Selamat berkarya  dengan sungguh-sungguh 'jangan lupa untuk dan sering Menengok berita berita dunia hobi dan satwa dari www.Majalahburungpas.com, dari android kamu sejak sekarang.
Kembali Ke Index Berita

Sistem penilaian Lomba Perkutut di Indonesia

Selasa, 9 Agustus 2011 | 18:55 WIB
Dibaca: 18936
 Sistem penilaian Lomba Perkutut di Indonesia
BENDERA DI LAPANGAN LOMBA PERKUTUT TANDA BUNYI DAN KONCER

WWW.MAJALAH BURUNG PAS.COM, selalu menyajikan khasanah pengetahuan bagi pemirsa,halaman News Artikel Ilmiah.  Ketika kung mania mengikuti lomba perkutut, tentunya berharap burungnya masuk menjadi juara.

Mengikuti konkurs atau perlombaan seni suara alam burung perkutut, akan lebih gembira apabila pemiliknya bisa menikmati suara anggungnnya kemudian di beli mahal oleh pembeli.

Di lapangan Penggemar perkutut belum tentu semuanya memiliki pengetahuan yang cukup, dan kadang hanya bermodalkan harga beli perkututnya yang mahal.

Anggapan tersebut syah-syah saja, tetapi yang perlu di pahami serta di luruskan, saat ini hanya burung yang berkualitas saja yang akan menjadi juara.

Kemudian kesabaran dan pengetahuan juga merupakan salah satu modal bagi kung mania di kala burung sedang di nilai yuri sebab bila tak dapat memahami akan protes melulu.

Pemain perkutut saat melombakan jawaranya, kadang juga tampak tidak sabar, apalagi burung yang sedang bunyi langsung minta di tancepin bendera koncer, nah contoh seperti ini kadang membuat yuri tak bisa memberikan langsung koncernya,karena menunggu bagiamana dasar suara, depan tengah serta ujung kemudian baru memberikan koncer  sesuai dasar penilaian.

Anda yang sering protes, namun belum paham, atau sudah paham tetapi yuri kurang respon mulai saat ini bisa mencocokan penilaiannya seperti pada muatan ini.  “Nah seperti apa aturannya ? simak berikut ini. :

Sesuai ketentuan pasal 21 dan 22 Bab IV Bagian Tata Cara Konkurs dan Penjurian Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut, sedangkan pelaksanaan penilaian diatur sebagai berikut :

Penilaian dilaksanakan secara tertulis dengan memberikan angka – angka seperti yang diatur dalam pasal 21 ayat ( 8 ) diisikan dalam kolom – kolom yang tersedia pada lembar penilaian oleh Juri Penilai.

 Penilaian awal dapat diberikan setelah burung peserta konkurs berbunyi dan diberikan tanda bunyi dengan nilai 41 ( empat puluh satu )sampai dengan 42 ( empat puluh dua ).

Bilamana jumlah nilai mencapai 42 ½  ( empat puluh dua setengah ) dapat diberikan oleh juri penilai apabila burung yang dinilai telah berbunyi seurang – kurangnya 1 ( satu ) kali untuk yang sudah dinilai diberikan bendera koncer 1 ( satu ) warna ( kuning ).

Bilamana jumlah nilai mecapai 43 ( empat puluh tiga ) dapat diberikan oleh juri penilai apabila burung yang dinilai telah berbunyi sekurang – kurangnya 1 ( satu ) kali serta memenuhi syarat keindahan suara. Untuk yang sudah dinilai diberikan bendera koncer 2 ( dua ) warna ( kuning, hijau ).

Bilamana jumlah nilai mencapai 43 ¼ ( empat puluh tiga seperempat ) dapat diberikan oleh juri penilai apabila burung yang dinilai telah berbunyi sekurang – kurangnya 1 ( satu ) kali serta memenuhi syarat keindahan suara. Untuk yang sudah dinilai diberikan bendera koncer 2 ( dua ) warna ( kuning , hijau ) ditambah bendera hitam.

