Hasil poling lomba tanpa teriak 2009 -2011
Selasa, 19 Juli 2011 | 07:35 WIB
Redaksi- majalahburungpas.com, kung mania sampai saat ini makin bersemangat dalam mengikuti lomba perkutut dan pengembangan peternakannya.
Sejak tahun 2010 perkututan di tanah air semakin terdongkrak pamor beritanya,menariknya pula new Comer,atau pendatang baru di berbagai daerah,terus saja menggelinding, bagaikan bola yang mau dimasuk gawang. Perkembangan demikian,tentu membuat kita sebagai pengamat/pemerhati,dan peternak, pasti bertambah pede,untuk mengembangkan perkutut, termasuk mengikuti lombanya.
Dengan perkembangan perkutut yang siknifkan,tentu kita sebagai kung mania perlu merespon yang positif akan perkembangan ini, hal ini agar ,bisa maju dan berkesinambungan. Untuk menambah gerakan yang positif akan perlombaan perkutut redaksi telah membuat Poliing tanpa terikan. Muatan ini juga menampung Ide Ketua Korwil P3SI Jabodetabek H.Djoko Saksono
Di tengah tengah gempuran jadwal lomba yang makin padat,berkaitan dengan lomba, Korwil JABODETABEK yang di prakarsai oleh Bapak DJoko Saksono telah mencetuskan lomba perkutut "Tanpa teriak" Ide tersebut oleh kru pengurus di sambut positif, dukungan itu juga mengalir,dari berbagai daerah, agar setiap ada gelaran lomba bisa tanpa teriak,dan dapat lebih bermartabat.
Langkah ini dipandang oleh kung mania, telah membuka pintu/kran keterbukaan, sehingga semua burung yang di lombakan di lapangan, siapapun pemiliknya dan apapun nama ringnya bila sudah berbunyi dan dinilai, akan dapat diketahui/didengar, sehingga mudah /jelas apakah burung tersebut bisa meraih prestasi atau tidak, walaupun tidak ada teriakan dari sporternya.
Tentunya lomba yang digelar korwil Jabodetabek, menerapkan sistem tanpa teriak, perlu di sambut secara Positif, dan bisa di terapkan di berbagai daerah,dilain itu maksud adanya polling program ini, target sebenarnya hanya untuk mendapatkan burung berkualitas,sedang lomba banyak teriakan,sudah banyak bukti, meskipun mendapat juara, rata rata,dan biasanya pada kecewa. Dengan minim teriak/nol teriakan, dipastikan hasil lomba akan semakin berkualitas, di samping memang ini tepat untuk meneruskan Filosofi leluhur yang beretika.
Polling mendapat tanggapan dari pembaca di seluruh Indonesia, baik tokoh dan para pemula serta yang lainnya. Sudah Ribuan yang masuk, memberikan komentarnya, namun yg layak di tampilkan seperti berikut di bawah ini. Tanggapan juga sangat fariatif namun intinya pada oke bahwa lomba harus yang lebih baik, termasuk dalam penjuriannya.
Dengan mengambil simbul perkutut yang sedang angkrem redaksi bertujuan lomba lebih baik, dan diam selain agar bisa menetas, serta mengena. "Nah saperti apa komentar dan tanggapannya ? berikut dapat kita baca di bawah ini sesuai naskah asli yang di kirim para pembaca.
No. 1. bp.Run Bantul YogyaSaya adalah pengamat/penggemar rumahan,saya inginnya ikut lomba,biar tambah ramai perkututan. tetapi tatkala "saya melihat lomba kenapa kok banyak teriak sperti,mengumpat yuri dan penonton/BAHKAN sering ada suporter bersuara Huuuuu ... dan telunjuk jari menuding no. 10 pak no. 35 pak , 20 dst,,, tolong di pantau,ada juga yang melambaikan Kerodong sangkarnya dan sangat lantang bersuara,.dengan melihat seperti ini, saya jadi tidak mau ikut lomba/kendor sebab kawatir yang di nilai Suara teriakannya. Apakah lomba tanpa teriak ini belum membudaya di semua daerah ? langkah ada lomba tanpa teriak, wadowh sangat bagus, dan ini mungkin termasuk akan masuk filosofi di atas yang sangat fair. makasih alamat ada di redaksi
( komentar ini masuk KATEGORI poling A )
Makanya Korwil Jakarta yang duluan bikin gebrakan dulu pak !! Siapa menyususul komentar ?)
