Selamat berkarya  dengan sungguh-sungguh 'jangan lupa untuk dan sering Menengok berita berita dunia hobi dan satwa dari www.Majalahburungpas.com, dari android kamu sejak sekarang.
Kembali Ke Index Berita

Apa kriteria piyik perkutut di lomba ?

Selasa, 20 September 2011 | 08:57 WIB
Dibaca: 9105
Apa kriteria piyik perkutut di lomba ?
CONTOH PIYIK PERKUTUT YANG MASIH ADA BULU BURIKNYA DI SEKITAR MATA DAN PUNGGUNG

Info Piyik muatan majalah burung Pas.com Burung perkutut saat di lombakan terbagi beberapa kelas yaitu dewasa senior, dewasa yunior, piyik senior, piyik yunior, dan Hanging. Tentu saja kung mania sudah pada paham apa yang di maksud piyik. Anak perkutut yang masih muda di sebut piyik

Kelas piyik masih banyak penafsiran yang kadang membelenggu para pemain itu sendiri, sebab terkadang Ia tak mau beranjat ke kelas senior, sebab kelas ini harga tiket lebih tinggi dan pesaingnya juga cukup kuat, dengan melihat hal ini lantas para pemain lomba hanya memilih sesuai perkutut yang di milikinya. Nah Pemirsa, tahukah anda bahwa piyik yang di lombakan juga di atur dalam undang –undang P3SI ?  dimana piyik juga di jabarkan bahwa burung piyik adalah anak burung perkutut dari hasil tangkaran serta memiliki 2 dua ciri khusus yaitu :

Yang pertama Piyik tersebut masih memiliki alis mata yang berbintik-bintik serta berwarna putih dan masih melekat di sekitar kelopak mata, atau lingkaran mata yang terlihat dari luar.

Yang kedua ciri piyik juga masih memiliki bulu blirik/burik berwarna coklat dan berada di sekitar sayap dan punggungnya, dan bulu yang di maksud tersebut tampak dari pandangan mata.  Di saat piyik mau di lombakan dan kedua ciri tersebut tidak ada maka umumnya sudah sama dengan burung perkutut dewasa dan di lomba pun juga tidak masuk kelas piyik.

Kecuali bilamana bulu yang di maksud/di lar/di buka sayapnya dan di teliti ada sisa jumlah bulu/lar piyiknya sebagai cara untuk menentukan umur piyik tersebut. P3SI untuk mengakomodir dan menghindari munculnya permasalahan yang timbul akibat ketiadaan kedua cirri tersebut, maka anak perkutut itu masuk kategori remaja,dan ketentuan mengenai tatacara serta penjurianya di samakan dengan perkutut dewasa tidak ada lomba perkutut remaja.

PERSOALAN DI LAPANGAN

Terkadang di arena lomba itu ada yang menyadari atau malah sebaliknya ingin tampil monoton, sehingga tatakala melombakan burungnya pemain kelas piyik yang di lombakan malah sudah masuk kelas dewasa. Hal ini di kandung masksud agar burung yang di lombakan bisa menjuarai.

Perkutut dewasa

Dan di saat perkutut di beri nilai memang terkadang yuri juga terkecoh menaikan burung yang bersuara baik, padahal sebenarnya  burung yang di nilai teresbut sudah masuk dikelas dewasa, Nah kelemahan inilah yang sering terjadi, sehingga di lapangan terjadi argumentasi, “Pemain mengatakan inikan suara masih piyik, sedang yuri berargumentasi serta berpihak kepada suaranya yang bagus, namun sebenarnya burung itu masuk di kelas dewasa, dan ini kerap terjadi di berbagi event besar dan kecil di semua daerah. Anda kung mania pernah seperti ini atau melihat lawan tanding yang demikian ? team redaksi mewartakan*


Berita Terkait


3 Komentar


Ahong
Jumat, 23 September 2011 | 14:29 WIB
Sebenarnya yg bener itu hanya ada lomba piyek Henging dengan ciri-2 khusus BP msh memiliki kacamata,bulunya berwarna coklat dan berkesan sedikit/tipis, bunyinya jarang-2/ sekali-kali. Kenyataan dilapangan Panitia menyediakan beberapa blok lagi Piyek Yunior Henging atau Piyek senior kerek setengah. yang mana tuntutan wajib yg harus dibunyikan bagi BP hanya dituntut 1 kali bunyi saja. Nah dari sini terjadi manipulasi BP, yg seharusnya sdh termasuk BP dewasa maka dilombakan ke Piyek Yunior maupun Senior. Celakanya/ketahuannya klo BP tsbt bunyinya Gacor, maka sdh barang tentu BP yg sdh gacor adalah dewasa. Jadi menurut hemat saya utk lomba BP heangin hanya BP coklat, dan yg dikerek sebut saja lomba BP remaja...
Balas
Heru
Selasa, 6 Maret 2012 | 10:41 WIB
Ya bener ko Ahong, mustinya peserta dan panitianya sadar bahwa lomba BP piyek heanging yg bener-2 berbulu coklat dan msh terdapat kacamatanya sja. kenyataan dilapangan BP udah akik-2 dilombakan di piyek BC/Heanging, peserta memilih kelas tersebut semata-2 krn tuntutan bunyinya cukup 1 (satu) kali bunyi sdh mendapat nilai sampai maximal. Lebih ironis lagi kebiasaan2 tersebut diterapkan pada lomba BP dewasa, ditambah lg panitianya tidak mengumumkan persyaratan-2 wajib bunyi bagi BP dewasa, jadi ya seperti yg kita lihat dilapangan, bunyi 1 kali teriak, bunyi 1 kali lg teriak2 minta dinaikan nilainya dst....
Balas
Millicent
Rabu, 29 Juni 2016 | 00:39 WIB
One or two to rerembem, that is.
Balas

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi







     


PAS Tv
Watch Peragaan & Aksi Pramuka Menjelang Upacara HUT RI di Lapangan Munthok Dilingo in single page?

PAS Images

Surat Pembacashow all

Statistik Website


    Page Views   12287347 Page View
    Visitors   669258 Pengunjung
    Visitor Online   28 Pengunjung Online