Bilamana jumlah nilai mencapai 43 ½  ( empat puluh tiga setengah ) dapat diberikan oleh juri penilai apabila burung yang dinilai telah berbunyi sekurang – kurangnya 1 ( satu ) kali serta memenuhi syarat keindahan suara. Untuk yang sudah dinilai diberikan bendera koncer 3 ( tiga) warna ( kuning, hijau, putih ).

Bilamana jumlah nilai mencapai 43 ¾   ( empat puluh tiga tiga per empat ) dapat diberikan oleh juri penilai apabila burung yang dinilai telah berbunyi sekurang – kurangnya 1 ( satu ) kali serta memenuhi syarat keindahan suara. Untuk yang sudah dinilai diberikan bendera koncer 3 ( tiga) warna ( kuning, hijau, putih ) di tambah bendera hitam.

Bilamana jumlah nilai mencapai 44   ( empat puluh empat ) dapat diberikan oleh juri penilai apabila burung yang dinilai telah berbunyi sekurang – kurangnya 1 ( satu ) s/d 2 ( dua ) kali serta memenuhi syarat keindahan suara. Untuk yang sudah dinilai diberikan bendera koncer 4 ( empat ) warna ( kuning, hijau, putih, biru ).

Bilamana jumlah nilai mencapai 44 ¼ ( empat puluh empat seperempat ) dapat diberikan oleh juri penilai apabila burung yang dinilai telah berbunyi sekurang – kurangnya 1 ( satu ) s/d 2 ( dua ) kali serta memenuhi syarat keindahan suara. Untuk yang sudah dinilai diberikan bendera koncer 4 ( empat ) warna ( kuning, hijau, putih, biru ) di tambah bendera hitam.

Bilamana jumlah nilai mencapai 44 ½  ( empat puluh empat setengah ) dapat diberikan oleh juri penilai apabila burung yang dinilai telah berbunyi sekurang – kurangnya 2 ( dua ) s/d 3 ( tiga ) kali serta memenuhi syarat keindahan suara. Untuk yang sudah dinilai diberikan bendera koncer 5 ( lima ) warna ( kuning, hijau, putih, biru, merah ).

Bilamana jumlah nilai mencapai 44 ¾   ( empat puluh empat tiga per empat) dapat diberikan oleh juri penilai apabila burung yang dinilai telah berbunyi sekurang – kurangnya 2 ( dua ) s/d 3 ( tiga ) kali serta memenuhi syarat keindahan suara. Untuk yang sudah dinilai diberikan bendera koncer 5 ( lima ) warna ( kuning, hijau, putih, biru, merah ) ditambah bendera hitam.

Untuk jumlah nilai45 ( empat puluh lima ) adalah nilai sempurna yang hanya dapat diberikan kepada burung yang telah memenuhi persyaratan :

 

Memenuhi semua kriteria keindahan suara yang ditentukan.

Berbunyi sekurang – kurangnya 2  ( dua ) s/d 3 ( tiga ) kali berturut  turut tanpa kesalahan atau penurunan kualitas, disaksikan dan disepakati bersama oleh Juri Penilai, Koordinator Juri dan Dewan Juri.

Bagi burung yang mendapat jumlah nilai 45 ( empat puluh lima ) diberikan tanda penilaian berupa koncer khusus atau istimewa. “Fid/Nur”

 