No. 2 ANGGA YUAN BRINENDHA Jl.Sindoro 59 Pepelegi Indah Waru- Sidoarjo JatimSAYA MILIH POLING YANG A. SETUJU
Ya maturnuwun atas kunjungannya dan komentarnya,semoga poling ini menjadi bermakna buat kita semua ( redaksi)
No. 3 Bp.Sum/coan BanyumasYa inyong seneng bae lomba ora ana teriak,ning kepriben carane bisane koyo ngono kuwe, nek ora pada bisa meneng nang lomba ya manuk inyong ora bisa juara maning.
Wadohhh Banyumasan pakai juru bicara ini ! ya saya senang saja lomba tidak ada teriak,tetapi,bagaimana caranya bisa seperti itu.bila tidak diam di lomba ya burung saya tak bisa juara lagi. berarti Pilih Poling Yang A.
Terimakasih atas kunjunganya.
No. 4 Supriyatno sastroBekasi, IndonesiaSaya Setuju dan pilih poling yang (A) terima kasih
Makasih ya atas semua kunjunganya ( management)
Siapa menyusul poling ketik saja di kolom komentar di bawah ini !!!
No.5. P MulKebumenB Tidak setuju, karena selama ini yuri belum fair play, masih banyak yuri yang congekan/sembrono
tinggal yurinya ini. gimana breepingnya ?
No. 6 ENDYSJL YOS SUDARSO 48 PACITANSAYA SETUJU DIADAKAN LOMBA TANPA TERIAK ATAU PILIH POLING (A) TAPI SAYA MOHON JURINYA HARUS FAHAM DAN SERIUS,YURI HARUS NETRAL, TAK USAH TAKUT SAMA SI BOS ! KEMUDIAN JUGA HARUS BENAR 2 SELEKTIF DALAM MENILAI / MENANCAPKAN BENDERANYA AGAR BISA BENGHASILKAN BURUNG YANG BERKUALITAS, MKSIH.
oke trim atas kunjungannya dari kota 1001 goa, "terus jadi maju ndak Jupenya ?
NO. 7 TERATAI BF SMGWaa ini yang punya masa di dunia maya ribuan orang sudah komentar
MAU CARI SENENG HIBURAN KOK BANYAK DIATUR.....KADANG TEROBOSAN BARU DIPERLUKAN TAPI SEBAIKNYA BENAHI YG BELOM BENAR BARU BERINOVASI. IMPROVISASI BUKAN BERATI HARUS BEDA DARI YANG SUDAH ADA...LOMBA PERKUTUT TAK SEBERISIK LOMBA BURUNG OCEAN, JADI NYANTAI AJA LAGE...HIDUP. PAS.COM OJO KEBAWA ARUS MOVE MOVE TERTENTU KASIHAN PENGHOBI KALO BANYAK DIBEBANI HARUS INI HARUS ITU....HE HE HE TAPI MEMANG KALO BISA LEBIH RILEK HASILNYA JUGA AKAN SEMAKIN OKE ( PILIH A)
(ok trim yaa bos ) tulisan ini di muat juga untuk memajukan perkutut biar tambah apik) pelaksanaannya terserah pada masyarakat. trims kembali.
susriyantabantulPerekap nasional ( pilih polling A.)
