Selamat berkarya  dengan sungguh-sungguh 'jangan lupa untuk dan sering Menengok berita berita dunia hobi dan satwa dari www.Majalahburungpas.com, dari android kamu sejak sekarang.
Kembali Ke Index Berita

Adakah yang berubah pada pakem penilaian kontes kambing etawa ?

Selasa, 13 Desember 2011 | 15:12 WIB
Dibaca: 4044
Adakah yang berubah pada pakem penilaian kontes  kambing etawa ?
foto Kiri,Winarto di dampingi Sardi perawat kambing PE

Menyimak hasil kontes kambing etawa belakangan ini, Seringkali timbul pertanyaan di benak etawa mania, seperti apakah sebenarnya prasyarat kambing  PE agar bisa tampil sebagai jawara.

Keputusan yuri yang kadang mengejutkan menjadi pemicu munculnya pertanyaan itu, bagi tim pengadil di lapangan boleh jadi keputusan itu sah sah saja, karena sudah berdasar pakem penilaian yang mereka pegang, rasa penasaran bagi para kontestan Kambing PE untuk mengikutinya, meskipun demikian, tetap saja juga mengusik keingin tahuan peserta kontes apalgi eventya besar.

Untuk menjawab rasa penasaran itu, majalahburungpas.com akhirnya menemui salah satu juri tingkat nasional yang ada Yogyakarta, Winarto. Menurutnya, tidak ada yang berubah dalam pakem penilaian kontes kambing PE, “ sebab ada empat kriteria  yang menjadi faktor utama penilaian, yaitu kepala, telinga, postur tubuh dan pola warna” begitu kata juri nasional yang mulai bertugas sejak tahun 2007 itu.

Dia mengatakan bentuk kepala yang baik adalah besar, pendek, cembung, setengah lingkaran dengan variasi nyetem. Telinga yang besar, panjang, lurus, tidak membonggol, lentur, tidak bergelombang keriting dengan kelipatan luar dalam simetris, adalah yang ideal. Postur tubuh disyaratkan agar tinggi dan panjang badan seimbang, bulat, padat berisi, tampak depan dan belakang sama.

PAKEM PENILAIAN SAMA PENGAMATAN SERING BERBEDA

Sedangkan pola warna favorit menuntut adanya keserasian dari 2 atau 3 warna dalam tubuh kambing, yang mempunyai nilai seni.Penilaian telinga seringkali menjadi factor yang krusial bagi masing masing juri yang bertugas, ini berkaitan dengan diharuskannya menilai bentuk dan panjangnya sekaligus.

“Memang sulit penilaian di telinga, terutama soal bentuk,  pakemnya sih sama tapi pengamatan juri seringkali berbeda” beber Winarto dikediamannya yang asri, dusun Nganggring, Desa Girikerti, Kecamatan Turi, Sleman.

Menjawab Soal semakin jarangnya kambing PE Jateng DIY menjadi Grand Champion,  Winartopun punya pendapat yang agak menggelitik. Menurutnya ,” pemilik kambing PE yang sebagian besar golongan menengah kebawah, akan sulit menandingi kambing PE unggulan dari Jawa Timur yang dimiliki oleh kalangan menengah atas, terutama dari segi perawatannya”.

Selain itu, karena terdesak kebutuhan peternak sering pula terlalu cepat menjual kambingnya ketika ada penawaran yang menarik, “ungkapnya sambil menutup pembicaraan. (Ang) "foto sedang di edit"


Berita Terkait


1 Komentar


rinto
Rabu, 14 Desember 2011 | 19:02 WIB
Sing kaos putih ki cah ngendi kuwi? asistene sopo to? ha ha
Balas

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Inilah Lahan Bandar Udara Internasional Baru Kulonprogo Sebelum Di Bangun in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   12681597 Page View
    Visitors   681803 Pengunjung
    Visitor Online   11 Pengunjung Online