Berita Terkait


4 Komentar


Gus Bayu
Minggu, 4 September 2011 | 14:14 WIB
Untuk Admin: Agar tidak salah presepsi bagi kung mania, kriteria Penilaian tersebut diatas yang persyaratan wajib bunyinya serba "1 s.d 2 kali bunyi bla..bla.." dst nya adalah kriteria wajib bunyi bagi BURUNG PIYEK lho ya. Tapi klo burung DEWASA setahu saya kriteria wajib bunyinya adalah: 1 x bunyi(utk nilai 1 warna/41 s.d 42,1/2), 2 x bunyi (utuk 2 warna/43), 3 x bunyi(utk nilai 2 warna s.d 2 plus/43 1/4) 5 x bunyi utk nilai 3 warna s.d 3 warna plus/43 1/2 s.d 43 3/4 ) 7 kali bunyi dan seterusnya sampai makximal nilai BP nya. Kenyataan dilapangan (berdasarkan teknikal miting juri) maka penilaian menyesuaikan keadaan cuaca dilapangan pada saat itu dalam arti bisa lebih ketat atau lebih longgar persaratan wajib bunyinya. Lebih jelasnya Mas Admin bs menyantumkan persyarat penilai bagi BP dewasa. Makasih
Balas
Redaksi
Minggu, 4 September 2011 | 15:30 WIB
Kriteria. yang di muat tersebut. adalah pedoman P3SI ASIL MUNAS 2009. BAB III sistem penilaian dalam konkurs. hal itu sesuai ketentuan pasal 21 dan pasal 22 bab iv bagian tata cara konkurs dan penjurian. sedang penilaian dilakukan secra tertulis dg memberi angka-angka sperti yang d atur pasal 21 ayat (8)yg di isikan dlm kolom yg tersedia. dan kalu pemirsa dan kung mania mau lebih jelas silahkan baca di AD/ART. DEMIKIAN.
Balas
Gus Bayu
Senin, 27 Februari 2012 | 10:37 WIB
Mas Admin klo pemirsa/pembaca suruh mencari dan membaca AD/ART P3SI mah ya susah atuh, sok di upload aj biar peserta lomba tahu mana persyaratan wajib bunyi BP Piyek dan mana persyaratan wajib bunyi BP Dewasa, kenyataan dilapangan peserta menganggap lomba BP piyek dan BP Dewasa sama (cukup 1 atau 2 kali bunyi langsung minta naik terus), dengan adanya majalah pasburung inilah diharapkan bisa meluruskan atau mensosialisasikan kiriteria penilaian/persyaratan wajib bunyi dalam penilaian suara BP. makasih
Balas
Gus Bayu
Senin, 27 Februari 2012 | 13:06 WIB
Menyimak artikel-2 diatas memang inti permasalahan ada di penjurian, sy hanya kasih saran demi perbaikan kedepan: 1. Tugas juri khususnya dilomba Nasional sebaiknya di roling, sebab selama ini tugas juri berdasarkan PERMINTAAN panitia ttg siapa-2 yg bertugas dng alasan jurinya sdh berpengalaman, takut ada permasalahan (complen-2 dari peserta lomba). Dengan sistim permintaan inilah maka dari tahun ketahun yg terjadi seperti artikel-2 diatas (No.1 - 5 keculai No.3). 2. Sebelum pelaksanaan lomba sebaiknya panitia mengumumkan sistim tata cara penilaian termasuk persayaratan-2 wajib bunyi sehingga peserta akan faham dan akan teriak seperlunya saja,kenyataan dilapangan banyak pesereta lomba yg tdk tahu wajib bunyi yg ditentukan, misalnya "utk nilai 1 waran cukup 1-2 kali bunyi, utk 2 waran harus 2-3 x bunyi sesuai kualitas, utk 2 plus hitam harus 3x bunyi, utk 3 warna hrs 4 kali bunyi sesuai kulaitas dan seterusnya" Dengan adanya pengumuman persyaratan wajib bunyi tsb maka peserta akan bisa membedakan mana persyaratan bagi lomba Piyek (setiap kenaikan nilai cukup wajib bunyi 1 kali tetapi yg berkualitas)dan lomba Burung Dewasa. 3.Panitia sebaiknya ikut menjaga ketertiban lomba, misalkan jika ada peserta yg teriakannya arogan (sok jagoan) dan memaksakan kehendak sebaiknya menegur peserta lomba tersebut agar juri bekerjanya dpt indipenden (lebih PD)dalam menilai. 5. P3SI dalam merikrut juri sebaiknya disamping cakap, piawai dalan penilai suara BP jg memperthatikan latar belakang calon juri tsb dan sebaiknya seorang juri BP bukan pekerjaan yg utama tp merupakan pekerjaan sampingan agar si Juri tdk ketergantungan pada penghasilan dari Juri saja. 5.Dihimbau bagi Pengurus P3SI sebaiknya tidak ikut teriak-2 dalam melombakan BPnya. Semoga bermanfaat. Terimakasih
Balas

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Peresmian AK BF Jogja 20 Agustus 2015 in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   11984970 Page View
    Visitors   656763 Pengunjung
    Visitor Online   9 Pengunjung Online