Lomba tanpa teriak jelas sangat nyaman dinikmati, karena bisa mendengar alunan suara perkutut dengan jelas.Teriakan yang terlalu keras dan vulgar seperti yang sering terjadi saat ini tidak jarang yang bertujuan untuk mengintidasi juri/yang akhirnya juga bisa ke perekap seperti saya dalam bertugas.
ok maturnuwun awit kunjunganipun. makasih
No. 9 faisalbanyumasSaya pilih A. Saya sangat setuju sekali tiap ada lomba tanpa ada teriakan, baik dari yang punya burung maupun yang nonton. Itu akan mempengaruhi si burung jadi takut bunyi, juga penilaian juri jadi tidak fair lagi, krn terpengaruh teriakan si fulan. Saya usul dibikin semacam aturan tertulis aja oleh P3SI dan ada sanksinya. Ok jayalah kung mania!!! oke punya buat PAS,makin PAS dan terpercaya.
Betul pak! tanpa teriak ini bila sudah banyak akan kami sampaikan ke semua pengurus di seluruh Korwil Se Indonesia. tanggapanya ya monggo, ini kan suara kung mania, kami hanya menampung yang terbaik, trim redaksi
WahyuJakartaSaya Pilih (A) Teriak itu tanda burung yg dilombakan pasti kurang bunyi atawa nanggung/dan juga burung ada kurangnya di suara ujung atau bagian yang lain. Yaa teriak boleh tapi wajar saja lah. Gimana mau cari burung bagus kalo teriaknya sampe buat kita ga bisa denger burung yang di lombakan (makasih ya bang atas kunjungannya)
Yantokebumenb saya pilih karena bnyk juri yang pada takut alias mrekinding sama teriakane tokoh lama. kayak gini dibiarkan berlanjut kapan pemula bisa unjuk kebolehan hasil ternknya ??
saya pilih b. sebab masih banyak yuri yang pada takut atau merinding dengan teriakanya tokoh lama,hal seperti ini bila di biarkan berlanjut ya, kapan pemula bisa unjuk kebolehan hasil ternakannya.
saptokebumen jatenginyonge setuju lomba ora pada braokan masalahe sing ditarungna .udu manuke malah sing tarung sing nduwe. jane dadi juri juri pada rikuh lan ewuh karo sing nduwe utawane wedi engko rampung lomba ora diwei duit ket juarane. jurine ndeleng sing nduwe manuk.udu swara manuke yakin kuelah.
bahasa lainnya. saya setuju lomba tidak pada teriak,masalahnya yang di tarungkan bukan suara orang tetapi burungnya, sebenarnya jadi yuri itu ndak enak/sungkan sama yang punya.atau takut nanti bila selesai lomba tak di beri dana termasuk juaranya. sudah tidak asing,meskipun tidak semuanya, kadang yuri melihat yang punya burung, bahkan juga kadang melihat faktor yang bukan suara burung.
saya poling A.
Kunto - Tirta Jaya BfDepokOke ! saya pilih (A),
Sejauh pengalaman saya di lapangan lomba perkutut, sebenarnya lomba tanpa teriak akan mudah terwujud jikalau : 1. Juri & Koord.Juri harus benar-2 dlm melaksanakan tugasnya, tanpa ada tujuan lain dan tekanan dr peserta lomba. 2. Juri dituntut harus cakap, gesit, dan peka thd anggungnya burung. 3. Cara pengambilan nilai yg lambat, akan memancing teriakan dr peserta lomba !! 4. Mohon agar kepada semua korda,Korwil, maupun pusat P3SI utk dpt mengambil sikap yg tegas dlm menentukan juri. Shg Juri yg mmg tdk layak jangan dipaksakan utk di tugaskan. 5. Peserta lomba akan merasa lega jika burung yg dilombakan mendapat penilaian saat berbunyi. Krn sering saya melihat, juri hanya menempatkan pd satu posisi dan tdk mau memantau berkeliling dg berbagai alasan, misal, silau,becek,tanah tdk rata,dll. Saya sangat yakin, jika penjurian dilaksanakan dg sportifitas yg tinggi, peserta lomba dg sendirinya tidak akan berteriak-teriak, apalagi mengeluarkan kata-kata umpatan.... Saya yakin itu krn semua peserta ingin menikmati indahnya suara Perkutut yg di lombakan. oleh karena itu dengan di munculkannya poling ini tentu sangat baik dan akan menjadi kontrol kita semua sebab selama ini jarang media mau memberikan sperti ini. akhir kata Jayalah Kung Mania !! Sukses buat PAS !!! yg semakin kreatif dan inovatif...
