penylenggaraan konkurs Nasional di wajibkan menyerahkan ke Kas P3SI pusat sebesar 1000.000 baik untuk maupun rugi. Konkurs besar di kembalikan kepada masing- masing korwil dalam penyelenggaraannya.
BUKU PETERNAK
Humas P3SI berencana akan menyusun buku yang di dalamnya antara lain memuat :
- Daftar nama para Peternak perkutut seluruh Indonesia
- Iklan promosi Khusus, dari para peternak-peternak perkutut yang berminat.
- dana bersih dari hasil penjualan buku dan pemasang iklan akan di serahkan ke kas P3SI pusat
- KAS P3SI
1) P3SI Pusat saat ini minim dana operasional,oleh karena itu P3SI memberikan tugas khusus kepada BApak Ali BAdri dan BApak Mulyono untuk mengupayakan pengumpulan dana dari para peternak. Para peternak akan diklasifikasikan ke dalam 4 golongan yaitu kelas A, B , C dan Kelas D. Penentuan klasifikasi akan ditetapkan oleh tim, sedang besaran iuran setiap tahunnya adalah sebagai berikut :
a) Klas A : Rp. 2.000.000
b) Klas B : Rp. 1.500.000
c) Klas C : Rp. 1.000.000
500.000
2) Dana bersih dari pengumpulan dana ini akan diatur penggunaannya sebagai berikut :
a) P3SI Pusat : 25 %
b) P3SI Korwil : 35 %
c) P3SI Korda : 40 %
d) Website P3SI
P3SI pusat juga berkeinginan untuk membuka website P3SI di Internet,dalam keputusan ini bapak Iwan Wirawan ketua II bidang konkurs ) ditunjuk sebagai Ketua Tim pelaksana tentang perencanaan dan pengoperasian website P3SI tersebut, termasuk teknik pemasangan iklan dan besaran biaya iklan. Dana bersih yang diperoleh dari pemasang iklan ini diserahkan kepada P3SI Pusat.
e) Munas
1) Dengan akan berakhirnya kepengurusan P3SI Pusat pada akhir tahun 2012, perlu segeradipikirkan persiapan untuk Munas tersebut. Direncanakan Munas akan diselenggarakan di Bali bersamaan dengan Kejurnas.
2) Para Ketua P3SI Korwil diharapakan untuk menyiapkan diri dari sekarang baik tentang usulan - usulan perbaikan P3SI maupun penggalangan dana untuk pembiayaan perjalan ke Munas dan iuran untuk suksesnya munas.
f) Daftar Peternak
1) Bagi Korwil yang belum menyerahkan daftar peternakdi wilayahnya, P3SI pusat di mohon segera mengirimkan di data agar dapat disusun dalam suatu daftar yang di kirim kepada Ketua IV ( bidang penangkaran dan konservasi ) Bapak Arifin Sastra Wijaya atau langsung kepada Bapak Muryono selaku pemimpin pelaksana penyusun buku peternak.
2) Akan diterbitkan pula sertifikat Peternak Perkutut bagi peternak - peternak yang telah memenuhi syarat seperti misalnya iuran tahunan sesuai dengan klasifikasinya.
Dengan berbagai keputusan tersebut di mungkinkan yang akan mengalami kendala adalah soal iuran dari para peternak, pasalnya bagi peternak yang selama ini sering ikut lomba dan burungnya juara serta laris mungkin tak jadi masalah.
Namun bagi yang belum pernah mengenyam hasil apalagi belum pernah ada pembinaan di tingkat daerah, pastikan akan ada kendala, berbeda dengan para peternak yang sering nonggol dan perkututnya laku dana seperti klasifikasi A,B,C,dan D tersebut, tentu soal yang kecil, sebab mereka pernah mengenyam jutaan hingga puluhan juta, bahkan ada yang ratusan juta Rupiah dari breeding perkututnya. “team red/fiq”
Berita Terkait
- Kejurnas Perkutut Palembang "Ajang Gelar program Pra Munas 2012"
- Kilas Balik Kejurnas Perkutut Palembang 2010
- Bupati Cup Pacitan 2011 Sukses
- Perkutut putih sebagai pelengkap " Apa malah yang menguntungkan ?
- Menjadi peternak perkutut perlu pengorbanan
- Sesuai AD/ART P3SI Perlu Kerjasama Dengan Media Cetak & Elektronik"
1 Komentar
Tinggalkan Komentar
| Jual Beli |
Anak-anak Desa menjalin keakraban dengan mandi bersama di Sungai pegununganRabu, 22 Februari 2012 | 23:26 WIB |
Tips memandikan kambing EtawaRabu, 22 Februari 2012 | 21:42 WIB |
Ring Cmn Solo makin berkibarRabu, 22 Februari 2012 | 20:34 WIB |
| PAS Images |