trimakasih kembali bapak, semoga rubrik membangun ini dapat berguna kepada kung mania semua sebab kami menginginkan kegiatan lebih baik,selain itu tujuan PAS biar kemajuan dapat di rasakan bersama.(redaksi)
sastrocilacapInyong setuju ora pada cwawakan alias kakean omong/teriakan. sebab kemarin 25 April 2010 inyonge melu latber di purwokerto. kenyataanya manuk yang kurang atau dapat di sebut burung papringan baru bunyi sekali setelah Yuri di gacori, terus nanceb bendera. apa kaya kiye arep dijarna bae. lomba kecil sperti ini saja demikian, apa lagi yang lomba besar, pasti ramai teriakan, meskipun juga tidak semua event. Saya setuju dengan Ide lomba konkurs Joglosemar yg di adakan di gabusan 25 April sudah cetus setiap konkurs ada pengawas,ini adalah kabar yg sangat baik biar ada peningkatan.jelas dg di programakan sperti ini pemula juga bisa berkibar. terimaksih, Saya pilih poling A
Ya makasih pak atas kunjungannya,semoga rekan kita sesama kung mania dapat lebih baik.(red)
sigid Sriyono (padma bf)bandung
teriakan dlm lomba berawal dr ketidakpuasan peserta lomba akan kinierja juri dilapangan, selama pelaksanaan lomba tanpa adanya fair play dan kemampuan juri dlm penilaian, jangan harap kita bisa menikmati merdunya suara burung tanpa terganggu teriakan2 peserta lomba oleh krn itu, saya sangat setuju apa yang disampaikan pak kunto. mudah2an semaraknya perkutut dipertengahan tahun ini diikuti kinerja dan kemampuan juri yg maksimal. tak lupa kontrol dari majalahburungpas sangat membantu semuanya. trimakasih saya pilih A
matunuwun awit kunjunganipun /makasih semoga tambah PAS
nugrohoJakartaTeriak tapi santun tu lebih baik, krn teriak yg berlebihan kadang dianggap burung yg kita lombakan mempunyai kekurangan, antara lain interval (antar anggung) terlalu jauh, ujungnya kurang, dll. dari pada saya termasuk kategori itu lebih baik (pilih A) saja. nugroho www.perkutut-jakarta.co.cc
hadisumpyuh JatengPilih A. sudah tdk menjadi rahasia buat kung mania jurine sering menilai wonge, udu manuke.iya apa ora kang wartawan ?
ya memang ada pak cuma tdk semua oleh karena itu ya, mari berbenah diri dimulai dari yang terkecil dulu. di wilayah kita masing masing, trim yaa ats kunjungannya
sumadiplesung bf KebumenTeriak tp jangan kedengaran ya ga papa to! tapi kalau bisa lebih santun. kalo dalam perkutut itu kan seni dan bisnisnya seimbang ya makin asyiiik....tp kalo duitnya lebih berat ya, itu bablas...ya pilih A lomba tanpa teriak
andhinoegSemarang Jatengkenyataan dilapangan semua tergantung juri, mau fair nggak atau memang ada misi tertentu ini ni yang kdng bikin runyam perkututan indonesia, memang benar komentar teman2 diatas apalagi bagi pemula pasti deh banyak yang langsung ngacir....nggak mau kembali oleh karena itu kini pentingnya juri perlu di gembleng oleh pengurus pusat agar dapat lebih peka an netral,dalam mendengarkan suara burung, bukan suara bos....maaf lho teman teman, emang kenyataan dilapangan kayak gitu...Alangkah nikmatnya dilapangan bila konkurs tanpa teriakan bisa menasional,sehingga kita bisa belajar mana brg yg berkualitas dan mana burung yang asal bunyi,saya salut pda majalahburungps.com karena selama ini tak ada poling yang membangun sperti ini, saya setuju dan dukung poling A
ya pak makasih atas kunjungannya, semoga niatan kami ini, dalam menampung unek unek kung mania, dapat terjembatani dan agar dapat lebih baik oleh karena itu kami berada di pihak yang netral makasih.
Wariman SaryBJI Bekasi timurSaya sebagai pendatang baru ,saya pilih poling A,
Pada waktu ada kontes di Bekasi saya datang tapi saya tidak nyaman dengan suara teriakan2,soalnya saya mau dengar suara/alunan/irama yg indah itu,tapi hanya mendapatkan suara teriakan dan sangat tidak sportip,dan sangat memalukan orang2, diluar dari para penggemar perkutut, kesannya norak,kampungan kan burungnya beli dengan harga mahal, beri kesempatan bagi kami para pemula ikut bisa menikmati anjang kung perkutu,biar perkutut bisa merakyat tidak dalam komunitas itu -itu saja, Trimk atas liputan pas yang bener bener pas .Wariman Sari
ya makasih atas kunjungannya. semoga aspirasi anda tersalurkan. trim kembali.
lamingunKebumen jawa tengahInyong setuju memilih poling A.
Budaya sopan santun perlu di lestarikan menurut inyong apike lomba ra sah pada bengok bengok manuke wedi tur ora isa kerja. nanging jurine uga melu rikuh karo sing gawa manuk.
budaya sopan santun perlu di lestarikan,menurut saya sebaiknya lomba tidak usah pada teriak teriak brungnya bisa takut dan tidak bisa kerja maksimal, dan juri juga tidak enak sama yang bawa burung yaa ndak mas !! kemudian bagi yg burungnya kurang ship yaa sebaiknya juga mawas diri,dimana kekurangannya, jangan malah membawa pasukan teriak ini juga yang mempengaruhi kinerja yuri,sehingga penilai bisa tolah toleh. maaf ya bapak ini murni ungkapan saya, dan ini sudah tidak menjadi rahasia kung mania. tahuun ini ada poling ini cukup bagus dan sebaiknya korwil yang lain mengikuti dan syukur menerapkan disemua daerah trims . Hamba AllohJakartaUtk Mas Admin Majalah Burung Pas (MBP), Tabloit Elektrik. Media PAS adalah satu-2nya yg mempelopori reformasi P3SI,Tabloit yg ada, pemberitaanya sementara hanya orientasi dagang, promosi dan pasang iklan banyak-2, meskipun ada itu hanya sebatas teknik breding aja,saya usul di buat lebih berimbang disamping memberitakan program P3SI tentunya menyampaikan jg hal-2 yg negatif dimasyarakat Kung Mania (teriak-2 tdk sht,kinerja juri yg bobrok dan indikasi2 skandal mafia kong mania hitam)demi kemajuan P3SI.Lomba pertama kali Non Teriak di Situ Gintung, Klo tdk salah Panitia pernah menyampaikan hasil poling Lomba Non Teriak n hasilnya 168 Ofsi A, 22 Obsi B dan Abstain 4 suara. Nah apabila ditambah poling MBP yg mayoritas memilih A berarti sudah saatnya Majalah Burung Pas Mantap menyampaikan ke P3SI Pusat bahwa System Lomba sudah saatnya direvormasi secepatnya demi kepentingan yg lebih besar. Maturnuwun ...
Ok makasih atas masukkannya. kami berusaha untuk itu. cuma ini perlu pakai proses,akan tetapi kehadiran kami sudah di minati oleh ribuan penggemar. dg demikian kedepan pasti membawa dampak yd baik,yang perlu kita ketahui dlm memberikan hal itu semua PAS tidak frontal. kami pakai bahasa yg halus biar lebih nyaman and bisa di terima, soalnya banyak elemen masyarakat dari berbagai aliran. mengenai lomba tanpa teriak. oke. dan kami pun telah membuat Poling tersendiri poling itu masih berlaku, coba saja di buka di halaman poiling lomba tanpa teriakan/atau di bawah Kolom Kategori di samping kiri ini.<<< anda akan menemujkan banyak komentar.
Program jelas sebagian sdh di muat sperti tata cara penilaian dsbnya. buka saja di halaman Pernak pernik seputar perkututmya di bawah kolom Kategori trim.
Hamba AllohJakartaKlarifikasi saja Mas Admin, yang saya maksud tabloid yg ada adalah, tabloid/majalah burung yang sudah ada di masy kung mania, klo tdk salah telah menjadi Humasnya P3SI.
"Klau MBP, SY angkat 4 buah jempol saya, baik mengenai program maupun liputan-2nya sangat cerdas dan berimbang. Mathurnuwun ....
Ya jelas pak,!!! kami punya moto biar "PAS" jadi liputan,dari segala sumber dan tokoh,baik pemula,peternak besar,kecil,menengah dan lainnya,selalu akan kami sodorkan/sorot demi kemajuan ( kami sudah mendapat predikat independent yang tinggi dari ribuan pembaca. Dilain itu kami inginya BISA maju dari segali lini bukan monoton, ( ITU ITU SAJA) agar pembaca menjadi besar,Niatnya sih jangan SAMPAI menjadi kuli di negri sendiri "maaf" yaa, "trims
Achmad FirdausRawalumbu, Bekasisaya sangat setuju lomba tanpa teriak, karna yang dilombakan burungnya, agar hal ini bisa terwujud mungkin bisa diawalai dari penjurian yang fair play yang bisa dirasakan oleh peserta lomba kemudian diikuti oleh seluruh peserta lomba untuk duduk santai menikmati alunan perkutut. nan rilek.
afifbrebesSAYA PILIH A!!! SEBAB DENGAN SISTEM INI AKAN LEBIH FAIR FLAY
H.SUNUCilacapSaya Pilih A. karena sudah banyak korban Pemula yg mulai suka dengan perkutut mundur dikarenakan suara kututnya di Kalahkan bukan dengan suara perkutut dilapangan, tp dengan suara teriakan manusia nya yg diaminin oleh Juri. apa lg suara yg teriak pemain senior, kututnya bunyi 1 kali lgsung cepet naik, giliran kutut si pemula 10 kali bunyi bener baru naik... mudah-mudahan KORWIL Jateng bisa menjadi Tonggak lomba kutut Tanpa Teriak/mempengaruhi penilaian juri. itupun kalau mau perkututan di Jateng maju... suwun ..wasalam
INDRA YUDHA WIJAYA. / PWP.BFcilacapPilih A. nikmatnya lomba dengan tenang sambil ngudut,makan,ngeteh/ngopi. syukur2 kutunya rajin bunyi dan menangnya TANPA Teriak dan penilaian JURI yang OBYEKTIF saya rasa kepuasan sejatinya seni perkutut. mudah2 ini bukan hanya wacana. dibutuhkan kerjasamnya dgn berbagai pihak diantaranya.1. Pengurus pusat smp pengurus sub korda mendukun. 2.Juri harus Independen dan propesional dlm bertugas dan menjalankan kode etiknya 3.Panitia lomba tegas . 4.peserta/pemain senior memberi contoh yg baik kepada pemain yunior (pemula) dan sebaliknya pemula menghormati pemain senior. kira2 begitu...wass
ami.z a.pdk labusaya pilih.(A)sy setuju,lomba tanpa teriak,sy sementara ini hy mengamati,sejauh mana para kung mania bisa santun dlm lomba,bila perlu terapkan aturan,(bl ada yg teriak diberi sangsi,utk tdk diikut sertakan dlm lomba) juri hrs tegas,fair.perlu jg di catat,para juri,akan lbh santun,dan lbh berwibawa,bila dlm penilaian tegas,katakan dgn sejujurnya dlm penilaian,suara yg berkwalitas,atau tdk,jgn ada rekayasa dll.saran buat bpk pengurus,ato bpk ketua (p3si)mhn sekiranya dpt,dpt di pertimbangkan:adakan lomba khusus bagi pemula,jd ada kelas2nya,kasian bagi peternak pemula,kl hrs,campur bawur ama yg senior,mpe kpn kung mania pemula bisa berprestasi,jd akan ada pendatang baru,mungkin akan lbh baik kwalitasnya,berilah kesempatan para pemula...kl hal ini tdk dipertimbangkan,masa dpn kung mania pasti ambruk lg,pd era terdahulu....wass.....
jacobus teddy kurniaperum gma cepokosari blik q-12SAYA SETUJU POLING"A" Jadi biar di setiap even yang dinilai bukan teriakan suporter tetapi terikan burung itu sendiri kadang teriakan peternak besar lebih di dengar para juri ketimbang teriakan pemula terima kasih atas kesadaran para kung manaia semua
Sarjiyo (manggala-bf) peternak pemulaperum BTP, trimulyo jetis Bantul DIY b3 no.93Selama saya mengikuti lomba maupun hanya nonton masih banyak juri2 yg kurang peka dan tidak fer, dan ada kong kalikong sehingga burung yg jawara bukan atas dasar suara sesuai pakem yg ditentukan tetapi dilihat siapa yg punya dan seberapa mahal burung tersebut. Jika semua sesuai pakem PILIH A, JIKA NO PILIH C
Bisma Bird FarmSidareja, Cilacapsaya pilih A, ada alasan mendasar kenapa saya memilih point tsb.
saya rasa akan lebih elegan kalau konkurs berjalan tenang. Kalau ada yang khawatir kalau juri enggak obyektif kalau nggak diteriakin, saya pikir itu terbalik. Justru kalau suasana tenang, yuri akan sangat terpantau kinerjanya oleh peserta/pengurus. Juri akan berpikir dua kali kalo akan memberikan penilaian yg nggak obyektif, toh penonton/peserta kan juga tau tentang penilaian.
Tapi kalau toh masih ada juri yang nekad nggak obyektif, itu bagian pengurus P3SI. Yang jelas main perkutut adalah masalah rasa dan kepuasan batin. Bukan masalah lain..matur nuwun..
Yanwar, sy pilih yg baik aja. “alamat Jateng
kesimpulannya. lomba tanpa teriak dan bermartabat, dapat mencerminkan si pemilik. juga martabat bangsa. kemajuan hobi perkutut yang telah di capai sekarang ini sebaiknya di lestarikan.
untuk meluruskan yg kurang baik para pengurus hendaknya memberikan binaan, baik tingka pusat s/d kecamatan. hormati para pendahulu agar hobi ini mampu memeberikan hiburan yg baik pula,Namun krn sy hanya wong cilik hanya bisa berharap.demikian mkzh. salam kung mania.
Berita Terkait
- HUT P3SI 17 Juli 2011 Jakarta ada Pembodohan dan Manipulasi
- "Indra Pwp Cilacap Yuri perkutut harus independen dan profesional"
- Filosofi Memelihara Burung Perkutut
Tidak Ada Komentar
Tinggalkan Komentar
| Jual Beli |
Wisata baru Air terjun Ngeboran Muning bakal menjadi favorit di GunungkidulSabtu, 19 Mei 2012 | 06:28 WIB |
Batu payung di Kemuning, menyerupai ikan hiu dan candi, jadi jujugan wisatawanMinggu, 20 Mei 2012 | 06:29 WIB |
Burung hantu kawan manusiaSabtu, 19 Mei 2012 | 12:50 WIB |
| PAS Images |







